Penjadwalan merupakan tahap awal yang sangat penting dalam memulai suatu pekerjaan. Penjadwalan proyek merupakan salah satu elemen hasil perencanaan yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek dalam hal kinerja sumber daya berupa biaya, tenaga kerja, peralatan dan material serta rencana durasi proyek dan progress waktu untuk penyelesaian proyek. Metode Crashing adalah salah satu metode yang digunakan untuk mempersingkat durasi kegiatan suatu proyek, dimana kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan Crashing adalah kegiatan yang berada pada jalur kritis, dan pada penelitian ini penentuan kegiatan kritis diperoleh dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Penerapan metode tersebut bertujuan untuk menentukan durasi optimum yang didapat dengan alternatif penambahan jam kerja (lembur) dan alternatif penambahan jumlah tenaga kerja. Dari hasil analisis data dengan metode Time Cost Trade Off ini diperoleh durasi optimum untuk alternatif penambahan jam kerja (lembur) adalah 125 hari kalender dengan efisiensi waktu optimum sebesar 89,29% artinya terdapat penghematan waktu sebesar 10,71% atau 15 hari kalender dari durasi normalnya dan biaya meningkat dari Rp 8.910.000.000,00 menjadi Rp 8.958.810.455,30, sedangkan durasi optimum untuk alternatif penambahan jumlah tenaga kerja adalah 133 hari kalender dengan efisiensi waktu optimum sebesar 95% artinya terdapat penghematan waktu sebesar 5% atau 7 hari kalender dari durasi normalnya dan biaya meningkat dari Rp 8.910.000.000,00 menjadi Rp 8.923.259.889,77