MYRA VIONA - A11110155
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS YURIDIS STATUS ANAK YANG DILAHIRKAN DARI PROSES PEMBUAHAN DI LUAR TUBUH MELALUI IBU PENGGANTI MENURUT HUKUM WARIS ISLAM - A11110155, MYRA VIONA
Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura Vol 2, No 3 (2014): JURNAL MAHASISWA S1 FAKULTAS HUKUM UNTAN
Publisher : Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis Myra viona dengan judul: Analisis Yuridis Status Anak Yang Dilahirkan Dari Proses Pembuahan Di Luar Tubuh Melalui Ibu Pengganti Menurut Hukum Waris Islam Kehadiran seorang anak dalam suatu perkawinan merupakan anugerah yang sangat istimewa, bahkan tak ternilai harganya. Setiap pasangan suami istri selalu mendambakan anak didalam perkawinan mereka. Seorang anak yang dilahirkan dalam pernikahan yang sah memiliki hak untuk mewarisi. Seorang anak dapat meneruskan segala apa yang telah dikerjakan oleh orang tua nya sehingga apa yang telah dikerjakan tadi tidak berhenti sampai ditangan orang tua nya saja. Betapapun bila warisan itu hanya berupa sejumlah kecil harta kekayaan atau bahkan hutang semata, namun dalam kepemilikan dan pengaturan penggunaan warisan itu, sang anak tetap memiliki hak untuk meneruskannya. Dengan mengingat betapa pentingnya peran anak dalam sebuah ikatan perkawinan, sehingga pasangan suami istri haruslah mencari cara agar mereka dapat memperoleh anak yang sah. Namun bagaimana jika ternyata pasangan tersebut memiliki masalah dalam memperoleh keturunannya? Pada saat ini, perkembangan metode kedokteran telah memberikan alternatif medis bagi pasangan yang tidak mampu memiliki anak. Metode ini disebut fertilisasi in-vitro atau yang biasa disebut bayi tabung. Bayi tabung merupakan sebuah metode kedokteran yang dipergunakan oleh sepasang suami istri yang telah terikat dalam suatu pernikahan yang sah namun belum juga mendapatkan keturunan.Sejalan dengan pembuahan fertilisasi in-vitro yang semakin pesat muncul ide ibu pengganti atau sewa rahim yaitu wanita yang bersedia disewa rahimnya dengan suatu perjanjian untuk mengandung, melahirkan dan menyerahkan kembali bayinya dengan imbalan sejumlah materi pada pasangan suami istri yang tidak bisa memiliki keturunan karena istri tersebut tidak bisa mengandung. Namun negara kita belum memberikan peraturan yang jelas mengenai anak yang dilahirkan melalui persewaan rahim tersebut, meski ditemukan alasan mengapa sepasang suami istri melakukan program bayi tabung melalui persewaan rahim namun tidak ada kejelasan aturan hukum secara sah dan tertulis mengenai status anak yang dilahirkan melalui persewaan rahim. Setelah penulis menggali, mengkaji, maka dapat disimpulkan bahwa penyewaan rahim hukumnya haram, hal ini sesuai dengan kesepakatan para ulama yang bertumpu pada undang-undang syariat Islam dan undang-undang Negara Indonesia. Keyword: Ibu Pengganti Atau Sewa Rahim Menurut Hukum Waris Islam