This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI DAN PRASANGKA ANTARETNIK DI LAMPUNG SELATAN: STUDI KOMUNIKASI ANTARETNIK DI BAKAUHENI KALIANDA Karomani -
Sosiohumaniora Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.605 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i1.5461

Abstract

Daerah Bakauheni Lampung Selatan sebagai daerah pelabuhan merupakan daerah multietnik yang didiami beragam etnik Nusantara. Dalam masyarakat multikultur atau multietnik acapkali terjadi persepsi dan prasangka sosial yang buruk antaretnik yang disebabkan perbedaan latar belakang budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi dan prasangka antar etnik Sunda, Jawa, Batak, Lampung dan Sulawesi (Bugis) di Bakauheni Kalianda Lampung Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan alat pengumpul data wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnik Lampung, Bugis, Batak dan Sunda 100% berpersepsi bahwa orang Jawa sebagai etnik yang ”halus atau lembut ” tutur sapa dan perilakunya. Sama halnya terhadap etnik Jawa, kecuali etnik Lampung hanya 90% dan etnik Jawa hanya 80%, etnik Bugis dan Batakpun 100% berpersepsi bahwa etnik Sunda termasuk ”halus” pembawaanya. Demikian pula, kecuali etnik Lampung hanya 70%, etnik Batak, Jawa dan Sunda 100% berpersepsi bahwa orang Bugis adalah ”pemberani”. Kecuali etnik Lampung hanya 80%, etnik Bugis, Jawa dan Sunda 100% berpersepsi bahwa orang Batak juga sebagai ”pemberani. Kemudian terhadap etnik Lampung, kecuali etnik Jawa hanya 90%, etnik Bugis, Sunda, dan Batak berpersepsi orang Lampung juga sebagai ”pemberani”. Etnik Lampung, dan Batak 60% berprasangka bahwa etnik Jawa ”penakut”. Sementara etnik Bugis 90% berprasangka bahwa etnik Jawa ”feodal” dan etnik Sunda 60% berprasangka orang Jawa ”sekuler”. Etnik Lampung 60% berprasangka orang Sunda ”penakut” dan ”pemalas”. Sementara etnik Bugis berprasangka orang Sunda ”feodal”. Etnik Batak 60% lebih berprasangka orang Sunda ”penakut, ”boros, ”pemalas” dan ”tertutup”. Terhadap etnik Bugis 60 % lebih etnik Lampung, Sunda, Jawa, dan Batak berprasangka orang Bugis”angkuh”, ”kasar”, dan ”boros” hidupnya. Kemudian terhadap etnik Batak, 60% lebih etnik Lampung, Jawa, Sunda, dan Bugis berprasangka bahwa orang Batak ”angkuh”,dan ”kasar” prilakunya. Adapun terhadap etnik Lampung 60 % lebih etnik Sunda, Jawa, Bugis dan Batak berprasangka orang Lampung ”angkuh”, ”kasar” dan ”pemalas”. Aspek pengalaman seperti kedekatan pergaulan, aspek sosial budaya seperti agama, tingkat pendidikan, dan pekerjaan serta status sosial seseorang adalah faktor yang mewarnai persepsi dan prasangka antaretnik Sunda, Jawa, Lampung, Bugis, dan Batak di Bakauheni Lampung Selatan. Kata Kunci : Komunikasi, Persepsi, Prasangka, Antaretnik,
KOMUNIKASI ELITE LOKAL DI BANTEN SELATAN (Studi tentang persepsi dan pengelolaan kesan Jawara terhadap Ulama dan Umaro) Karomani -
Sosiohumaniora Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i1.5391

Abstract

Ulama, jawara dan umaro di Menes Banten merupakan elite lokal yang memiliki pengaruh dan peran penting dalam masyarakat. Ulama memiliki pengaruh kuat dalam bidang keagamaan, jawara memiliki pengaruh kuat dalam bidang adat seni dan budaya dan umaro memiliki pengaruh kuat dalam jaringan kekuasaan pemerintahan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif terhadap elite jawara. Data diperoleh dari informan yang berperan sebagai sosok jawara di kecamatan Menes dengan menggunakan wawancara mendalam, pengamatan terlibat dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan pola metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan persepsi jawara terhadap perilaku ulama positif (relegius). Sementara persepsi jawara terhadap prilaku umaro (birokrat) negatif (korup).Unsur budaya dan prasangka serta pengalaman individual elite jawara ikut mewarnai pembentukan persepsi dan pengelolaan kesan jawara terhadap ulama dan umaro. Kata Kunci: Komunikasi, Elite Lokal, Ulama, Jawara, Umaro