Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Surface Morphology of Fe(III)-Porphyrin Thin Layers as Characterized by Atomic Force Microscopy Utari Utari; Kusumandari Kusumandari; Budi Purnama; Mudasir Mudasir; Kamsul Abraha
Indonesian Journal of Chemistry Vol 16, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.597 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21136

Abstract

Surface morphology of Fe(III)–porphyrin thin layers was studied using atomic force microscopy. The thin layer samples used in these experiments were deposited by spin coating methods on indium–tin-oxide substrates at room temperature under atmospheric conditions. Variations of thin layer of Fe(III)-porphyrin were done by modifying the rotational speed and the concentration of the solution. The experimental results demonstrated that the Fe(III)–porphyrin layers were observed as discrete nanomolecular islands. Both the number of nano-islands and thickness of the layer increased significantly with increasing concentration. A layer thickness of 15 nm was obtained for low concentrations of 0.00153 M and become 25 nm for dense concentrations of 0.153 M. Conversely, the higher number of islands were deposited on the surface of the substrate at a lower rotational speed.
Pengaruh Variasi Rapat Arus pada Pembentukan Silikon Berpori di atas Permukaan Si (111) Tipe-P dengan Metode Anodisasi Elektrokimia Sehati, Sehati -; Wijayanti, Siti; Kusumandari, Kusumandari; Suryana, Risa
Jurnal Fisika Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v11i1.28396

Abstract

Silikon berpori (PSi) telah terbentuk di atas substrat Si (111) tipe-p menggunakan metode anodisasi elektrokimia. Permukaan silikon dianodisasi dalam larutan HF (40%) dan Etanol (96%) dengan perbandingan 1:1 pada rapat arus 70 mA/cm2, 80 mA/cm2, dan 90 mA/cm2 selama 6 menit. Plat platina sebagai katoda sedangkan silikon sebagai anoda dengan jarak 5 cm. Reflektansi PSi dikarakterisasi dengan Spektroskopi UV-Vis dan morfologi permukaan PSi dikarakterisasi dengan AFM. Kedalaman, lebar, dan kekasaran PSi meningkat dengan bertambahnya rapat arus. Hasil pengukuran pori menunjukkan nilai lebar pori (μm) lebih besar dari nilai kedalaman pori (nm). Hasil tersebut memperlihatkan bahwa proses etching arah horizontal lebih cepat dari arah vertikal. Pori yang terbentuk pada PSi diklasifikasikan jenis makropori karena lebar porinya berukuran (50nm). Reflektansi PSi menurun dengan meningkatnya rapat arus. Osilasi reflektansi terjadi  pada lapisan PSi karena adanya foton yang dipantulkan dengan sudut yang berbeda karena adanya perbedaan kedalaman pori yang terbentuk. Hasil karakterisasi AFM dan hasil karakterisasi reflektansi menunjukkan permukaan PSi yang terbentuk tidak homogen. Lapisan PSi yang terbentuk memiliki potensi sebagai lapisan anti-reflective.
IDENTIFIKASI REACTIVE OXYGEN SPECIES PADA PLASMA DIELECTRIC BARRIER DISCHARGE KONFIGURASI MESH-COPPER YANG DIRANGKAI SINGLE DAN DOUBLE MENGGUNAKAN OPTICAL EMISSION SPECTROSCOPY: Kata Kunci: Plasma DBD, spesies oksigen reaktif, spektroskopi optik emisi, rangkaian tunggal dan ganda Abdurrahman, Ahmad Faruq; Aprilia, Ayu; Zahar, Intan; Kusumandari, Kusumandari; Saraswati, Teguh Endah
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Vol 14 No 1
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v14n1.p13-20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi reactive oxygen species (ROS) yang dihasilkan oleh plasma dielectric barrier discharge (DBD) pada konfigurasi rangkaian single dan double menggunakan Optical Emission Spectroscopy (OES). Variasi reaktor DBD digunakan untuk mengevaluasi spektrum emisi plasma. Hasil menunjukkan bahwa intensitas spektrum emisi pada rangkaian double secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan Single. Produksi radikal OH dan O pada konfigurasi double lebih stabil, sementara emisi spektrum N₂ menunjukkan intensitas yang lebih besar dibandingkan dengan single. Stabilitas ini diuji lebih lanjut pada sampel dengan pH basa, yang menunjukkan penurunan pH menuju netral. Pengukuran suhu menunjukkan kestabilan selama proses berlangsung, menjadikan konfigurasi double DBD efektif untuk penelitian yang membutuhkan kestabilan suhu larutan. Hasil ini mengindikasikan bahwa rangkaian double dapat meningkatkan efisiensi produksi ROS dalam aplikasi plasma. Kata Kunci: Plasma DBD, spesies oksigen reaktif, spektroskopi optik emisi, rangkaian tunggal dan ganda Abstract This study aims to identify reactive oxygen species (ROS) generated by dielectric barrier discharge (DBD) plasma in single and double configurations using Optical Emission Spectroscopy (OES). Variations in DBD reactors were employed to evaluate the plasma emission spectra. The results showed that the emission intensity in the double configuration was generally higher than in the single configuration. The production of OH and O radicals in the double configuration was more stable, while the N₂ emission spectrum exhibited higher intensity compared to the single configuration. This stability was further tested on a sample with alkaline pH, which showed a decrease in pH toward neutrality. Temperature measurements demonstrated stability throughout the process, making the double DBD configuration effective for studies requiring solution temperature stability. These findings indicate that the double configuration can enhance ROS production efficiency in plasma applications. Keywords: DBD plasma, reactive oxygen species, optical emission spectroscopy, single and double configurations
Analysis of Dose Distribution Alpha and Secondary Particles in Therapy Alpha for Glioblastoma Cancer Using MCNP6 Software Agustina, Sheila; Suharyana, Suharyana; Kusumandari, Kusumandari; Arianto, Fajar
Journal of Physics and Its Applications Vol 7, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Diponegoro University Semarang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpa.v7i4.25893

