Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Yang Mengalami Neuropati Diabetikum Melalui Latihan Senam Ergonomik SELANO, MARIA; Suhadi; Maria Theresia Priyastuti
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 2 (2021): JICE
Publisher : Journal of Innovation in Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.572 KB) | DOI: 10.30989/jice.v3i2.624

Abstract

Latar belakang :Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Jika dibandingkan dengan tahun 2013, prevalensi DM berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umum ≥ 15 tahun hasil Riskesdas 2018 meningkat menjadi 2 %. Hiperglikemia dapat berdampak buruk pada berbagai macam organ tubuh seperti neuropati diabetik, ulkus kaki, retinopati diabetik, nefropati diabetik dan gangguan pembuluh darah. Senam ergonomik adalah salah satu dari berbagai macam aktivitas fisik yang paling efektif diberikan kepada penderita diabetes dengan keluhan kurangnya tingkat sensitivitas kaki karena aktivitas senam ergonomik mempunyai manfaat meningkatkan sensitivitas kaki, memperlancar sirkulasi darah, memperkuat otot – otot kecil, mengatasi keterbatasan gerak sendi, mencegah terjadinya kelainan kaki dan meningkatkan kebugaran. Tujuan : Tujuan dari pemberian senam ergonomik ini adalah untuk meningkatkan sensitivitas kaki pasien diabetes melitus yang mengalami neuropati diabetikum sebanyak 20 pasien pada tanggal 06 Juli – 19 Juli 2019. Metode : Prosedur pelaksanaan yaitu pertama menjelaskan kepada pasien mengenai tujuan dalam pemberian latihan fisik senam ergonomik yaitu untuk meningkatkan sensitivitas kaki pada penderita neuropati diabetikum, menjelaskan cara kerja, melakukan pemeriksaan sensitivitas kaki dengan menggunakan monofilament test sebelum dilakukan senam ergonomik, melakukan senam ergonomik 1 kali sehari selama 14 hari dan pada hari terakhir melakukan test sensitivitas kaki dengan menggunakan monofilament test. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat peningkatan sensitifitas kaki pada pasien diabetes mellitus yang mengalami neuropati diabetikum dengan hasil rata – rata peningkatan sensitivitas kaki kiri setelah dilakukan senam ergonomik 1 kali sehari selama 14 hari sebesar 8,55 dan rata – rata peningkatan sensitivitas kaki kanan setelah dilakukan senam ergonomik 1 kali sehari selama 14 hari sebesar 8,5.
The Impact Of Multidisciplinary Lifestyle Interventions On The Health Of Patients With Diabetes Mellitus Selano, Maria; Handayani, Kristiana Prasetia; Damayanti , Ariani
Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jheip.v2i1.60

Abstract

Background of the Study: Diabetes mellitus is a growing global health problem, including in Indonesia, with a prevalence expected to reach 12% by the year 2025. This disease affects the quality of life and imposes a significant economic burden.Objectives and Scope of the Paper: The present research investigates how integrated lifestyle modifications encompassing nutritional guidance, physical exercise, psychological counseling, and health literacy affect the well-being of diabetic individuals at the Kagok Public Health Center in SemarangMethods: The research design used is a quasi-experimental design with two groups of pre-test and post-test. The sample consists of 60 patients with diabetes mellitus divided into an intervention group (n=30) and a control group (n=30). Evaluation was conducted over one month using a self-efficacy questionnaire and measurements of fasting blood glucose levels, blood pressure, and body mass index (BMI). Data analysis was performed using the Shapiro-Wilk normality test and the Mann-Whitney test for intergroup comparisons.Results: The study results indicate a significant increase in self-efficacy scores, as well as a decrease in blood glucose levels and blood pressure in the intervention group compared to the control group, with a p-value of < 0.05.Conclusion: Evidence from this study confirms that integrated lifestyle management significantly bolsters both clinical health outcomes and the perceived quality of life among diabetic populations. These insights serve as a cornerstone for designing specialized training curricula for clinicians and establishing enduring health intervention frameworks within the Indonesian context.