PT. X merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan. Kondisi yang terjadi saat ini pada Pelabuhan Pontianak adalah pelayanan bongkar muat yang belum mencapai target yang telah ditentukan. Berdasarkan data yang ada, diketahui bahwa jumlah TEU pelayanan bongkar muat pada tahun 2018 sebesar 273.930 TEU dengan target pelayanan bongkar muat tahun 2018 sebesar 280.000 TEU. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan terhadap proses bongkar muat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan simulasi dengan bantuan software ARENA. Penelitian dimulai dengan melakukan pengumpulan data-data yang diperlukan, diantaranya jumlah kapal yang tambat, jumlah quay control crane, jumlah reach stacker, jumlah gantry crane, jumlah truk tronton, jumlah peti kemas yang dibongkar muat dan waktu antar kedatangan kapal. Selanjutnya data-data tersebut akan digunakan dalam model ARENA. Skenario yang dijalankan berjumlah 3, dimana skenario yang terpilih adalah skenario yang dapat mencapai target TEU bongkar muat peti kemas. Hal itu dapat dilihat pada hasil analisa. Analisa yang dilakukan ada dua, yaitu analisa perbandingan peti kemas yang dibongkar muat dan analisa ketercapaian jumlah TEU yang ditargetkan. Analisa perbandingan peti kemas yang dibongkar dilakukan untuk membandingkan hasil running model ARENA eksisting dan model ARENA tiap skenario, sedangkan analisa ketercapaian jumlah TEU yang ditargetkan dilakukan untuk membandingkan jumlah TEU yang dibongkar muat untuk tiap skenario. Berdasarkan hasil analisa, maka diketahui bahwa skenario yang terpilih yaitu skenario penambahan 1 unit quay control crane di mana jumlah TEU yang dibongkar muat sebesar 333.305 TEU dengan target sebesar 313.000 TEU. Kata kunci : ARENA, bongkar muat, pelabuhan, simulasi, skenario.