Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

OPTIMASI KOEFISIEN TRANSFER MASSA PADA EKSTRAKSI MINYAK BIJI KETAPANG Purwanti, Ani; -, Sumarni; -, Sugiyanto
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 2 No 2 Februari 2010
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.063 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v2i2.433

Abstract

Mass transfer between solid and liquid is commonly found in extraction process. Oil extraction from catappa seeds was carried out in the stirred flask using normal hexane as a solvent. The aim of this research is to show a dimensionless equation of a Sherwood number {/} as a function both of Reynolds number {/} and Schimdt number {/}. The experiment was conducted in the room temperature, around 290C, stirring speed 500 rpm, blade diameter 2 cm, and the ratio between the mass of catappa seeds and the volume of solvent was 20 gr/100mL–20 gr/200 mL. The calculation error was 0.072%. Based on the research, it is found that Sh = 0,2166.106 . Re-1,506. Sc1,120.
OPTIMASI KOEFISIEN TRANSFER MASSA PADA EKSTRAKSI MINYAK BIJI KETAPANG Purwanti, Ani; -, Sumarni; -, Sugiyanto
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 2 No 2 Februari 2010
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v2i2.433

Abstract

Mass transfer between solid and liquid is commonly found in extraction process. Oil extraction from catappa seeds was carried out in the stirred flask using normal hexane as a solvent. The aim of this research is to show a dimensionless equation of a Sherwood number {/} as a function both of Reynolds number {/} and Schimdt number {/}. The experiment was conducted in the room temperature, around 290C, stirring speed 500 rpm, blade diameter 2 cm, and the ratio between the mass of catappa seeds and the volume of solvent was 20 gr/100mL–20 gr/200 mL. The calculation error was 0.072%. Based on the research, it is found that Sh = 0,2166.106 . Re-1,506. Sc1,120.
PENGARUH AEROBIC EXERCISE TERHADAP KADAR GULA DARAH SEWAKTU DAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DENGAN KONDISI DIABETESMELITUS TIPE II: PENDAHULUAN,METODE,HASIL,PEMBAHASAN,KESIMPULAN, DAFTAR PUSTAKA -, Sumarni
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v4i1.23984

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Lansia adalah seseorang yang sudah mencapai usia 60 tahun keatas. Lansia akan mengalami penurunan kapasitas fungsional, degeneratif yang dapat memicu terjadinya Pengakit Tidak Menular (PMT) diantaranya seperti Diabetes Melitus tipe II. Diabetes melitus merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan kapasitas fungsional, penurunan kualitas hidup, dan dapat mengebabkan komplikasi lainnya seperti penyakit stroke. Penurunan kualitas hidup terjadi karena gaya hidup seseorang. Upaya untuk mengontrol gula darah dan kualitas hidup pada pasien diabetes, salah satunya dengan menberikan Aerobic exercise. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh aerobic exercise terhadap kadar gula darah sewaktu dan kualitas hidup pada lansia. Metode penelitian: jenis penelitian quasi experimental dengan menggunakan pre test and post test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes melitus tipe II yang berada di puskesma Gamping II. Sampel penelitian sebanyak 22 responden dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan Wilcoxom signed rank test. Hasil penelitian: dari hasil rata-rata selisih pre dan pots gula darah sewaktu yaitu 28,14 dan hasil nilai rata-rata pre dan pots kualitas hidup selisih 1,37 Setelah dilakukan intervensi aerobic exercise selama 4 minggu efektifitas menurunkan tingkat gula darah dan meningkatkan kualitas hidup dengan nilai p value= 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh aerobic exercise terhadap penurunan gula darah sewaktu dan peningkatan kualitas hidup pada lansia. Saran: Penelitian ini dapat dijadikan perbandingan apabila ingin melakukan penelitian tentang pengaruh aerobic exercise terhadap gula darah sewaktu dan kualitas hidup pada lansia dengan kondisi diabetes melitus tipe II. Kata kunci : Lansia, Diabetes melitus tipe II, Kualitas hidup, Aerobic exercise,
PENGARUH AEROBIC EXERCISE TERHADAP KADAR GULA DARAH SEWAKTU DAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DENGAN KONDISI DIABETESMELITUS TIPE II: PENDAHULUAN,METODE,HASIL,PEMBAHASAN,KESIMPULAN, DAFTAR PUSTAKA -, Sumarni
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v4i1.23984

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Lansia adalah seseorang yang sudah mencapai usia 60 tahun keatas. Lansia akan mengalami penurunan kapasitas fungsional, degeneratif yang dapat memicu terjadinya Pengakit Tidak Menular (PMT) diantaranya seperti Diabetes Melitus tipe II. Diabetes melitus merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan kapasitas fungsional, penurunan kualitas hidup, dan dapat mengebabkan komplikasi lainnya seperti penyakit stroke. Penurunan kualitas hidup terjadi karena gaya hidup seseorang. Upaya untuk mengontrol gula darah dan kualitas hidup pada pasien diabetes, salah satunya dengan menberikan Aerobic exercise. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh aerobic exercise terhadap kadar gula darah sewaktu dan kualitas hidup pada lansia. Metode penelitian: jenis penelitian quasi experimental dengan menggunakan pre test and post test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes melitus tipe II yang berada di puskesma Gamping II. Sampel penelitian sebanyak 22 responden dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan Wilcoxom signed rank test. Hasil penelitian: dari hasil rata-rata selisih pre dan pots gula darah sewaktu yaitu 28,14 dan hasil nilai rata-rata pre dan pots kualitas hidup selisih 1,37 Setelah dilakukan intervensi aerobic exercise selama 4 minggu efektifitas menurunkan tingkat gula darah dan meningkatkan kualitas hidup dengan nilai p value= 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh aerobic exercise terhadap penurunan gula darah sewaktu dan peningkatan kualitas hidup pada lansia. Saran: Penelitian ini dapat dijadikan perbandingan apabila ingin melakukan penelitian tentang pengaruh aerobic exercise terhadap gula darah sewaktu dan kualitas hidup pada lansia dengan kondisi diabetes melitus tipe II. Kata kunci : Lansia, Diabetes melitus tipe II, Kualitas hidup, Aerobic exercise,
Praktik Penggunaan Herbal pada Ibu Menyusui di Kelurahan Karangklesem Purwokerto Selatan Purwokerto -, Sumarni; Anasari, Tri
Viva Medika Vol 13 No 01 (2019)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v12i01.497

Abstract

Abstract The effect of herbal consumption on breastfeeding mothers is often associated with breast milk production and recovery of maternal stamina after giving birth. Herbs have a composition that helps the process of postpartum recovery and increase milk production. Herbal plants that have a positive influence in breastfeeding mothers and are allowed to be consumed include: long bean / violet leaves, banana heart, katuk leaves, palm juice, papaya leaves, bitter melon leaves, basil seeds, cumin seeds. The purpose of this study was to determine the practice of using herbal plants in nursing mothers in South Purwokerto District. Research methods: This study used descriptive research with a retrospective time approach. Total population of 40 mothers in Karangklesem South Purwokerto. Sampling technique with random sampling. Data analysis uses univariate frequency distribution analysis. The results showed that most breastfeeding mothers used herbs during lactation and types of herbs used included: turmeric, ginger, ginger, kencur, Javanese acid, papaya leaves, betel leaves, kemukus, katuk leaves. Conclusion most breastfeeding mothers use herbs during lactation. Keywords: The practice of using herbs, breastfeeding mothers