Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KELENGKAPAN ADMINISTRASI ADMINISTRASI RESEP PASIEN INSTALASI GAWAT DARURAT DI RSUD dr.ACHMAD DIPONEGORO PUTUSSIBAU TAHUN 2014 ., Rudiansyah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.082 KB)

Abstract

Setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan dari fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat mewujudkan derajat kesehatan setinggi-tingginya. Kesalahan pengobatan kemungkinan terjadi dalam proses pelayanan, sedangkan proses pengobatan berarti menjamin kualitas obat dan proses penggunaan obat untuk mancapai pengobatan maksimum dan terhindar dari efek sampingnya. Penanganan kasus gawat darurat selain harus dilaksanakan secara cepat tapi juga harus tepat. Untuk mengantisipasi kesalahan pengobatan pada pasien Instalasi Gawat Darurat, dapat dilakukan salah satunya dengan melakukan skrining resep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan administrasi resep pasien Instalasi Gawat Darurat di RSUD dr. Achmad diponegoro Putussibau. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional (potong lintang) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan cara pengumpulan lembar resep pasien Instalasi Gawat Darurat RSUD Putussibau mulai bulan Januari-Desember tahun 2014. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat administrasi resep yang tidak lengkap meliputi berat badan sebesar 100%, paraf dokter sebesar 58%, alamat pasien sebesar 34%, tanggal resep sebesar 14%, jenis kelamin pasien sebesar 100% dan tanda R/ sebesar 1%. Dari data tersebut dapat disimpulkan resep pasien Instalasi Gawat Darurat di RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau tidak ditemukan yang memenuhi administrasi resep.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MASYARAKAT PEMUKIMAN KUMUH (Slum Area) DI KELURAHAN MERANTI PANDAK KECAMATAN RUMBAI PESISIR KOTA PEKANBARU Rudiansyah "; Jonyanis "
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1, No 2: WISUDA OKTOBER 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health is state of well being of body, mind and social life that allows person to live socially and economically productive. To achieving healthy principle, the Ministry of Health (Depkes) has established 10 indicators of hygiene behavior and healthy. To achieve that, at least 65% of the people in region that is capable of running the PHBs as a pilot area to implement clean and healthy behaviors.Meranti Pandak village is one of the villagers in Pekanbaru city slums are still there and will be prone to floods. There were 10 RW out of 13 RW classified as slum. This is because density of population making those areas classified as slums.Of the data pekanbaru city health department, noted that districts Rumbai Pesisir an area prone diarrheal disease, one of the most common is in village Meranti Pandak. The case is going on because there are many people in the area who haven’t running clean and healthy living behaviors.As for the purpose of this study was to determine whether people in the area are already running 10 PHBs indicators by the government, as well as find out what the factors that influence them in carrying out these PHBsBased on the result of research on behavior of living clean and healthy (PHBs) it can be seen the people in Meranti Pandak village has not reached the target 65% in running the 10 indicators PHBs. This is because the factors affect the community in running 10 indicators PHBs.Keywords: 10 Indicators PHBs, Health, Hygiene, Factors affecting.
SOSIALISASI TENTANG PENGGUNAAN KARTU IDENTITAS BEROBAT (KIB) DI PUSKESMAS EMPARU TAHUN 2021 Herman, Joni; Rudiansyah; Aditya Sardi; Adventia Natalia Christy; Theodora Nurcahayana Nainggolan
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus: Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v2i2.918

Abstract

Kartu Identitas Berobat merupakan kartu identitas milik pasien di suatu instansi pelayanan kesehatan. tahun 2020 didapatkan bahwa pasien yang tidak membawa kartu berobat sebanyak 1223. Penyebab pasien tidak membawa kartu yaitu karena lupa dan belum memiliki kartu berobat. Tujuan, untuk mengetahui manfaat penggunaan Kartu Identitas Berobat, untuk mengetahui dampak jika tidak membawa atau memiliki Kartu Identitas Berobat. Metode, Penyampaian materi dengan metode ceramah dan diskusi. Hasil, Peserta sosialisasi mengetahui manfaat penggunaan Kartu Identitas Berobat di buktikan bahwa menurut peserta manfaat Kartu Identitas Berobat memudahkan petugas rekam medis dalam mencari nomor rekam medis pasien, Peserta sosialisasi mengetahui dampak jika tidak membawa atau memiliki Kartu Identitas Berobat, dibuktikan bahwa petugas pendaftaran kesulitan dalam mencari data pasien. Kesimpulan, pentingnya Kartu identitas Berobat memudahkan petugas pendaftaran dalam mencari nomor rekam medis.
EDUKASI PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI MEDIA POSTER KEPADA MASYARAKAT DESA DUKUH KECAMATAN INDRAMAYU Rudiansyah Rudiansyah; Depi Yulyanti; Ade Melanda Septriana; Ashfi Royhana; Mia Alfenti
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i2.346

Abstract

Melonjaknya angka positif Covid di Indonesia, seharusnya menambah kesadaran masyarakat terhadap bahaya pandemi dan penerapan protokol kesehatan. Kegiatan ini bertujuan: agar masyarakat melaksanakan protokol pencegahan Covid-19, melaksanakan langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan penyebaran Covid-19, melaksanakan penyebaran informasi tentang Covid-19 dalam bentuk mengajak peran serta kepedulian masyarakat dalam pencegahan Covid-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan ketua RT/RW desa Dukuh Kecamatan Indramayu sebagai kelompok sasaran. Metodelogi kegiatan ini dimulai dari tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan penggalian informasi pengetahuan masyarakat mengenai Covid-19 pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan terdapat perbedaan yang mengarah pada progress yang lebih baik. Dimana sebelumnya masyarakat belum begitu paham terkait Covid-19, tetapi setelah dilakukan kegiatan pemberian informasi dan edukasi melalui media poster, akhirnya masyarakat menjadi lebih memahami dan menjadi lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak serta menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini masyarakat dapat menerima dan menjadi lebih memahami informasi mengenai langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan infeksi Covid-19 dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan