Teguh Teguh
Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ladrang Sobrang Laras Slendro Patet Nem Teguh Teguh
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.842 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i2.2447

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui struktur gending Ladrang Sobrang dan cara pengrawit dalam menentukan garap untuk memainkannya. Sobrang adalah salah satu nama gending yang terdapat pada karawitan gaya Surakarta. Gending ini dikelompokkan pada gending alit, berbentuk ladrang, berlaras slendro, dan berpatet nem. Gending ini tergolong jenis ladrang ageng, karena terdiri dari empat cengkok atau empat gong-an. Dari keempat cengkok ini tidak ada satupun yang diikuti vokal. Hal ini dapat dipahami bahwa gending ini mengutamakan permainan instrumen ricikan. Data diperoleh melalui pengamatan pada penyajian gending ini dan wawancara dengan para ahli karawitan. Setelah dilakukan analisis pada kekuatan nada dan analisis garap, dapat disimpulkan bahwa Ladrang Sobrang tergolong gending yang rumit dan sulit karena terdiri dari dua patet yaitu patet sanga dan manyura, mempunyai permainan kendang khusus atau pamijen, dan mempunyai pola tabuhan kenong goyang.
Dhenggung Asmarandana dan Dhegung Banten: Sebuah Komparasi Teguh -
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 11, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v11i1.493

Abstract

The Comparation of Dhenggung Asmarandana and Dhegung Banten. Penelitian ini membahas perbandinganantara gending Dhenggung Asmaradana gaya Surakarta dengan gending Dhegung Banten gaya Yogyakarta.Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua gending memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaankeduanya terletak pada laras, pathet, bentuk gendhing, struktur gendhing, serta balungan gending. Sedangkanperbedaannya hanya pada nama dan garap tabuhan bonang.
Pengaruh Bonang Sekaten pada Bonang Barung: Kajian Garap Karawitan Teguh Teguh; Widiandari Widiandari
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v19i1.3414

Abstract

Bonang barung is one of the ricikan found in the gamelan sekaten and gamelan ageng. It functions as ricikan garap, it means that bonang barung must work on balungan gending. The techniques or motifs of the wasps include: mipil, gembyang, imbal, and klenangan. Of the several wasps, many of the mipil wasps are adopted from the bonang sekaten wasps. This study aims to determine the relationship between wasp motifs and balungan gending. The method used is descriptive analytical. Data was collected through interviews with several interviewees. In addition to interviews, the literature study was also carried out based on references about musical knowledge and several writings related to the material. The final result of this study shows that there are two things happen because of the effect of bonang sekaten wasp on the bonang barung wasp, namely adoption and adaptation.