Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

PENGARUH POLIFENOL TEH HIJAU TERHADAP SISTEM IMUN PENDERITA KARSINOMA NASOFARING YANG MENDAPAT RADIOTERAPI KAJIAN JUMLAH MONOSIT DAN LIMFOSIT SERTA PRODUKSI TNF-, IFN- DAN IL-2 Wiratno -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2008: CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Penegakan Diagnosis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.502 KB)

Abstract

Latar belakang : Telah dibuktikan bahwa polifenol teh hijau (PFTH) termasuk golongan antioksidan yang potensial menghambat kerusakan oksidatif, namun sampai sekarang pengaruhnya terhadap sistem imun penderita KNF yang mendapat radioterapi belum diketahui dengan jelas. Tujuan penelitian ialah hendak membuktikan pengaruh PFTHdalam menghambat efek supresi radioterapi terhadap monosit dan limfosit serta produksi TNF-, IFN- dan IL-2 pada penderita KNF yang mendapat radioterapi.Metode dan material : Penelitian eksperimental pada 50 penderita KNF stadium II, III dan IV dengan pre-test post-test randomized control group design. Penderita KNF dibagi menjadi 25 kelompok perlakuan dan 25 kelompok kontrol secara random blok. Semua penderita mendapat radiasi 200 cGy/hari sampai 33 kali. Kelompok perlakuan mendapatintervensi dua kali sehari 2900 mg ektrak teh hijau non-kafein (mengandung 986 mg EGCG dan 1711 mg polifenol yang lain) yang terbagi dalam 4 kapsul. Kelompok kontrol mendapat plasebo. Kapsul PFTH atau plasebo dibagikan tiap hari, dikonsumsi 2 jam sebelum dan 10 jam setelah RT. Bahan penelitian 10 ml darah vena kubiti diambil 5 – 7hari sebelum dan 3 - 5 jam setelah selesai seluruh radioterapi. Darah dibagi dua yaitu untuk pemeriksaan darah rutin dan variabel penelitian. Sitokin dalam supernatan, TNF- sekresi dari monosit setelah diinduksi dengan LPS, IFN- sekresi dari limfosit setelah diinduksi dengan PHA dan IL-2 sekresi dari limfosit diinduksi dengan LPS, semuanjadinilai dengan metode ELISA secara ex vivo Hasil : Pada kelompok kontrol pasca RT didapatkan semuanya menurun, monosit : -39,21%, limfosit : -59,21%, kadar TNF- : -3,72%, IFN- : -36,27% dan IL-2 : -23,85%.Pada kelompok perlakuan pasca RT didapatkan penurunan pada monosit : - 25,39%, limfosit : -28,01% dan TNF-: -26,64%, sedangkan IFN- dan IL-2 meningkatmasing-masing sebesar +11,75% dan +11,43%. Untuk mengetahui efek PFTH dilakukan uji t tes terhadap data logaritma monosit, limfosit dan TNF- ke dua kelompok hasilnyamonosit dan limfosit berbeda bermakna (p < 0,05), sedangkan TNF- tidak berbeda bermakna (p>0,05). Untuk IFN- dan IL-2 di uji dengan Mann-Whitney terhadap data delta antara ke dua kelompok didapatkan berbeda bermakna (p < 0,05).Kesimpulan : PFTH menghambat secara bermakna penurunan jumlah monosit dan limfosit serta produksi IFN- dan IL-2, tetapi tidak menghambat secara bermakna peningkatan TNF-.Kata kunci : Karsinoma nasofaring, radioterapi, polifenol teh hijau, monosit, limfosit, TNF-, IFN-, IL-2.