Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Menyiasati Rendahnya Harga Dasar Gabah Dikalangan Petani Anto, Yudi
Biospektrum Jurnal Biologi No. 01 Tahun I/Juli 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Online Biospektrum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini beras jadi primadona lagi. Harga padi yang semula membaik, anjlok tanpa sebab yang jelas. Beberapa pendapat menuding beras impor sebagai penyebabnya. Peran Bulog pun ikut dipertanyakan. Sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah masih juga belum bisa mendongkrak harga beras. Apa yang terjadi?Saat orang ramai-ramai mengkambing hitamkan beras impor, sejumlah pemerhati malah membedah kebijakan beras yang berlaku. Mereka yang tergabung dalam Tim Himpunan Alumni IPB mempertanyakan arah kebijakan beras yang dianggap membingungkan.Seperti diketahui Orde Baru membangun sistem perberasan dengan 5 unsur. "Yaitu menetapkan harga dasar gabah, memberikan fasilitas KUT, melakukan pembelian gabah oleh Bulog, mengendalikan impor melalui monopoli impor oleh Bulog, dan melakukan manajemen stok oleh Bulog," jelas Dr. Bayu Krisnamurti.Ironisnya, "Kerangka kebijakan pangan kabinet hari ini masih menggunakan cara lama, baik semangat, karakter, dan platform-nya," ujar Dr. Bustanul Arifin. Padahal banyak hal yang sudah tidak selaras, tetapi masih juga diteruskan.Misalnya, pemerintah terlalu tergantung pada Bulog. "Padahal kita tahu monopoli beras tidak lagi dipegang oleh Bulog," tutur Bustanul. Jika dahulu Bulog mendapat dana dari KLBI sekitar Rp400 milyar Rp600-milyar, kini sudah tak ada lagi. Alhasil gabah menumpuk dan harga gabah masih anjlok.
Lobster Air Tawar Australia Datang Pasokan Bibit Terjamin Anto, Yudi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 10 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1601

Abstract

Beberapa bongkah es batu itu segera dimasukkan dalam kolam berukuran 1 m x2,5 m. Setelah yakin air kolam itu bersuhu 20°C, sang empunya mencemplungkan sekitar 330 set lobster walkamin berukuran 12,5—20 cm. Semua diimpor langsung dari Australia. Tak sampai 3 hari lobster walkamin itu sudah berpindah ke tangan peternak.Dari sebuah kolam sang empunya, Sugiono, memperoleh pendapatan Rp4,5-juta.Sebagai importir, sejak 3 bulan silam Sugiyono memang getol untuk mengatasi kekurangan bibit. Bayangkan seekor lobster walkamin bisa memproduksi 700— 800 telur,” ujar pemilik TO Yabby Farm di Jakarta Timur itu.Sampai pertengahan Agustus 2006, ayah 1 putri itu sudah mengimpor 1.540 lobster walkamin. Memang sebagian besar pembelinya plasma binaan. Mereka mendapat prioritas karena farm mitra usaha tani sendiri mendapat order pasokan bibit hingga 50.000 ekor ukuran 2 inci per bulan. “Sampai sekarang belum terlayani,” ujarnya. Itu berarti 2— 3 kali lipat daripada produksi indukan lobster lokal yang cuma 300—400 butir.Boyong indukanIndukan lobster walkamin memang spesial. Menurut Freshwater Fisheriesh and Aquaculture Center (FFCA) di Queensland, Australia, strain silangan redclaw dari Sungai Flinders dan Gilbert itu memiliki pertumbuhan 37% lebih cepat daripada semua strain terbaik yang ada seperti strain flinders dan gilbert.Padahal, strain flinders bila dibandingkan lobster lokal (tanpa inbreeding) lebih cepat sekitar 10—20%. Dalam waktu 1 bulan starin flinders bisa menembus ukuran 5 cm; lokal butuh 2 bulan. lobster walkamin lebih singkat lagi, kurang dari sebulan untuk ukuran yang sama. Cepatnya pertumbuhan lobster lobster walkamin diharapkan bisa memenuhi permintaan pasar lobster ukuran konsumsi.Keunggulan lobster walkamin membuat Ir Cuncun Setiawan di Bintaro, Tangerang, ikut membeli 60 set berukuran 12 cm. “lobster walkamin bisa menutupi kekurangan bibit untuk mencetak lobster konsumsi,” ujar pemilik Bintaro Fish Farm itu.Pun Bernard Raharjo di Meruya, Jakarta Barat. Ia sengaja memesan 50 indukan lobster walkamin untuk mendongkrak produksi bibit. Maklum ia hanya mampu menghasilkan 10.000 bibit per bulan dari total permintaan 12.000—15.000 bibit/bulan.“Sudah banyak yang minta, tapi tidak bisa dipenuhi. Tidak ada barang,” ujar Bejo. Begitu juga dengan Rico, peternak di Yogyakarta.Margin tinggiHarga lobster walkamin sebetulnya cukup mahal. Di tangan peternak, ukuran 12,5 cm dibandrol Rp1,5-juta/set. Ukuran 15 cm ke atas mencapai Rp2,l-juta/set. Satu set terdiri dari 5 jantan dan 3 betina. Namun meski harga relatif mahal, tidak menyurutkan peminat untuk membeli lobster walkamin. Agung Lukito di Jakarta Timur misalnya. Untuk mendapatkan 8 set indukan ia rela merogoh '<ocek Rpl2-juta. “Harus adu cepat dengan peternak lain. Kalau tidak, ya kehabisan barang,” ujar Agung.Tingginya harga sebanding tingginya produksi telur. Umumnya indukan siap produksi sekitar 3—4 bulan ke depan. Setiap siklus kawin betina sepanjang 12,5 cm bisa menggendong hingga 700 telur. Dengan asumsi tingkat kelulusan hidup dari telur sampai ukuran 5 cm sebesar 90%, diperoleh 630 bibit siap jual.Berdasarkan lacakan Trubus, harga bibit 5 cm berkisar Rp2.500—Rp3.000 per ekor. Pendapatan yang diperoleh dari setiap .nduk betina Rp 1,58-juta per siklus. Angka itu jauh lebih tinggi ketimbang memakai induk lokal yang hanya menghasilkan Rp900.000/siklus.Atasi inbreedingMenurut FX Santoso Produktivitas indukan lokal juga sebetulnya bisa setara lobster walkamin, Misal ukurannya minimal 12,5 cm. berkurangnya produksi bibit yang Terjadi sekarang ini lantaran indukan yang dipakai belum mencapai ukuran ideal. Indukan ideal minimal berukuran 12,5 cm. “Kurang dari itu pasti produksinya sedikit,” ujar pemilik Santoso Farm di Surabaya itu.Hal lain yang menyebabkan produksi bibit melorot adalah inbreeding. Indukan lokal inbreeding berukuran 14 cm maksimal hanya menghasilkan 300 burayak. Padahal, sebelum kasus perkawinan sedarah itu, betina lokal dapat menghasilkan 500 telur. “Akibat inbreeding anakan menjadi kuntet. Kalau kuntet produksi bisa turun hingga 80%,” ujar Santoso.Inbreeding dapat dicegah dengan seleksi bibit dan indukan. Itu pula yang dilakukan Iwan Wibowo, peternak di Yogyakarta. Ia sengaja membeli induk jantan dan betina dari tempat berbeda. Di setiap kolam pemijahan tertera asal-usul induk. Anakan yang dihasilkan pun diletakkan dalam kolam terpisah dan ditandai. “Dengan cara itu sampai sekarang saya belum alami inbreeding" ujar Iwan.Cara serupa dijalani Agung. Menurutnya, indukan lobster walkamin pun sebaiknya tidak dikawinkan dengan sesama lobster walkamin. “Malah bisa inbreeding juga,” tuturnya. Solusinya, indukan lobster walkamin betina yang didatangkan dikawinkan dengan jantan lokal. Keunggulan lobster walkamin jantan dan betina sama-sama menurunkan anakan kualitas baik. Karena itu janji manis lobster walkamin dapat memenuhi harapan peternak seperti Sugiono bukan lagi sebuah impian.
organic livestock farming Anto, Yudi
Alhurriyah Vol 1 No 2 (2016): Juli - Desember 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v1i2.5241

Abstract

Seorang petani yang memiliki ternak sebagai bagian dari pertanian organiknya tidak perlu membeli lebih banyak produk penggabungan tanah. Di peternakan, limbah ternak dapat digunakan seperti halnya pupuk kandang. Kotoran dari susu dan unggas, menurut Penelitian dan Pendidikan Pertanian Berkelanjutan , memiliki efek pengapuran dan benar-benar menangkal pengasaman. Memasukkan kotoran hewan yang dapat diterima secara lingkungan dapat bermanfaat dalam berbagai cara, menurut laporan tersebut.Struktur tanah yang lebih baik, misalnya, menyebabkan peningkatan infiltrasi air, kapasitas menahan air yang lebih baik, retensi nutrisi yang baik, dan peningkatan keragaman mikroba. Kapasitas untuk katalisis dan pH tanah keduanya dipengaruhi secara positif.Menurut 'Komunitas Pembelajaran Lingkungan Ternak dan Unggas', pupuk kandang yang diterapkan dengan tepat berpotensi memberikan berbagai manfaat lingkungan, termasuk peningkatan kadar karbon tanah dan kadar karbon atmosfer yang lebih rendah, pengurangan pencucian nitrat, dan pengurangan erosi tanah.Aplikasi permukaan pupuk organik bertindak serupa dengan sisa tanaman, menurut percobaan di lapangan. Pupuk kandang, seperti sisa-sisa pertanian, dapat melapisi permukaan tanah dan mencegah erosi yang disebabkan oleh hujan.
Lobster Air Tawar Australia Datang Pasokan Bibit Terjamin Anto, Yudi
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 10 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa bongkah es batu itu segera dimasukkan dalam kolam berukuran 1 m x2,5 m. Setelah yakin air kolam itu bersuhu 20°C, sang empunya mencemplungkan sekitar 330 set lobster walkamin berukuran 12,5—20 cm. Semua diimpor langsung dari Australia. Tak sampai 3 hari lobster walkamin itu sudah berpindah ke tangan peternak.Dari sebuah kolam sang empunya, Sugiono, memperoleh pendapatan Rp4,5-juta.Sebagai importir, sejak 3 bulan silam Sugiyono memang getol untuk mengatasi kekurangan bibit. Bayangkan seekor lobster walkamin bisa memproduksi 700— 800 telur,” ujar pemilik TO Yabby Farm di Jakarta Timur itu.Sampai pertengahan Agustus 2006, ayah 1 putri itu sudah mengimpor 1.540 lobster walkamin. Memang sebagian besar pembelinya plasma binaan. Mereka mendapat prioritas karena farm mitra usaha tani sendiri mendapat order pasokan bibit hingga 50.000 ekor ukuran 2 inci per bulan. “Sampai sekarang belum terlayani,” ujarnya. Itu berarti 2— 3 kali lipat daripada produksi indukan lobster lokal yang cuma 300—400 butir.Boyong indukanIndukan lobster walkamin memang spesial. Menurut Freshwater Fisheriesh and Aquaculture Center (FFCA) di Queensland, Australia, strain silangan redclaw dari Sungai Flinders dan Gilbert itu memiliki pertumbuhan 37% lebih cepat daripada semua strain terbaik yang ada seperti strain flinders dan gilbert.Padahal, strain flinders bila dibandingkan lobster lokal (tanpa inbreeding) lebih cepat sekitar 10—20%. Dalam waktu 1 bulan starin flinders bisa menembus ukuran 5 cm; lokal butuh 2 bulan. lobster walkamin lebih singkat lagi, kurang dari sebulan untuk ukuran yang sama. Cepatnya pertumbuhan lobster lobster walkamin diharapkan bisa memenuhi permintaan pasar lobster ukuran konsumsi.Keunggulan lobster walkamin membuat Ir Cuncun Setiawan di Bintaro, Tangerang, ikut membeli 60 set berukuran 12 cm. “lobster walkamin bisa menutupi kekurangan bibit untuk mencetak lobster konsumsi,” ujar pemilik Bintaro Fish Farm itu.Pun Bernard Raharjo di Meruya, Jakarta Barat. Ia sengaja memesan 50 indukan lobster walkamin untuk mendongkrak produksi bibit. Maklum ia hanya mampu menghasilkan 10.000 bibit per bulan dari total permintaan 12.000—15.000 bibit/bulan.“Sudah banyak yang minta, tapi tidak bisa dipenuhi. Tidak ada barang,” ujar Bejo. Begitu juga dengan Rico, peternak di Yogyakarta.Margin tinggiHarga lobster walkamin sebetulnya cukup mahal. Di tangan peternak, ukuran 12,5 cm dibandrol Rp1,5-juta/set. Ukuran 15 cm ke atas mencapai Rp2,l-juta/set. Satu set terdiri dari 5 jantan dan 3 betina. Namun meski harga relatif mahal, tidak menyurutkan peminat untuk membeli lobster walkamin. Agung Lukito di Jakarta Timur misalnya. Untuk mendapatkan 8 set indukan ia rela merogoh '<ocek Rpl2-juta. “Harus adu cepat dengan peternak lain. Kalau tidak, ya kehabisan barang,” ujar Agung.Tingginya harga sebanding tingginya produksi telur. Umumnya indukan siap produksi sekitar 3—4 bulan ke depan. Setiap siklus kawin betina sepanjang 12,5 cm bisa menggendong hingga 700 telur. Dengan asumsi tingkat kelulusan hidup dari telur sampai ukuran 5 cm sebesar 90%, diperoleh 630 bibit siap jual.Berdasarkan lacakan Trubus, harga bibit 5 cm berkisar Rp2.500—Rp3.000 per ekor. Pendapatan yang diperoleh dari setiap .nduk betina Rp 1,58-juta per siklus. Angka itu jauh lebih tinggi ketimbang memakai induk lokal yang hanya menghasilkan Rp900.000/siklus.Atasi inbreedingMenurut FX Santoso Produktivitas indukan lokal juga sebetulnya bisa setara lobster walkamin, Misal ukurannya minimal 12,5 cm. berkurangnya produksi bibit yang Terjadi sekarang ini lantaran indukan yang dipakai belum mencapai ukuran ideal. Indukan ideal minimal berukuran 12,5 cm. “Kurang dari itu pasti produksinya sedikit,” ujar pemilik Santoso Farm di Surabaya itu.Hal lain yang menyebabkan produksi bibit melorot adalah inbreeding. Indukan lokal inbreeding berukuran 14 cm maksimal hanya menghasilkan 300 burayak. Padahal, sebelum kasus perkawinan sedarah itu, betina lokal dapat menghasilkan 500 telur. “Akibat inbreeding anakan menjadi kuntet. Kalau kuntet produksi bisa turun hingga 80%,” ujar Santoso.Inbreeding dapat dicegah dengan seleksi bibit dan indukan. Itu pula yang dilakukan Iwan Wibowo, peternak di Yogyakarta. Ia sengaja membeli induk jantan dan betina dari tempat berbeda. Di setiap kolam pemijahan tertera asal-usul induk. Anakan yang dihasilkan pun diletakkan dalam kolam terpisah dan ditandai. “Dengan cara itu sampai sekarang saya belum alami inbreeding" ujar Iwan.Cara serupa dijalani Agung. Menurutnya, indukan lobster walkamin pun sebaiknya tidak dikawinkan dengan sesama lobster walkamin. “Malah bisa inbreeding juga,” tuturnya. Solusinya, indukan lobster walkamin betina yang didatangkan dikawinkan dengan jantan lokal. Keunggulan lobster walkamin jantan dan betina sama-sama menurunkan anakan kualitas baik. Karena itu janji manis lobster walkamin dapat memenuhi harapan peternak seperti Sugiono bukan lagi sebuah impian.
organic livestock farming Anto, Yudi
Alhurriyah Vol 1 No 2 (2016): Juli - Desember 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v1i2.5241

Abstract

Seorang petani yang memiliki ternak sebagai bagian dari pertanian organiknya tidak perlu membeli lebih banyak produk penggabungan tanah. Di peternakan, limbah ternak dapat digunakan seperti halnya pupuk kandang. Kotoran dari susu dan unggas, menurut Penelitian dan Pendidikan Pertanian Berkelanjutan , memiliki efek pengapuran dan benar-benar menangkal pengasaman. Memasukkan kotoran hewan yang dapat diterima secara lingkungan dapat bermanfaat dalam berbagai cara, menurut laporan tersebut.Struktur tanah yang lebih baik, misalnya, menyebabkan peningkatan infiltrasi air, kapasitas menahan air yang lebih baik, retensi nutrisi yang baik, dan peningkatan keragaman mikroba. Kapasitas untuk katalisis dan pH tanah keduanya dipengaruhi secara positif.Menurut 'Komunitas Pembelajaran Lingkungan Ternak dan Unggas', pupuk kandang yang diterapkan dengan tepat berpotensi memberikan berbagai manfaat lingkungan, termasuk peningkatan kadar karbon tanah dan kadar karbon atmosfer yang lebih rendah, pengurangan pencucian nitrat, dan pengurangan erosi tanah.Aplikasi permukaan pupuk organik bertindak serupa dengan sisa tanaman, menurut percobaan di lapangan. Pupuk kandang, seperti sisa-sisa pertanian, dapat melapisi permukaan tanah dan mencegah erosi yang disebabkan oleh hujan.