Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interaksi sosial serta faktor pendorong dan penghambat terjadinya interaksi sosial siswa akselerasi dan siswa reguler SMP Negeri 2 Pangkajene Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purpsosive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kerjasama antara siswa akselerasi dan siswa reguler terwujud dalam kelompok belajar bersama, keterlibatan kepanitian dalam kegiatan yang diselenggarakaan oleh pihak sekolah, serta satu team lomba sebagai perwakilan sekolah. Persaingan yang terjadi disebabkan jumlah siswa yang diikutkan lomba sebagai perwakilan sekolah lebih banyak dipilih dari kelas akselerasi sehingga muncul rasa cemburu pada siswa reguler. Kontravensi yang terjadi merupakan kontravensi yang sederhana berupa tindakan saling memaki baik itu dan melakukan tindakan protes. Serta terdapat konflik yang disebabkan oleh rasa iri maupun rasa tidak adil bagi siswa reguler karena tidak diperlakukan dengan sama oleh pihak sekolah. Sedangkan akomodasi yang digunakan ketika terjadi konflik ialah menggunakan toleransi. 2) Faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial ada tiga yaitu adanya kepentingan-kepentingan yang sama, adanya sebuah pekerjaan yang membutuhkan tenaga yang banyak serta adanya sikap keterbukaan. 3) Faktor penghambat terjadinya interaksi sosial ada dua yaitu kepadatan aspek akademik siswa akselerasi berupa pemberian tugas dari guru dan adanya label yang diberikan kepada siswa akselerasi sebagai siswa yang sombong, egois, dan bersikap semaunya sendiri.Kata Kunci: Interaksi Sosial Siswa Akselerasi Dan Siswa Reguler