Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Permintaan Daging Ayam Broiler Di Kota Pontianak Putri, Maya SariDwi; Sudrajat, Jajat Sudrajat; Hidayat, Rakhmad Hidayat
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36580

Abstract

Usaha peternakan di Indonesia mempunyai arti penting bagi kehidupan sosial ekonomi sebagian masyarakat terutama untuk mencukupi kebutuhan nutrisi terutama protein hewani akan lebih efisien apabila dilakukan dengan meningkatkan konsumsi pangan yang bersumber dari komoditi peternakan khususnya daging ayam ras (broiler). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang memengaruhi permintaan daging ayam ras (broiler) di Kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode accidental sampling ditemui cocok sebagai sumber data. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 100 responden. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda, data diolah menggunakan program SPSS versi 18. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah harga daging sapi, harga daging ayam, jumlah anggota keluarga, pendapatan, umur, pendidikan, harga bawang merah dan harga bawang putih. Hasil analisis menunjukan bahwa variabel harga daging sapi, jumlah anggota keluarga, pendapatan, umur, pendidikan, harga bawang merah, harga bawang putih memiliki pengaruh positif dan nyata terhadap permintaan daging ayam ras (broiler), sedangkan faktor harga daging ayam ras (broiler) berpengaruh secara negatif terhadap permintaan daging ayam ras (broiler). Kata Kunci: ayam broiler, faktor permintaan, regresi linier berganda,SPSS
Soil Quality Index of Tropical Peatlands Affected by Canal Blockages Nusantara, Rossie Wiedya; Gusmayanti, Evi Gusmayanti; Sudrajat, Jajat Sudrajat
Indonesian Journal of Geography Vol 57, No 2 (2025): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.99247

Abstract

This study aimed to determine the Soil Quality Index (SQI) of peatlands where canal blocking was implemented. The research was conducted in two villages in Kubu Raya District, West Kalimantan Province e.g. Madu Sari and Teluk Empening. The sites in Madu Sari were impacted by permanent canal blocking with horticultural crops (M1) and corn (M2), while the sites in Teluk Empening had simple canal blocking with rubber (E1) and horticultural crops (E2). A total of 24 peat soil samples were collected from a depth of 0-20 cm. These samples were analyzed for nineteen physical, chemical, and biological indicators, including peat depth, water-table depth, bulk density, water content, total porosity, permeability, pH, organic carbon, total nitrogen, CN ratio, available phosphorus, exchangeable sodium, exchangeable potassium, exchangeable calcium, exchangeable magnesium, cation exchange capacity, base saturation, ash content, and earthworm. Statistical tests used ANOVA and brown-forsythe to determine the effect of location, as well as tukey test and howell games for further tests. The reduction from 19 to 13 indicators was based on the correlation of the constituent indicators with a value of r>0.5. There are 3 steps  to determine SQI, namely to identification of the minimum data set (MDS), (2) the scoring of the MDS indicators, and (3) the calculation of the SQI value. The SQI values for the sites were 0.64 (good) for M1, 0.56 (moderate) for M2, 0.50 (moderate) for E1, and 0.52 (moderate) for E2, reflecting varying levels of soil quality across the locations. The addition of organic matter from manure has a positive impact on soil quality compared to the application of inorganic fertilisers and intensive tillage.Received: 2024-08-19 Revised: 2024-11-15 Accepted: 2025-08-15 Published: 2025-08-19 
DAMPAK KEBERADAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT KALIMANTAN AGRO PUSAKA TERHADAP PENDAPATAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT DI KABUPATENKAYONG UTARA Julia, Julia Julia; Sudrajat, Jajat Sudrajat; Suharyani, Anita Suharyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36586

Abstract

ABSTRAK Berkembangnya perkebunan kelapa sawit diharapkan dapat memberikan dampak atau manfaat yang positif bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mendeskripsikan dampak perkebunan kelapa sawit PT Kalimantan Agro Pusaka terhadap kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, menganalisis perbedaan pendapatan dan distribusi pendapatan rumah tangga masyarakat sebelum dan sesudah adanya perkebunan kelapa sawit PT KAP. Perbedaan pendapatan dianalisis menggunakan uji t dan untuk menganalisis distribusi pendapatan menggunakan nilai Gini Rasio dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum adanya perkebunan kelapa sawit masyarakat Desa Sungai Paduan mayoritas bekerja sebagai petani, setelah adanya perkebunan kelapa sawit PT KAP, masyarakat memiliki kesempatan bekerja di perkebunan baik sebagai mandor, pemanen, perawatan, dan lainnya, dari perkerjaan tersebut pendapatan masyarakat menjadi lebih tetap setiap bulannya, selain itu muncul usaha-usaha baru seperti warung-warung sembako, penjual bensin, membuka bengkel, dan lainnya yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk menambah penghasilan. Berdasarkan hasil uji t terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah adanya perkebunan. Berdasarkan analisis gini rasio, pendapatan rumah tangga sebelum adanya perkebunan memiliki nilai gini sebesar 0,32 artinya pendapatan rumah tangga masyarakat sebelum adanya perkebunan termasuk kategori ketimpangan sedang. Sedangkan pendapatan rumah tangga sesudah adanya perkebunan memiliki nilai gini sebesar 0,24 artinya pendapatan rumah tangga sesudah adanya perkebunan termasuk kategori ketimpangan rendah. Hal ini menunjukkan bahwa dampak keberadaan perkebunan kelapa sawit PT KAP berdampak positif terhadap masyarakat sekitar.Kata Kunci : Dampak,, Distribusi Pendapatan, Kabupaten Kayong Utara Pendapatan
HUBUNGAN ANTARA KEAKTIFAN DALAM KELOMPOK TANI DAN MANFAAT YANG DIPEROLEH PETANI (Studi Kasus : Desa Rasau Jaya Dua, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya) Rianti, Siti Yaumah; Sudrajat, Jajat Sudrajat; Imelda, Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36706

Abstract

ABSTRAK Dalam bidang pertanian pemerintah menerapkan pendekatan keaktifan melalui kelompok tani yang diharapkan dapat mendatangkan manfaat lebih kepada petani terkait penyuluhan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat yang diperoleh anggota kelompok tani yang aktif mengikuti setiap kegiatan yang dilaksakan oleh penyuluh pertanian. Adapun pengambilan area sampel dilakukan secara Purposive dan penentuan jumlah sampel anggota tiap kelompok tani menggunakan metode Slovin. Kemudian untuk mengukur tingkat peranan anggota kelompok tani dalam program penyuluhan, digunakan 3 indikator dengan 3 kategori yaitu tinggi, sedang, rendah, ketiga kategori tersebut dijabarkan dalam bentuk kuisioner dengan menggunakan metode skala likert. Kemudian untuk menguji ada tidaknya hubungan antara tingkat keaktifan anggota terhadap manfaat yang diperoleh anggota dalam kelompok tani di Desa Rasau Jaya Dua, digunakan alat analisis korelasi Rank Spearman. Pengujian menggunakan uji satu sisi dengan tingkat signifikansi α = 5% dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan analisa korelasi Rank Spearman terdapat hubungan yang kuat antara keaktifan anggota dengan manfaat yang diperoleh petani, hubungan terlihat dari nilai korelasi manfaat ekonomi sebesar 0,721 dan manfaat sosial sebesar 0,717. Semakin tinggi nilai positifnya maka manfaat yang diperoleh anggota yang aktif juga semakin tinggi. Kata Kunci: Kelompok Tani, Keaktifan petani, Penyuluhan, dan Korelasi.