Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Satuan Volume dan Debit Siswa Kelas VI SD Negeri Timbuk Bahalang Samlan
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika materi Satuan Volume dan Debit di kelas VI SD Negeri Timbuk Bahalang masih terlaksana secara konvensional dengan lebih banyak ceramah, penugasan, atau menjawab soal-soal. Kegiatan pembelajaran terasa monoton dan siswa terlihat pasif dalam belajar. Akibatnya pemahaman siswa pada materi menjadi tidak maksimal dan hasil belajar menjadi rendah. Mengatasi masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan melalui pembelajaran dengan model Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa serta mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika materi Satuan Volume dan Debit dengan model Numbered Heads Together (NHT). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas VI SD Negeri Timbuk Bahalang kecamatan Batang Alai Selatan kabupaten Hulu Sungai Tengah pada semester I tahun pelajaran 2019/2020.dengan subjek sebanyak 13 orang siswa. Penelitian berlangsung 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data tentang hasil belajar siswa diperoleh melalui tes/evaluasi dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan ketuntasan belajar yang tercapai. Adapun data aktivitas siswa dan pelaksanaan pembelajaran yang diperoleh melalui pengamatan dengan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara deskriptif melalui teknik persentase (%) dengan meninterpretasikan pada kategori penilaian. Dari hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan, bahwa: (1) Hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dari ketuntasan 76,92% (tidak tuntas) menjadi 92,31% (tuntas), (2) Aktivitas siswa dapat ditingkatkan dari 74,04% (cukup tinggi) menjadi 76,92% (tinggi, dan (3) Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat terlaksana dengan semakin baik dari 78,33% (cukup baik) pada siklus I menjadi 85,00% (baik) pada siklus II.
Reformasi Tata Kelola Jaminan Produk Halal di Nusa Tenggara Barat: Strategi Memangkas Prosedur Berbelit dan Mengintegrasikan Lembaga Samlan
JURNAL ILMIAH GEMA PERENCANA Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Gema Perencana
Publisher : POKJANAS Bekerja Sama Biro Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61860/jigp.v4i2.289

Abstract

This policy article analyzes the challenges of implementing Halal Product Assurance (HPA) in West Nusa Tenggara (WNT), which is striving to position itself as a leading halal tourism destination. Despite a clear strategic vision and central government regulations, the halal certification process for Micro, Small, and Medium-sized Enterprises (MSMEs) still faces significant obstacles, particularly complex and time-consuming procedures. The main issues stem from the dual authority between the Halal Product Assurance Organizing Agency (BPJPH) and the Indonesian Ulema Council (MUI), a lack of integrated information systems among institutions, and inefficient audit procedures due to limited resources at the regional level. This situation not only burdens MSME actors and hinders the competitiveness of local products but also has the potential to damage the credibility of WNT's overall halal vision. Therefore, this article identifies the root causes of these problems and proposes strategic policy recommendations to reform HPA governance, streamline procedures, and integrate the roles of all stakeholders to create a more efficient, transparent, and competitive halal certification ecosystem.