Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GERAKAN LITERASI PANCASILA: UPAYA MENUMBUHKAN KESADARAN BELA NEGARA DI KALANGAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 KOTA GORONTALO Hamid, Saleh Al; Lukum, Roni
Civic Education Law and Humaniora : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 3 No 1 May 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/celara.v3i1.32544

Abstract

Students of SMP Negeri 3 Gorontalo City were the primary participants in this community engagement initiative aimed at fostering national defense awareness among young learners. Instilling Pancasila values and national defense consciousness is fundamental in shaping the character of Indonesia's younger generation. As the ideological foundation of the nation, Pancasila plays a crucial role in youth character development. However, amid globalization and the digital revolution, there has been a decline in the understanding of Pancasila values due to the infiltration of foreign cultures. This phenomenon has weakened nationalism and national defense awareness among students, including those at SMP Negeri 3 Gorontalo City. The community engagement activities, conducted in the school hall, followed these stages: (1) Coordination with SMP Negeri 3 Gorontalo City, beginning with a formal request letter addressed to the school principal; (2) Preliminary survey through questionnaires and interviews to assess students' knowledge of Pancasila and national defense. As the speaker, I conducted socialization sessions for the students with the following objectives: (1) Introducing and implementing the Pancasila Literacy Movement as a concrete step to cultivate national defense awareness; (2) Establishing the Pancasila Literacy Movement as an effective educational tool for fostering national defense consciousness; (3) Creating a learning community with a comprehensive understanding of national defense, reflected in attitudes of tolerance, unity, and a willingness to contribute to national progress. The results showed that students began to recognize that national defense extends beyond military efforts—it also encompasses patriotism, respect for diversity, and active contributions to national development through the application of Pancasila values.
Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Badan Permusyawatan Desa (Studi di Desa Ayong Kecamatan Sangtombolang Kabupaten Bolaang Mongondow) Djaafar, Lucyane; Hamid, Saleh Al
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i4.1575

Abstract

The BPD institution as a village institution is an important component in carrying out village development in order to realize village prosperity and independence. The aim of this research is to analyze the implementation of the BPD's supervisory function in Ayong Village, Sangtombolang District, Bolaang Mongondow Regency. This research method is qualitative research, namely to analyze the Implementation of the Supervisory Function of the Village Consultative Body. The results of this research are that the implementation of the supervisory function of the Village Consultative Body in Ayong village has not met the community's expectations, where it is still found that several parts of the community's aspirations have not been fulfilled. The community is not satisfied with the services of the Village Consultative Body, because the aspirations they have conveyed have not been responded to well.
PERAN ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN DI DPRD KABUPATEN BONE BOLANGO PERIODE 2019-2024 Zulkarnain, Moh.; Mahmud, Ramli; Hamid, Saleh Al
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5454

