Perencanaan Jembatan Tepian Langsat sudah lama menjadi perbincangan oleh banyak kalangan. Wilayah yang disebut-sebut sebagai desa tertua di Kabupaten Kutai Timur, yakni Desa Tepian Langsat Ulu dan Tepian Langsat Ilir terpisah oleh Sungai Telayus hanya dihubungkan jembatan gantung selebar 1 meter. Dengan dibangunnya jembatan tersebut diharapakan dapat membuka isolasi Desa Tepian Langsat serta mengurangi jarak tempuh dan menghemat waktu perjalanan dari desa di Kecamatan Bengalon ini menuju ke Ibukota Sangatta. Pada tahap awal mendesain adalah perhitungan struktur atas pelengkung yang meliputi pipa dan tiang sandaran, trotoar, pelat lantai kendaraan, gelagar memanjang, gelagar melintang, sambungan gelagar memanjang terhadap gelafgar melintang, sambungan gelagar melintang tehadap balok induk dan sekaligus perhitungan sambungan geser (shear connector). Perhitungan konstruksi utama struktur pelengkung, dilakukan perhitungan terhadap beban-beban yang bekerja kemudian dianalisa mengunakan softwere analisa struktur. Setelah diketahui gaya-gaya dalam yang bekerja dilakukan perhitungan kntrol teganngan dan dan perhitungan sambungan. Bersamaan juga dilakukan perhitungan ikatan angin atas dan ikatan angin lantai kendaran (bawah). Dari hasil perhitungan didapat profil yang dipakai dalam desain struktur atas Jembatan Tepian Langsat tipe through arch Kabupaten Kutai Timur yaitu: gelagar memanjang WF 450x200x9x14, gelagar melintang WF 800x300x14x28, balok pelengkung Box 800x500x38x38, balok induk Box 800x500x38x38, ikatan angin atas Box 250x250x8x8 dan pipa 12â€, ikatan angin bawah 2L 200x200x20, kabel penggantung Macalloy Bar System tipe M85, dan perletakan mengunakan Pot Bearing Unidirectional tipe PMG 15000.