This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

PENGARUH PENERAPAN SARBANES OXLEY ACT DAN MANAJEMEN RISIKO DALAM PROFESI AKUNTAN PUBLIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KUALITAS AUDIT Fitriana -
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.408 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5486

Abstract

Sarbanas Oxley Act adalah hukum federal Amerika Serikat tahun 2002 yang berisi penetapan suatu standar baru bagi semua dewan dan manajemen perusahaan publik serta kantor akuntan publik yang sudah go public, mengatur mulai ikhwal tanggungjawab tambahan dewan perusahaan hingga ketentuan hukum pidana. Aturan baru ini dikeluarkan sebagai reaksi terhadap sejumlah skandal akuntansi perusahaan besar di Amerika Serikat, antara lain Enron, Tyco Internasional, Adelphia, Peregrine System dan WorldCom, yang menyebabkan kerugian bilyunan dolar bagi investor akibat runtuhnya harga saham perusahaan-perusahaan tersebut, yang berakibat kepada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar saham nasional. Skandal akuntansi dimaksud berupa kecurangan dalam pelaporan keuangan karena perilaku yang disengaja yakni dengan tindakan atau penghapusan yang menghasilkan laporan keuangan yang menyesatkan. Penerapan Sarbanes Oxley Act merupakan bagian dari manajemen resiko bagi profesi akuntan yang sangat menunjang proses audit sebuah perusahaan. Implikasi lebih jauh, para akuntan menjadi lebih profesional dan standar profesi akuntan makin terjaga. Sarbanes Oxley Act yang dijalankan oleh setiap akuntan publik menghasilkan kualitas audit yang semakin baik dan meningkatkan kredibilitas profesi akuntan.