Yudi -
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

MAKNA BIAYA PADA RITUAL NGATURANG CANANG MASYARAKAT BALI Sri Rahayu; Yudi Yudi; Dian Purnama Sari
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2016.12.7028

Abstract

Abstrak: Makna Biaya pada Ritual Ngaturang Canang Masyarakat Bali. Studi  ini  bertujuan  mengungkap makna pengeluaran uang pada ritual ngaturang canang oleh masyarakat Bali. Ngaturang canang merupakan ritual meletakkan banten kecil setiap pagi di tempat-tempat suci. Pengelompokan wujud budaya digunakan sebagai metode analisis. Hasil  penelitian menemukan bahwa setiap rumah tangga masyarakat Bali mengeluarkan biaya harian untuk membeli canang. Jumlah biaya tergantung kepada jumlah canang yang mengikuti jumlah merajan setiap keluarga.  Keluarga  tidak berusaha melakukan efisiensi dengan cara menghindari atau mengurangi jumlah canang. Masyarakat Bali memaknai biaya ritual canang bukan sebagai pengorbanan ekonomi, tetapi bermakna syukur untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menyeimbangkan diri dalam kehidupan.Abstract: The Meaning of Cost in the Ngaturang Canang Ritual Bali. The study aims to reveal the meaning of spending in the Ngaturang Canang Ritual in Bali. Ngaturang Canang is a ritual of placing small offerings in the holy places every morning. Categorisation of cultural forms were utilised as analysis tools. The findings suggest that Balinese households spend some amount daily for the ritual according to the number of merajan in each family. The family never intends to reduce spending in the name of efficieny. The Balinese regards ritual cost of Canang not as economic spending, but as form of gratitude to bring one closer to God and to balance life.
UANG NAI': ANTARA CINTA DAN GENGSI Sri Rahayu; Yudi Yudi
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.043 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.08.6018

Abstract

Abstrak: Uang Nai’: Antara Cinta dan Gengsi. Studi ini bertujuan memahami doi menre atau uang Nai’ dalam Budaya Panai’ Bugis Makassar saat menentukan besaran uang belanja perkawinan. Analisis data menggunakan pola budaya perkawinan adat masyarakat Bugis yang dikemukakakan oleh Lamallongeng. Hasil penelitian menemukan fenomena tingginya uang Nai’, mahar dan sompa dipandang kaum muda Bugis dan orang luar sebagai bentuk harga. Lamaran dianggap transaksional antara kedua keluarga calon pengantin. Pandangan ini keliru, sebab nilai dibalik budaya panai’ merupakan bentuk penghargaan budaya Bugis terhadap wanita, siri’, prestise dan status sosial. Uang nai’ merupakan bentuk penghargaan keluarga pihak pria terhadap keluarga wanita karena telah mendidik anak gadisnya dengan baik. Abstract: Money of Na’i: Between Love and Prestige. This study is aimed to understand doi menre or money of Na’i at Panali’ culture of Bugis Makassar in determining amount of the wedding. The study used wedding culture pattern stated by Lamallongeng. The result shows that the higher of uang Nai’, dowry dan sompa have viewed by youth and society around as a form of price. Panai culture is a form of Bugis culture appreciation to the bride, siri’, prestige, and social status instead considered as a transactional between two families. Money of nai’ as an appreciation of groom family to bride because they have educated the woman as well.