Abstract

The alpha therapy modeling was performed for the treatment of glioblastoma brain cancer using MCNP6 software. The simulation used a head and neck phantom geometry, with a spherical shape of the radiation direction of the cancer cells with a radius of one cm divided into 27 targets. One radiation source is directed to each target center of the cancer cells with five energy variations, namely (430, 425, 415, 410, and 400) MeV. The simulation results are in the form of a distribution of absorbed doses in all targets and healthy cells around them. The simulation results show an average dose distribution of (1.2902 ± 0.0024) 10-11 Gy/alpha with an isodose level of 69.75%. The healthy organ that receives the largest dose and secondary particle distribution after cancer cells is the brain, with an accumulative dose of (1.7446 ± 0.0033) 10-15 Gy/alpha. The dose distribution on cancer cells shows that the irradiation time to kill glioblastoma cancer cells is (1456±0.14) seconds with an alpha current of 1 nA.
Lucutan Plasma Pijar Korona dengan Variasi Tegangan untuk Degradasi Metilen Biru kusumandari, kusumandari; Saraswati, Teguh Endah; Saputri, Nor Shalina
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 9, No 01 (2019): April
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.495 KB) | DOI: 10.13057/ijap.v9i01.29790

Abstract

Teknologi plasma merupakan metode pengolahan limbah yang cukup menjanjikan. Dalam penelitian ini, lucutan plasma dihasilkan dari dua buah elektroda jarum stainless steel yang dipasang paralel dan dihubungkan dengan tegangan tinggi bolak-balik (AC) sebesar 8.5 – 11.5 kV. Metilen biru digunakan sebagai larutan model. Elektroda berada sekitar 2 mm di atas larutan yang diletakkan pada magnetic stirrer dengan kecepatan 6 rpm. Waktu perlakuan yang digunakan adalah 2, 4, 6, 8, dan 10 menit untuk setiap tegangan. Karakteristik larutan meliputi absorbansi, pH dan suhu diukur sebelum dan sesudah perlakuan untuk mengetahui pengaruh tegangan dan lama waktu perlakuan plasma. Hasil yang didapat, absorbansi dan pH turun seiring kenaikan tegangan dan lama waktu perlakuan, sedangkan suhu akan semakin naik.
The Impact of Solvent Composition and Copper (Cu) Ion Doping on Dye Anthocyanin on Increasing Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Efficiency Puspitasari, Novi Dyah; Nurosyid, Fahru; Riyadi, Untung; Anisa, Sophia Dewi Nur; Kusumandari, Kusumandari
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 13, No 2 (2023): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v13i2.66716

