Wahyuddin, Y. A.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Budaya Machismo dan Kekerasan Gender (Femicide) di El SalvadorBudaya Machismo dan Kekerasan Gender (Femicide) di El Salvador Wahyuddin, Y. A.
Indonesian Journal of Peace and Security Studies (IJPSS) Vol 2 No 2 (2020): Indonesian Journal of Peace and Security Studies
Publisher : Department of International Relations, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.243 KB) | DOI: 10.29303/ijpss.v2i2.50

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan di El Salvador –sebagai negara dengan julukan the land of gangster memiliki eskalasi yang signifikan dengan puncaknya ialah femicide. Fenomena ini menandakan bahwa relasi kuasa yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan semakin menguatkan budaya machismo dalam struktur masyarakat patriarkis di El Salvador, sehingga “budaya kekerasan” dan “budaya diam” dapat diterima secara masif. Budaya kekerasan terhadap perempuan ini tidak muncul tanpa sebab melainkan memiliki akar sejarah yang panjang dan terstruktur. Budaya maskulinitas yang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat di El Salvador dan terwujud dalam budaya machismo mempertegas bagaimana dominasi yang dimiliki oleh kaum pria terhadap kaum perempuan. Perempuan seperti dianggap sebagai hak milik dan pemilik bebas untuk memperlakukan miliknya sesuai dengan kehendaknya termasuk yang berwujud kekerasan. Selain budaya patriarki yang sangat melekat tersebut, sejarah perang saudara yang panjang turut mempengaruhi tindakan kekerasan dalam kehidupan masyarakat di El Salvador dan terutama yang menjadi korban adalah perempuan dan anak perempuan. Kekerasan yang terjadi tidak hanya pada sektor domestik tetapi juga dalam sektor publik sehingga hal ini menempatkan perempuan pada posisi yang penuh dengan diskriminasi. Kekerasan yang terjadi justru dilakukan oleh orang-orang terdekat seperti suami, mantan suami, maupun pacar sehingga mengakibatkan ketidakamanan bagi perempuan.
Strategi Inovatif Virgin Coconut Oil dalam Membangun Ketahanan Sosial-Ekonomi Purna Migran di Desa Batu Kuta Ramadhani, M. Alqadri; Hariq, Chaedar; Wibawa, Fernanda A.; Kalbuadi, Dading; Hansen, Theodorus T.; Wahyuddin, Y. A.; Sabila, Kinanti R.
Easta Journal of Innovative Community Services Vol 4 No 01 (2025): Easta Journal of Innovative Community Services (EJINCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejincs.v4i01.412

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Batu Kuta, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, merupakan wujud nyata upaya peningkatan ketahanan sosial ekonomi bagi purna mıgran dan keluarga pekerja mıgran Indonesia. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka pekerja migran di Nusa Tenggara Barat dan minimnya optimalisasi sumber daya alam lokal. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara tim Muda Mengąbdi 2025, pemenntah desa, serta mitra usaha UD*A"Amin, program ini berhasil mentransformasikan potensi kelapa desa menjadi produk berilai ekonomi tinggi yang mampu membuka lapangan kerja baru dan memperkuat kemandirian masyarakat. Penerapan metode pengolahan sederhana berbasis teknologi tepat guna tidak hanya meningkatkan keterampilan warga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya ekonomi berkelanjutan yang berakar pada kearifan lokal. Hasil pelaksanaan menunjukkan terjadinya peningkatan kapasitas produksi, distribusi yang terstruktur, serta terbentuknya jejaring sosial ekonomi baru di tingkat komunitas Dengan demikian, pengolahan VCO di Desa Batu Kuta tidak hanya berperan sebagai inovasi ekonomi, melainkan juga sebagai instrumen pemberdayaan manusia yang membangun harapan, keberlanjutan, dan ketahanan sosial-ekonomi dari desa untuk dunia.