Hardiwinoto -
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

ANALISIS DESKRIPTIF KONDISI EKONOMI PENAMBANGAN MINYAK TANAH MENTAH (CRUDE OIL) TRADISIONAL DI KECAMATAN SAMBONG DAN KECAMATAN JEPON KABUPATEN BLORA Hardiwinoto -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Sain, Teknologi, Kimia Sosial dan Humaniora, Kimia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.212 KB)

Abstract

Bahwa telah terjadi sudah berabad lamanya para pekerja penambang tradisional, yaitu orang-orang yang bekerja sebagai penambang minyak mentah dari sumur-sumur minyak tinggalan Belanda abad 19, ketika masih menduduki wilayah Blora. Antara wilayah kabupaten Grobogan bagian timur sampai wilayah Blora, khususnya di wilayah kecamatan Sambong dan Jepon banyak tinggalan sumur minyak bumi buatan Belanda. Sekarang sumur-sumur tersebut berada di kawasan perhutani. Di Blora terdapat sumur minyak tinggalan Belanda berjumlah 558 sumur, sementara yang aktif adalah sebanyak 256 sumur. Namun demikian sumur-sumur tersebut kemudian tidak terkelola karena ditinggal oleh pembuatnya karena Indonesia mengalami kemerdekaan. Kemudian wilayah yang terdapat sumur-sumur minyak tersebut dikuasai oleh perusahaan negara yaitu Perhutani. Jadi sumur-sumur tersebut banyak berada di tengah hutan jati, walau sebagian kecil dikuasai oleh perusahaan Pertamina. Mereka menambang secara tradisional dan dikerjakan sudah turun-temurun disamping bekerja sebagai petani. Pekerjaan yang mereka anggap dapat menambah penghasilan untuk menyambung hidup. Walau mereka hidup diatas kekayaan minyak namun mereka masih hidup dalam kemiskinan. Tanah air Indonesia dipenuhi oleh sumber daya alam yang sangat banyak, sehingga disebut memiliki kekayaan alam yang melimpah. Dalam terminologi Jawa disebut gemah ripah loh jinawe, tata tentrem kerta raharja,  wah tanpa tinandur murah tanpa tinuku. Dengan demikian hidup di Indonesia sungguh sangat membanggakan, namun sekaligus juga prihatin (nelangsa) sebab  masyarakat Indonesia ternyata termasuk dalam kategori masih miskin. Dalam kalimat lain negara Indonesia  kaya raya akan tetapi masyarakatnya sangat miskin. Atau boleh disebut negara Indonesia “mismanagement” dalam mengelola sehingga meskipun negaranya kaya akan sumber daya alam, rakyatnya sangat miskin. Di kabupaten Blora dan Bojonegoro (Blok Cepu) adalah lumbung minyak bumi. Ada sinyalemen bahwa orang Blora mau menggali sumur untuk mendapatkan air justru yang didapat adalah minyak bumi atau gas alam. Namun demikian masyarakat harus membayar harga minyak tanah, bensin dan solar untuk (usaha produksi atau rumah tangga) sarana kehidupan sehari-hari mengikuti harga pasar internasional. Hal ini menjadi bukti bahwa tambang yang berada di bawah bumi bangsa Indonesia tempat tinggal, warisan leluhur belum menunjukan kekayaan warganya yang tinggal di daerah tersebut. Memiliki kekayaan sember daya alam berupa tambang minyak bumi dan gas alam atau energi yang melimpah, namun demikian tidak secara otomatis meningkatkan kekayaan atau kemakmuran warganya. Perhatian yang yang kita amati bahwa pihak yang mampu menambang bukanlah warga negara nasional melainkan warga asing yaitu EXXON MOBIL. Meskipun Negara Indonesia memiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkompeten melakukan eksplorasi atau penambangan yaitu Pertamina, namun tidak secara penuh melakukannya. Ini suatu bukti bahwa kekayaan alam yang terkandung di bumi Indonesia tidak serta merta meningkatkan kemakmuran warganya. Dalam pra servei yang dilakukan ditemukan bahwa warga di daerah Blok Cepu yang terkenal tempat ladang minyak bumi masyarakatnya masih dibawah garis kemiskinan. Masyarakat Cepu  memiliki mayoritas mata pencaharian bertani, menjadi buruh pabrik dan merantau ke kota menjadi buruh industri dan bangunan. Sebagian dari masyarakat yang hendak diteliti secara mendalam adalah kehidupan para penambang minyak mentah (cuid oil) tradisional di kecamatan Jepon dan Sambong. Sudah berabad-abad yaitu sejak abad 19 para pekerja penambang tradisional, yaitu orang-orang yang bekerja sebagai penambang minyak mentah dari sumur-sumur minyak tinggalan Belanda abad 19, ketika masih menduduki wilayah Blora. Antara wilayah kabupaten Grobogan bagian timur sampai wilayah Blora, khususnya di wilayah kecamatan Sambong dan Jepon banyak tinggalan sumur minyak bumi buatan Belanda. Sekarang sumur-sumur tersebut mayoritas berada dalam kepemilikan Perhutani. Di Blora terdapat sumur minyak tinggalan Belanda berjumlah 558 sumur, sementara yang aktif adalah sebanyak 256 sumur. Namun demikian sumur-sumur tersebut kemudian tidak terkelola karena ditinggal oleh pembuatnya (Belanda) karena Indonesia mengalami kemerdekaan. Kemudian wilayah yang terdapat sumur-sumur minyak tersebut dikuasai oleh perusahaan negara yaitu Perhutani. Jadi sumur-sumur tersebut banyak berada di tengah hutan jati, walau sebagian kecil dikuasai oleh perusahaan Pertamina. Kebanyakan dari masyarakat penambang,  menambang secara tradisional dan dikerjakan sudah turun-temurun disamping bekerja sebagai petani. Pekerjaan yang dianggap masyarakat dapat menambah penghasilan untuk menyambung hidup. Walau masyarakat berada dalam  kehidupan diatas kekayaan minyak namun mereka masih hidup dalam kemiskinan. Oleh karena itu sangat potensial untuk diteliti sehingga mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kehidupan ekonomi penambang tradisional yang berada di daerah blok Cepu.  Penelitian ini diberi judul “Analisis Diskriptif  Kondisi Ekonomi Penambang Minyak Mentah (Crude Oil) Tradisional  Di Kecamatan Sambong Dan Jepon Kabupaten Blora”. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana kondisi ekonomi dan mata pencaharian para penambang minyak tradisional, bagaimana cara para penambang minyak tradisional menambang minyak, bagaimana mekanisme penjualan minyak mentah hasil penambangan para penambang minyak tradisional, bagaimana peran pemerintah dan perusahaan Pertamina dan EXXON MOBIL.
ANALISIS POTENSI PENINGKATAN PAD KOTA SEMARANG DARI PENYEWAAN ASET MILIK DAERAH KEPADA SWASTA Hardiwinoto -; Akhmad Fathurohman; Ery Wibowo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to investigate of the type of assets belonging to the government of Semarang City that can be leased to the private sector to increase investment passion. The research method is survey and data collection method of asset type owned by Government of Semarang City. The result of this research is finding all types of assets that can be leased to private parties, thus assisting the private sector in the development of investment and increasing of original revenue (Pendapatan Asli Daerah) of Semarang City. Keywords: assets, government, semarang
THE RENT COST STRUCTURE ANALYSIS OF ASSET OWNED BY SEMARANG REGIONAL Hardiwinoto -; Akhmad Fathurohman; Ery Wibowo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Proceeding 3rd ISET 2017 | International Seminar on Educational Technology 3rd 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.318 KB)