Abstract

The development of Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) is increasing fast because fabrication costs are more affordable than silicon solar cells.  In this study, anthocyanin pigments were used as a natural dye source. Anthocyanins are a group of flavonoids that can be extracted most proficiently in acidic conditions; therefore, variations in the composition of solvents and acids significantly impact anthocyanin yield. The anthocyanin pigments in this study were extracted from dragon fruit peels using a maceration method with variations in methanol composition and the addition of hydrochloric acid or citric acid (3/0; 3/0.5; 3/1). This study aims to improve the efficiency of DSSC by varying the solvent composition and adding Cu ion doping. The characterizations include measurement of absorbance, functional group, and efficiency using UV-Vis Spectrophotometer, Fourier Transform Infrared (FTIR), and current-voltage, respectively.  The results show that anthocyanin dye with a composition of methanol/acid (3/0) and the addition of Cu ion produced the highest absorbance value and efficiency of 0.4102 Ω-1m-1 and 0.016%, respectively.
Sosialisasi dan Kinerja Pemasangan CCTV Berbasis Panel Surya sebagai Pengaman Lingkungan di Desa Triyagan, Jawa Tengah Supriyanto, Agus; Suryana, Risa; Nurosyid, Fahru; Iriani, Yofentina; Kusumandari, Kusumandari; Widiyandari, Hendri; Khairuddin, Khairuddin; Nurmala, Dina Siti; Dewi, Galuh Anjani Kirana; Her Rekenalita, Imevia; Putri, Karini Kayala; Putri, Safitri Amalia
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.109479

Abstract

Kegiatan sosialisasi kinerja Closed Circuit Television (CCTV) berbasis energi surya dilaksanakan di Desa Triyagan, kecamatan Mojolaban kabupaten Sukoharjo.  Kedgiatan ini sebagai upaya peningkatan keamanan lingkungan dengan teknologi yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat, cara kerja, dan keunggulan sistem CCTV yang menggunakan panel surya sebagai sumber energi utama. Teknologi ini memungkinkan sistem pengawasan lingkungan beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan terhadap pasokan listrik PLN.  Metode sosialisasi meliputi penyuluhan, demonstrasi langsung, dan diskusi interaktif bersama masyarakat dan aparat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam menjaga keamanan desa. Program ini diharapkan menjadi model penerapan teknologi hijau untuk sistem keamanan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat desa.
PENGENALAN SAINS SEJAK DINI MELALUI IT DAN ALAT PERAGA BAGI GURU PAUD DAN TK KECAMATAN POLOKARTO Soeparmi, Soeparmi; Yunianto, Mohtar; Kusumandari, Kusumandari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 2 (2021): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i2.52003

Abstract

Telah dilakukan upaya dalam rangka mengenalkan sains bagi anak usia dini melalui pelatihan yang diikuti oleh 46 Guru dari 23 sekolah PAUD dan TK se kecamatan Polokarto. Kegiatan dilaksanakan dalam 2 tahap, tahap 1 pengenalan sains berbasis IT yaitu mengenalkan aplikasi Augmented Reality AR Animal dan Planet AR,  tahap berikutnya pengenalan sains menggunakan alat peraga yaitu alat peraga kesetimbangan dan Angka digital. Sebelum dilakukan pelatihan sebagian besar belum dapat menimplementasikan IT dan alat peraga dalam mengenalkan sains ke anak didik, setelah  pelatihan dari hasil angket yang di sebarkan semua Guru dapat memanfaatkan media pembelajaran berbasis IT dan juga memahami dalam mengenalkan sains melalui alat peraga.
Edukasi Pengelolaan Sampah Organik di Yayasan Pendidikan Mutiara Insan Menuju Sekolah Berwawasan Mandiri Energi Kusumandari, Kusumandari; Suryana, Risa; Iriani, Yofentina; Nurosyid, Fahru; Widiyandari, Hendri; Khairuddin, Khairuddin
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.77098

