Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRAKTIK PENGEMBALIAN SISA HARGA DIGANTI DENGAN BARANG PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS PASAR SENTRAL PEKKABATA KECAMATAN POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR) Hadijah, Hadijah; Nusur, Muh.; Azis, Andi Sudarmin
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 7, No 2 (2022): J-Alif, Volume 7, Nomor 2, November 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v7i2.3763

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui praktik pengembalian sisa harga diganti dengan barang di pasar sentral Pekkabata Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar agar terjalin suka sama suka, 2) Untuk mengetahui praktik pengembalian sisa harga diganti dengan barang di pasar sentral Pekkabata Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar dalam persfektif ekonomi Islam agar sejalan dengan norma agama. Jenis penelitian yang digunakan field research kualitatif. Lokasi penelitian ini bertempat di Pasar Sentral Pekkabata Kecamatan Polewali Kabupate Polewali Mandar Sulawesi Barat. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, sumber data sekunder dalam penelitian ini, yaitu buku tentang jual beli, buku tentang ekonomi Islam, penelitian terdahulu, serta literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Metode pengumpulan data terdiri dari Observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan keikutsertaan, dan triangulasi. Hasil penelitian skripsi praktik pengembalian sisa harga diganti dengan barang di pasar Sentral Pekkabata Kecamatan Polewali dilakukan dengan beberapa pertimbangan diantaranya saat tidak adanya uang kecil atau recehan dan sipembeli sendiri yang menginginkan sisa harga diganti dengan barang. Akad jual beli yang terjadi di pasar Sentral Pekkabata Kecamatan Polewali yaitu  dengan pengembalian sisa harga diganti dengan barang baik diucapkan       dengan lisan ataupun tidak serta baik dituliskan maupun tidak ketika dilihat dari persfektif ekonomi Islam maka diperbolehkan sesuai dengan prinsip maslahah. Karena kebijakan ini dibuat untuk kenyamanan transaksi pada saat penjual di pasar Sentral Pekkabata Kecamatan Polewali tidak mempunyai uang kecil atau recehan, maka dapat mengambil alternatif transaksi tersebut dan di samping itu dapat menghindari perbuatan riba karena pihak penjual tidak mengambil sisa kembalian dari pihak pembeli.
Analisa Penerapan Multi Akad Pada Produk Pembiayaan Dalam Perspektif Fiqih Muamalah (Studi Kasus Koperasi Mitra Dhuafa Cabang Polewali) Musfa, Mita; Hindi, M. Anwar; Azis, Andi Sudarmin
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 1 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i1.2287

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk:1) mengetahui bagaimana penerapan multi akad pada produk pembiayaan di Koperasi Mitra Dhuafa. 2) bagaimana kualitas pelayanan Koperasi Mitra Dhuafa terhadap anggota koperasi. 3) bagaimana penerapan multi akad di Koperasi Mitra Dhuafa dalam pandangan Fiqih Muamalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Kemudian teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan multi akad Di Koperasi Mitra Dhuafa salah satunya gabungan akad murabahah wal wakalah yaitu pemberian kekuasaan pada anggota untuk membeli barang yang dibutuhka anggota secara mandiri dengan terlebih dahulu memberikan nota belanja kepada koperasi saat pengajuan pembiayaan tersebut. Pelayanan Koperasi Mitra Dhuafa terhadap anggota dinilai cukup baik, dimana koperasi menyediakan akses modal untuk usaha atau pengembangan usaha anggota yang menggunakan sistem ramah, pendampingan koperasi terhadap anggota juga dilakukan secara terus-menerus. Multi akad di Koperasi Mitra Dhuafa sudah sesuai dengan pandangan fiqih muamalah, ini didasari dari beberapa pertimbangan diantaranya yaitu memiliki status hukum yang kuat, adanya kesesuaian dengan tujuan syariah dimana memberikan kemudahan, keringanan, serta peluang untuk membuat perubahan dengan menggunakan akad-akad modern saat transaksi. Ini juga didukung dengan pendapat para ulama diantaranya mayoritas ulama Hanafiyah, sebagian pendapat ulama Malikiyah, Syafi’i dan Hanabilah berpendapat bahwa hukum multi akad sah dan dibolehkan menurut syariat Islam, selama tidak ada dalil hukum yang melarangnya.