Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Variasi Komposisi Lemak Cokelat, Olein Sawit dan Minyak Ikan Patin terhadap Kandungan Nutrisi Cokelat Oles Wibisono, Aries; Lestari, Nami; Isyanti, Mirna
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 32, No 02 (2015)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.58 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v32i02.2637

Abstract

Ikan patin merupakan salah satu hasil perikanan yang cukup berpotensi dikembangkan di Indonesia. Minyak ikan patin memiliki kandungan asam lemak esensial (omega 3, omega 6, omega 9) dan vitamin D yang cukup tinggi. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kandungan nutrisi suatu produk pangan salah satunya cokelat oles. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat produk cokelat oles yang lebih kaya nutrisi dan bermutu baik dengan menentukan formulasi penambahan minyak ikan patin sebagai salah satu bahan utama penyusun selain lemak cokelat dan olein sawit serta dengan menentukan teknologi yang tepat dalam proses pembuatan cokelat oles berdasarkan tingkat kesukaan masyarakat.  Penelitian ini dibagi menjadi empat tahap yaitu pembuatan minyak ikan patin, analisis bahan baku, pembuatan cokelat oles, serta uji karakteristik fisik dan kimia produk cokelat oles yang dibuat. Cokelat oles dibuat dengan dua variabel perlakuan yaitu perbandingan komposisi lemak cokelat, olein sawit dan minyak ikan patin serta teknologi pencampurannya. Formulasi perbandingan komposisi lemak cokelat : olein sawit : minyak ikan patin yang digunakan secara berturut-turut yaitu (1) 40% : 60% : 0%; (2) 40% : 50% : 10%; (3) 40% : 40% : 20% dan (4) 40% : 30% : 30%. Teknologi pencampuran yang digunakan adalah dengan mixer + waterbath, ball mill 1 jam, dan ball mill 2 jam. Cokelat oles selanjutnya diuji secara organoleptik. Cokelat oles yang terpilih dari hasil uji organoleptik kemudian diuji kandungan nutrisinya.   Cokelat oles terbaik adalah cokelat oles dengan komposisi 40% lemak cokelat, 40% olein sawit dan 20% minyak ikan patin serta dibuat dengan teknologi pengolahan menggunakan alat ball mill selama 1 jam. Cokelat oles tersebut memiliki nilai hardness 11,00 g; kadar air 8,34%; abu 2,98%; protein 1,97%; lemak 29,20%; karbohidrat 57,51%; asam lemak bebas 0,35%; asam oleat 11,63%; asam linoleat 2,98%; asam linolenat 0,05% serta vitamin D 7,57 ug/100 g. Cokelat oles dengan kandungan minyak ikan patin ini memiliki kadar protein, lemak, asam oleat dan asam linolenat yang lebih tinggi daripada cokelat oles tanpa kandungan minyak ikan patin.
Aplikasi Penggunaan Surimi Berbahan Ikan Kurisi (Nemipterus sp) untuk Pembuatan Aneka Produk Olahan Ikan Lestari, Nami; -, Yuniarti; Purwanti, Tatik
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.774 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v33i01.3812

Abstract

Secara teknis, semua jenis ikan dapat dijadikan surimi, biasanya dipilih yang volume produksi (hasil tangkapannya) melimpah dengan nilai ekonomis rendah. Ikan kurisi (Nemipterus sp.) tergolong ikan berdaging putih dan ekonomis. Tujuan penelitian adalah melakukan aplikasi penggunaan surimi berbahan ikan kurisi dibandingkan dengan ikan kurisi lumat untuk pembuatan aneka produk olahan ikan (bakso, sosis dan nugget). Rendemen surimi ikan kurisi yang dihasilkan dari penelitian sebesar 29,1%, warnanya krem muda, tidak berbau amis serta teksturnya lembut dan elastis. Kadar air surimi ikan kurisi sebesar 75,6 %, kekuatan gel 2452,10 g/cm2 dan derajat putih 80,51. Kandungan gizi (kadar protein dan kadar lemak) produk olahan (bakso, sosis dan nugget) berbahan surimi ikan kurisi lebih tinggi dari produk berbahan ikan kurisi lumat, sedangkan kadar air dan kadar abunya lebih rendah. Tekstur produk berbasis surimi ikan kurisi mempunyai nilai uji TPA yang lebih tinggi dibandingkan produk berbahan ikan kurisi lumat. Dari hasil uji organoleptik, panelis lebih menyukai semua produk (bakso, sosis dan nugget) yang menggunakan surimi dari ikan kurisi sebagai bahan bakunya daripada produk berbahan baku ikan lumat kurisi.