Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Transparansi dan Akuntabilitas Terhadap Kinerja Instansi Pemerintah Novatiani, Ait; Rusmawan Kusumah, R. Wedi; Vabiani, Diandra Pepi
JURNAL ILMU MANAJEMEN DAN BISNIS Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis. Maret 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jimb.v10i1.15983

Abstract

Abstract. This study aims to determine transparency and accountability in West Bandung Regency SKPD and the influence of transparency and accountability on the performance of government agencies in West Bandung Regency SKPD both partially and simultaneously. The type of research used is explanatory. The population in this study were 27 Regional Work Unit (SKPD) in West Bandung Regency. Hypothesis testing was tested using t test and F test. Based on the results of the study showed that transparency and accountability in SKPD West Bandung Regency was good, the results of hypothesis testing showed that transparency and accountability affect the performance of government agencies both partially and simultaneously.Keywords: Transparency, Accountability and Performance of Government Agencies. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transparansi dan akuntabilitas di SKPD Kabupaten Bandung Barat serta pengaruh transparansi dan akuntabilitas terhadap kinerja instansi pemerintah pada SKPD Kabupaten Bandung Barat baik secara parsial maupun secara simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory. Populasi dalam penelitian ini adalah 27 Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di Kabupaten Bandung Barat. Pengujian hipotesis diuji dengan menggunakan uji t   dan uji F. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa transparansi dan akuntabilitas di SKPD Kabupaten Bandung Barat sudah baik, hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas berpengaruh  terhadap kinerja instansi pemerintah baik secara parsial maupun secara simultan.Kata kunci : Transparansi, Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah
Analisis Komparatif Akurasi Model Altman, Springate, Zmijewski, dan Grover dalam Memprediksi Financial Distress pada Perusahaan Subsektor Perangkat Lunak dan Jasa TI Subrata Muchtar, Adi; Rusmawan Kusumah, R. Wedi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat sektor teknologi informasi di Indonesia mendorong meningkatnya jumlah perusahaan subsektor perangkat lunak dan jasa teknologi informasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Meskipun memiliki potensi pertumbuhan tinggi, sektor ini juga menghadapi tekanan profitabilitas, volatilitas harga saham, serta peningkatan risiko financial distress akibat struktur aset tidak berwujud dan ketergantungan pada pendanaan eksternal. Kondisi tersebut menuntut penggunaan model prediksi financial distress yang akurat dan sesuai dengan karakteristik industri teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat akurasi model Altman Z-Score, Springate Score, Zmijewski Score, dan Grover Score dalam memprediksi financial distress pada perusahaan subsektor perangkat lunak dan jasa teknologi informasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan selama periode pengamatan penelitian. Analisis dilakukan melalui perhitungan skor masing-masing model, pengujian perbedaan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank test, serta pengukuran tingkat akurasi menggunakan confusion matrix dan uji McNemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara seluruh pasangan model prediksi financial distress. Model Altman memiliki tingkat akurasi tertinggi dibandingkan model lainnya, sementara model Springate berada pada posisi menengah. Model Grover dan Zmijewski menunjukkan kecenderungan yang lebih konservatif dengan tingkat akurasi yang relatif lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak terdapat satu model yang sepenuhnya unggul, sehingga penggunaan beberapa model secara simultan disarankan untuk memperoleh penilaian risiko financial distress yang lebih komprehensif pada sektor teknologi informasi.