This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mentari
Azwardi -
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGGOLONG BOH DALAM BAHASA ACEH (Sisi Keunikan Bahasa Aceh sebagai Salah Satu Bahasa Austronesia Barat) Azwardi -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan sejumlah fakta dan data awal yang berhubungan dengan penggolong boh dalam bahasa Aceh (BA). Sumber datanya adalah masyarakat penutur asli BA yang tersebar di beberapa wilayah kabupaten/kota di Aceh. Berdasarkan beberapa data yang teramati dalam konteks pemakaian penggolong boh, terlihat bahwa ada kecenderungan orang Aceh menggunakan penggolong boh untuk  memarkahi suatu benda.  Sebagian besar penggolong yang dugunakan adalah boh, padahal banyak penggolong lain yang tersedia. Deskripsi ini sangat penting bagi ketersediaan data awal bagi sebuah penelitian yang komprehensif berkaitan dengan penggolong dalam BA karena inventarisasi secara spesifik tentang penggolong dalam BA secara menyeluruh belum pernah dilakukan, padahal fenomena tersebut merupakan salah satu kajian linguistik, khususnya morfologi yang perlu ditelaah lebih lanjut.  Kata kunci: penggolong, boh, bahasa Aceh
MENEROKA KURIKULUM 2013 Azwardi -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan konsep yang berkaitan dengan substansi umum kurikulum 2013. Tulisan ini didasari atas beberapa permasalahan yang mengemuka dari masyarakat, yaitu miskomunikasi atau minimnya pemahaman masyarakat umun tentang substansi kurikulum 2013. Permasalahan yang mencuat akhir-akhir ini, antara lain, stake holders masih banyak yang bingung dengan konsep kurikulum terbaru ini. Kenyataan tersebut, antara lain, terdeteksi dari peserta Pendidikan Pelatihan Profesi Guru 2013. Selain itu, sebagian kalangan ada yang pro dan kontra dengan penerapannya pada tahun ajaran baru tahun ini karena alasan sosialisasi yang belum memadai. Berkaitan dengan hal itu, tulisan ini hendaknya dapat meminimalisasi miskonsepsi dan mispersepsi tersebut. Substansi yang dideskripsikan dalam artikel ini bersifat umum, yaitu konsep-konsep dasar berkaitan dengan pemahaman umum tentang kurikulum 2013. Konsep-kosep dasar tersebut meliputi standardisasi mutu pendidikan, konsep dan landasan yuridis kurikulum, pembaruan kurikulum, kurikulum 2013, pendekatan tematik terpadu, elemen perubahan, karakteristik penguatan, pendekatan scientific, struktur kurikulum pada jenjang jenjang sekolah dasar dan menengah, dan fokus mata pelajaran bahasa Indonesia. Dengan memahami secara komprehensif konsep dasar tersebut, kita berharap semua pihak dapat respeks; memiliki kepedulian, tanggung jawab moral yang kuat untuk mendukung dan berkontribusi secara profesional dan proporsional demi menyelamatkan peradaban generasi bangsa di tengah-tengan pengaruh global yang sangat dahsyat dewasa ini. Kata kunci: kurikulum, tematik, pendekatan tematik terpadu,          pendekatan scientific, struktur kurikulum 
UNGKAPAN BEREFEREN BINATANG DALAM BAHASA ACEH DIALEK PEUSANGAN Azwardi -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan sejumlah fakta dan data awal yang berhubungan dengan ungkapan bereferen binatang dalam bahasa Aceh dialek Peusangan yang meliputi hal-hal sebagai berikut: (1) makna, maksud, dan amanat yang terkandung dalam ungkapan referen binatang, dan (2) pemakaian ungkapan referen binatang dalam konteks pemakaian bahasa masyarakat Aceh. Sumber datanya adalah masyarakat penutur asli bahasa Aceh dialek Peusangan yang tersebar di beberapa wilayah kabupaten/kota di Aceh. Berdasarkan beberapa data yang teramati dalam konteks pemakaian ungkapan bereferen binatang, terlihat bahwa ada kecenderungan orang Aceh memosisikan orang-orang yang memiliki moral tercela setara dengan binatang. Jenis binatang yang direpresentasikan sesuai dengan tingkat tabiat atau sifat cela yang dimiliki manusia tersebut. Deskripsi ini sangat penting bagi ketersediaan data awal bagi sebuah penelitian yang komprehensif berkaitan dengan ungkapan bahasa Aceh karena inventarisasi secara spesifik tentang ungkapan-ungkapan bereferen bintang dalam bahasa Aceh secara menyeluruh belum pernah dilakukan, padahal ungkapan-ungkapan tersebut merupakan salah satu sastra lisan, memori kolektif masyarakat Aceh yang perlu dilestarikan dan dikembangkan seperti yang telah dilakukan terhadap sastra lisan bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa lain di Nusantara.  Kata kunci: ungkapan, ungkapan bereferen binatang, bahasa Aceh,  dialek Peusangan