Abstract

The objective of this study is to analyze rent cost structure of asset belongs to the Semarang regional government that can be leased to private parties or third parties. Based on the rental value formulation, it can stimulate investment in Semarang. The method of analysis uses three steps. They are, firstly, to identify the assets of both types and volumes, secondly, to review of regulations and legislation applicable, and the last, to compare with that has been done in other areas. In addition, focus group discussion simulation was used for formulating the cost structure. The result of the research is a formula to determine the rental value of assetsowned by Semarang Regional Government that can be leased to private parties or third parties.  Keywords: cost structure, assets, investment, PAD
PEMAHAMAN RASIONAL PEMBIAYAAN SYARIAH, RELEGIUSITAS, PRIMORDIALISME PENGUSAHA DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIKAP PENGUSAHA DALAM MEMILIH PEMBIAYAAN DI BANK SYARIAH R. Ery Wibowo; Hardiwinoto -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING | Seminar & Call For Paper “Tata Kelola Organisasi dan Arah Pembangunan Ekonomi Indo
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33783.417 KB)

Abstract

This study provides empirical evidence of a rational understanding of sharia finance, relegiusitas, primordialism and influence on the attitudes of entrepreneurs in selecting the financing in Islamic banks. Sources of data drawn from the population of Muslims in the city of Semarang entrepreneurs who are members of the organization ICMI (Association of Indonesian Muslim Scholar) Semarang, amounting to 46 entrepreneurs. With the number of samples taken by 35 entrepreneur. The questionnaire was distributed in August 2014. The results also show the R square of 0.643. With the results of hypothesis testing that proves that the attitude of entrepreneur in selecting the financing in Islamic banks more directly influenced by rational understanding of Islamic finance with the level of sig. at 0,00. The conclusion of this study is that the attitude of entrepreneur in choosing financing in sharia banks more directly influencedby rational factors. Understanding the underlying profit factors of business entrepreneurs in choosing financing in Islamic banks. While relegiusitas factors and primordial or organization is not evident similarity ties directly influence the attitude of entrepreneurs in choosing financing in sharia banks.
ANALISIS POTENSI INVESTASI DI KOTA SEMARANG Hardiwinoto -; Andwiani Sinarasri; Akhmad Fathurrohman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.961 KB)

Abstract

The research aims to identify potencial investment in the city of Semarang. The method used to survey about baseline economic activity and identification of potential investment to the stakeholders with the investment both private and government in the city of Semarang. The method of analysis used is suvey and discriptive statistic. The analytical methods to determinethe potential investment in the city of Semarang. The results of the study are known potencial investment of Semarang City accordance with the location, type and sources of investment financing.