Abstract

This study aimed to examine the role of female legislative members in promoting gender-responsive budgeting as well as the factors that influence their participation in the functions of legislation, oversight, and budgeting The method used was qualitative with a descriptive approach, involving in-depth interviews and observations at the DPRD of Bone Bolango Regency. The results of the study show that although their number is small, female legislative members actively strive to advocate for the interests of women and vulnerable groups through various strategies, such as building alliances, conducting advocacy in official forums, and utilizing existing political opportunities. These findings highlight the importance of strengthening support and empowerment for women to solidify their roles in inclusive and gender-perspective legislative and budgeting processes. The representation of women in the DPRD of Bone Bolango Regency remains very limited and faces various structural challenges, such as male political dominance and gender stereotypes Nevertheless, female legislative members continue to play an active role in encouraging the development of gender-responsive budgeting through various strategies, including alliance-building and advocacy in official forums. This study emphasizes the importance of enhancing support and empowerment for women so that their roles in legislation, oversight, and budgeting can be more optimal, resulting in more inclusive and gender-sensitive regional policies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji peran anggota legislatif perempuan dalam mendorong anggaran yang responsif gender serta faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi mereka dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan wawancara mendalam dan observasi di DPRD Kabupaten Bone Bolango. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jumlahnya sedikit, anggota legislatif perempuan berupaya aktif memperjuangkan kepentingan perempuan dan kelompok rentan melalui berbagai strategi, seperti membangun aliansi, melakukan advokasi di forum resmi, dan memanfaatkan peluang politik yang ada. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan dukungan dan pemberdayaan perempuan untuk memperkuat peran mereka dalam proses legislasi dan penganggaran daerah yang inklusif dan berperspektif gender. Keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Bone Bolango masih sangat terbatas dan menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti dominasi politik laki-laki dan stereotip gender. Meski demikian, anggota legislatif perempuan tetap aktif berperan dalam mendorong penyusunan anggaran yang responsif gender dengan berbagai strategi, termasuk membangun aliansi dan melakukan advokasi di forum resmi. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan dukungan dan pemberdayaan perempuan agar peran mereka dalam legislasi, inklusif dan berperspektif gender.
KONFLIK KELEMBAGAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DI DESA LAHUMBO, KECAMATAN TILAMUTA, KABUPATEN BOALEMO Dahiba, Haikal; Kamuli, Sukarman; Hamid, Saleh Al
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Konflik Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Lahumbo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo yang sudah tidak berjalan lagi atau fakum dan untuk mengetahui Faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya Konflik Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Lahumbo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, lokasi penelitian di Desa Lahumbo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo dengan sumber data pemerintah desa, pengurus BUMDes dan Masyarakat Desa Lahumbo. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Pada penelitian yang telah dilakukan peneliti berperan sebagai pewawancara dengan tujuan untuk memperoleh informasi dari sumber data. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya Konflik Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Lahumbo dengan indikator (1) Konflik Individu, memiliki pertentangan wewenang dengan pengurus lain mulai dari pengelolaan hingga dengan transparansi anggaran yang keluar dan masuk yang tidak jelas. (2) Konflik Struktural dilihat dari fungsional dari masing- masing pengurus sudah tidak sesuai lagi, dilihat karena minimnya komunikasi antar sesama pengurus dengan ketua BUMDes sehingga terjadilah kinerja yang tidak maksimal. (3) Konflik Massa yang terjadi dalam kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lahumbo yakni minimnya komunikasi antara pengurus dan masyarakat, kemudian kesepakatan atau komitmen tidak dijalankan dan tindakan dalam penyelesaian konflik dengan masyarakat terkait dan BUMDes kini tidak terselesaikan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi Konflik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) (1) Faktor Internal yakni, dilihat dari Sumber Daya Manusia yang masih minim dengan pengetahuan dalam memenej hasil usaha BUMDes. (2) Faktor Eksternal yakni, Pertama, masyarakat yang kurang terlibat dalam sosialisasi terkait pembahasan program yang dijalankan. Kedua, pengembalian modal kembali tidak terlaksanakan dengan baik. ketiga, kegagalan pengurus dalam mengembalikan hasil pertanian dalam bentuk finansial.
REFLEKSI ATAS TANTANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 KOTA GORONTALO Hamid, Saleh Al
Civic Education Law and Humaniora : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 3 No 2 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/celara.v3i2.36331

Abstract

Aktualisasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah masih menemui kendala, khususnya pada aspek konsistensi penerapan dalam perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengatasi kesenjangan antara pemahaman normatif dan praktik aktual nilai-nilai tersebut di kalangan peserta didik SMK Negeri 1 Kota Gorontalo. Metode yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif-reflektif melalui kegiatan sosialisasi, diskusi kelompok terfokus, analisis kasus kontekstual, serta refleksi pengalaman peserta didik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada indikator pemahaman aplikatif Pancasila (31,6% menjadi 78,3%), kepedulian sosial (42,1% menjadi 73,9%), praktik gotong royong (39,5% menjadi 71,8%), dan tanggung jawab (45,0% menjadi 74,2%). Analisis kualitatif terhadap refleksi peserta didik mengungkap peningkatan kemampuan dalam mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan dinamika kehidupan sekolah dan praktik kejuruan. Pembahasan mengonfirmasi efektivitas pendekatan reflektif-partisipatif dalam menjembatani kesenjangan kognitif-afektif-perilaku serta mendukung penguatan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Disimpulkan bahwa model intervensi ini berhasil merefleksikan tantangan sekaligus memberikan kerangka solutif untuk internalisasi nilai. Rekomendasi mencakup pengembangan strategi integratif berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen pembelajaran, dengan peran guru sebagai fasilitator refleksi kritis, didukung oleh mekanisme monitoring dan evaluasi sistematis.The actualization of Pancasila values in the school environment still faces challenges, particularly regarding the consistency of their implementation in daily behavior. This study aims to address the gap between normative understanding and the actual practice of these values among students at SMK Negeri 1 Gorontalo City. The method applied was a participatory-reflective approach through activities such as socialization, focused group discussions, contextual case analysis, and student experience reflection. Evaluation results showed a significant increase in indicators of applied understanding of Pancasila (31.6% to 78.3%), social care (42.1% to 73.9%), mutual cooperation practices (39.5% to 71.8%), and responsibility (45.0% to 74.2%). Qualitative analysis of student reflections revealed an enhanced ability to connect Pancasila values with the dynamics of school life and vocational practice. The discussion confirms the effectiveness of the reflective-participatory approach in bridging the cognitive-affective-behavioral gap and supporting the strengthening of the Pancasila Student Profile dimensions. It is concluded that this intervention model successfully reflects the challenges while providing a solution-oriented framework for value internalization. Recommendations include the development of sustainable integrative strategies involving all learning elements, with the teacher's role as a facilitator of critical reflection, supported by systematic monitoring and evaluation mechanisms.