Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kapitalisme dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Imran Siswadi; Imam Yuliadi
Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/aksiologi.v5i1.242

Abstract

Produksi merupakan bentuk kontrak antara pekerja dengan pemilik alat produksi, yang pertama adalah kelompok pekerja yang menyerahkan hasil produksi kepada pemilik modal. Gabungan kedua unsur produksi ini, tenaga kerja dan modal, menghasilkan suatu produk yang mengarah pada akumulasi uang. Oleh karena itu, tahapan akumulasi kapital, mulai dari keberadaan kapital atau akumulasi dasar hingga proses distribusi surplus, harus dikaitkan erat untuk menganalisis tempat terjadinya kekerasan. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dan empiris atau sosiologis. Pencapaian hak asasi manusia merupakan hasil perjuangan rakyat. Perjuangan kelas borjuis melawan feodalisme bukan hanya sebuah pernyataan indah, namun juga merupakan sarana untuk menyelamatkan akumulasi kapital. Kaum sosialis telah melakukan perjuangan untuk kehidupan pekerja, pembebasan perempuan, perjuangan melawan kolonialisme dan penentuan nasib sendiri. Kita harus berhati-hati ketika menggunakan kata “hak asasi manusia”. Mengadopsi analisis kelas mengarah pada asumsi bahwa kaum borjuis, aparatur negara, dan kapital melindungi hak asasi manusia bagi semua orang.
Melawan Lupa: Kapitalisme Agraria dan Perlawanan Rakyat Lambu–Sape (Refleksi Gerakan Anti-Tambang di Sumbawa): Penelitian Imran Siswadi; Imam Yuliadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1909

Abstract

This article examines the Lambu–Sape mining tragedy (2010–2012) as a comparative case study to explore the dynamics of agrarian capitalism and grassroots resistance to mining expansion in Sumbawa, West Nusa Tenggara. The tragedy involved the killing of civilians during protests against the exploration project by PT Sumber Mineral Nusantara (SMN), as well as the burning of a local government office. Using a qualitative, reflective case study approach, the article critically analyzes the relationship between local power, corporations, and the state in legitimizing natural resource exploitation that disregards community rights. Data were drawn from field notes, the author’s narrative reflections, civil society reports, and media documentation. The analysis employs historical-critical methods and theories from David Harvey (accumulation by dispossession), Paul Connerton (social memory), and Achille Mbembe (biopolitics). Findings reveal that the Lambu–Sape resistance reflects opposition to extractive capitalism and political conflict management. Although the mining permit was revoked, social trauma persists. The memory of the tragedy is at risk of being forgotten, underscoring the need for critical education, movement documentation, and activist regeneration. The article concludes that resisting forgetfulness is not only a moral act, but a political strategy for communities to defend their living spaces.