Abstract

Sampah selalu menjadi permasalahan yang tak kunjung usai dan menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Kesadaran masyarakat Indonesia dalam pengelolaan sampah masih harus terus ditingkatkan. Secara umum sampah dapat dikategorikan sebagai sampah organik dan non organik. Kedua jenis sampah tersebut sejatinya dapat dimanfaatkan lagi. Sebagai contoh dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi barang-barang yang bermanfaat seperti vas bunga, pot, tempat pensil dan lain sebagainya Sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos atau bahkan untuk sampah organik dalam jumlah banyak dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baru biogas. Oleh karenanya dalam usulan pengabdian ini, akan dilakukan edukasi pengelolaan sampah organik di Yayasan Pendidikan Mutiara Insan Sukoharjo. Yayasan Pendidikan Mutiara Insan membawahi beberapa institusi pendidikan yaitu SMPIT Mutiara Insan, SDIT Mutiara Insan dan TKIT/PAUD Mutiara Insan. Sebagai lembaga Pendidikan dengan kurikulum fullday, yayasan menerapkan kebijakan pemberian katering snack maupun makan siang setiap harinya. Selain berdampak positif, hal tersebut tentunya menimbulkan masalah karena banyaknya sampah organik yang berasal dari potongan sayuran maupun sisa makanan siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperlukan edukasi untuk membangun kesadaran pengelolaan sampah organik tersebut. Edukasi dengan pemberian materi in class tentang pengelolaan sampah menjadi energi alternatif biogas. Kegiatan diikuti oleh pemangku kebijakan dari Yayasan Mutiara Insan dan juga perwakilan pemerintah setempat. Dari hasil pelatihan, peserta merasa mendapatkan pencerahan mengenai sampah organik sebagai sumber energi alternatif dan siap mendukung penerapannya di Yayasan Mutiara Insan sebagai usaha mewujudkan sekolah yang berwawasan mandiir energi. Dari pengabdian ini diharapkan masyarakat mendapatkan kemanfaatan edukasi dan teknologi tepat guna dalam usaha pengelolaan sampah khususnya sampah organik. 
Pengembangan Energi Alternatif Biogas dari Sampah Organik di Desa Wonorejo Polokarto Sukoharjo Kusumandari, Kusumandari; Suryana, Risa; Iriani, Yofentina; Nurosyid, Fahru; Widiyandari, Hendri; Khairuddin, Khairuddin; Yunianto, Mohtar; Praptomo, Mokhamad Sahid
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.94019

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah. Berbagai usaha pengelolaan sampah dilakukan untuk mengurangi penumpukan sampah. Salah satunya dengan pengelolaan sampah jenis organik menjadi sumber energi alternatif yaitu biogas. Dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dilakukan pengolahan sampah organik menjadi energi alternatif Biogas. Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Wonorejo Polokarto Sukoharjo. Desa Wonorejo terdiri atas beberapa dukuh dengan total penduduk berjumlah 5783 orang. Selain rumah penduduk, di desa Wonorejo juga terdapat beberapa institusi Pendidikan mulai dari SD sampai SMA dan juga pondok pesantren dibawah Muhammadiyah. Oleh karenanya wilayah desa Wonorejo termasuk wilayah yang padat penduduk dengan beban sampah yang dihasilkan per hari yang cukup banyak. Sampah tersebut terdiri atas sampah organik dan non organik. Untuk sampah non organik warga dapat mengumpulkannya dan menjual ke pengepul sampah non organik. Tetapi untuk sampah organik, penduduk masih menghadapi kendala karena belum dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Oleh karenanya pengolahan limbah organik menjadi biogas menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Pengolahan dimulai dengan pembuatan biodigester sebagai reaktor tempat terbentuknya gas, kemudian pengisian dengan starter dan uji fungsional. Dari pengabdian ini diharapkan masyarakat mendapatkan kemanfaatan teknologi tepat guna untuk menunjang kehidupan dalam usaha pengelolaan sampah khususnya sampah organik.