p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Abdimas Langkanae
Firdamayanti, Erni
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Rumah Burung Hantu Plus (Rubuha +) untuk Pengendalian Hama pada Tanaman Padi Andi Safitri Sacita; Suhaeni Suhaeni; Erni Firdamayanti; Yusri Yusri
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.494

Abstract

Serangan hama merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas pertanian. Serangan hama dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan penurunan produksi hingga ancaman gagal panen. Inovasi rumah burung hantu plus (Rubuha+) diharapkan dapat menjadi solusi pencegahan dan pengendalian hama pada tanaman padi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pattedong Selatan, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Mitra yang dilibatkan pada kegiatan ini yaitu kelompok tani Sipakatuo dan Sipakatuo 1. Selain kelompok tani, juga terlibat aparat desa, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) yang bertugas di wilayah Ponrang Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu observasi, sosialisasi, penerapan inovasi Rubuha+, dan evaluasi program. Kegiatan observasi dilakukan dengan kunjungan ke lapangan dan diskusi dengan mitra terkait permasalahan yang dihadapi. Salah satu permasalahan petani yaitu tingginya serangan hama utamanya tikus sawah, wereng dan penggerek batang. Permasalahan ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi dan BIMTEK pembuatan inovasi Rubuha+ sebagai salah satu solusi untuk pengendalian hama pada tanaman padi. Rubuha + yang telah dibuat kemudian dipasang pada lahan sawah yang dijadikan demoplot. Tahapan akhir yaitu evaluasi dan keberlanjutan program untuk mengukur efektivitas teknologi yang diterapkan. Selama pelaksanaan kegiatan, para petani yang tergabung dalam kelompok tani Sipakatuo dan Sipakatuo 1 sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Begitu pula Kepala Desa Pattedong Selatan sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar ke petani khususnya dalam membantu menekan serangan hama. Diharapkan program ini dapat berperan dalam mewujudkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Sebagai Bahan Baku Pangan: Inovasi Pengabdian Masyarakat di Sekolah Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Ekonomi dan Lingkungan Sri Hastuty; Syamsuddin Syamsuddin; Erni Firdamayanti; Marlia Muklim
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.677

Abstract

Kabupaten Luwu merupakan salah satu sentra perkebunan kakao di Sulawesi Selatan yang menghasilkan potensi limbah kulit kakao sangat besar. Sekitar 70–80% bagian buah kakao berupa kulit terbuang dan sering dibiarkan menumpuk, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Padahal, kulit kakao mengandung serat pangan, antioksidan, dan senyawa bioaktif yang dapat diolah menjadi bahan baku pangan bernilai tambah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada siswa dan guru UPT SMA Negeri 4 Kabupaten Luwu dalam memanfaatkan limbah kulit kakao sebagai bahan pangan inovatif guna meningkatkan nilai ekonomi dan kesadaran lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2026 melalui pendekatan penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pengolahan kulit kakao menjadi produk pangan sederhana. Hasil pelaksanaan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta mengenai potensi gizi dan nilai ekonomis kulit kakao, peningkatan keterampilan praktis dalam tahap pengolahan (pembersihan, pengeringan, penghalusan, hingga pembentukan produk), serta tumbuhnya kesadaran lingkungan dan minat kewirausahaan berbasis potensi lokal. Respons positif dari pihak sekolah dan antusiasme siswa menandakan keberhasilan program ini sebagai model pengabdian masyarakat berbasis sekolah yang mengintegrasikan aspek pendidikan, ekonomi kreatif, dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan durasi praktik, penyediaan peralatan yang memadai, serta integrasi ke dalam program ekstrakurikuler atau pembelajaran kewirausahaan di sekolah.