Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed .
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD DI GUGUS III KECAMATAN KUBUTAMBAHAN ., Nyoman Sri Mayuni; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan membaca pemahaman yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran GI (Group Investigation) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Pembelajaran Konvensional pada siswa kelas IV di Gugus III Kecamatan Kubutambahan tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah termasuk eksperimen semu dengan menggunakan rancangan penelitian non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus III Kecamatan Kubutambahan yang berjumlah 71 siswa. Sampelnya adalah SD No 1 Bengkala dan SD No 2 Bengkala, sampel diambil dengan cara random sampling. Data keterampilan membaca pemahaman ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji-t pooled varian. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat perbedaan keterampilan membaca pemahaman yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran GI (Group Investigation) dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model Pembelajaran Konvensional. Dimana thitung > ttabel (3,18 >2,045). Dengan demikian berarti pembelajaran GI (Group Investigation) berpengaruh positif terhadap keterampilan membaca pemahaman daripada model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Group Investigation, Membaca Pemahaman This research aimed at finding out the significant difference on reading comprehension skill between the group of students taught by Group Investigation (GI) instructional model and the other group taught by conventional instructional model in which the students were in the grade 4, semester 1, in the group 3 of Kubutambahan sub-district, in the academic year 2013/2014. This research belongs to quasi-experimental research which was designed by using non-equivalent post test only control group design. The population of this research was all students in the grade 4, semester 1, in the group 3 of Kubutambahan sub-district in which the number was 71 students. Moreover, the sample of this research was SD No 1 Bengkala and SD No 2 Bengkala in which the sample was taken by means of random sampling. The data of the students' reading comprehension skill were gathered by using instrument in the form of multiple choice test. The data which had been gathered were analysed by means of descriptive statistic analysis and inferential statistic analysis using pooled varian t-test. Based on the result of the data analysis, there was significant difference on reading comprehension skill between the group of students taught by using Group Investigation (GI) instructional model and the other group taught by using conventional instructional model in which t value > t table (3,18 >2,045). Therefore, Group Investigation (GI) gave positive effect toward the students' reading comprehension skill rather than conventional instructional model.keyword : Group Investigation, Reading Comprehension
PENGARUH MODEL SELF-DIRECTED LEARNING TERHADAP PRESTASI BEAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 2 SERAYA TIMUR ., I Ketut Mariasa; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model self-directed learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SDN 2 Seraya Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester I yaitu kelas VA dan kelas VB di SDN 2 Seraya Timur yang berjumlah 68 orang. Seluruh populasi tersebut diteliti dijadikan sampel penelitian. Data prestasi belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil perhitungan uji t diperoleh t hitung adalah 6,96. t tabel dengan taraf signifikansi 5% dan db = 66 adalah 2,000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran self-directed learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran self-directed learning berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas VA di SDN 2 Seraya Timur.Kata Kunci : model self-directed learning, prestasi belajar This study was aimed at finding out the differences between the achievement in science subject of students who learned with self-directed learning model and students who learned with conventional learning model in the fifth grade students at SDN 2 Seraya Timur. This study was a quasi-experimental research. The population of this study was 68 students, they were taken from all the fifth grade students at SDN 2 Seraya Timur which are from class VA and VB. The entire population was taken as the sample of the study. The data of the students’ achievement was collected by using instruments in the form of objective test. The data collected were analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The calculation result obtained through t-test was 6.96. The t-table with a significance level of 5 % and db = 66 was 2.000. The result of this study indicated that there were significant differences between the achievement of students who learned with the group learning model of self-directed learning and students who learned with conventional learning model. It can be concluded that the model of self-directed learning influenced the students achievement in science subject for VA class SDN 2 Seraya Timur.keyword : self-directed learning model, learning achievement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG ., Ni Luh Heppy Yesiana Devi; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Semester Ganjil tahun pelajaran 2013-2014 di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment), dengan rancangan penelitian menggunakan non equivalent post-test only control group Design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Buleleng sebanyak 205 orang siswa dengan sampel sebanyak 48 orang siswa, yaitu 27 orang siswa kelas V dari SD No. 5 Banyuniang sebagai kelompok eksperimen dan 21 orang siswa kelas V dari SD No. 4 Banyuning sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dan instrumen yang digunakan adalah metode nontes (kuesioner). Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data mengenai motivasi belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional ( = 124> 89,29). Selain itu hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung =21,04 >ttabel = 2,07) ini berarti bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap motivasi belajar IPA pada siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013-2014 di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, motivasi belajar This study aimed at finding out the differences in motivation in science subjects among students who learned the subject by using the Problem Based Learning Model and the students who were given Conventional Learning Model in the fifth grade in cluster 1 in Buleleng district academic year 2013/2014. This was a quasi experiment research by the use of Non Equivalent Posttest-Only Control Group Design. The population was the fifth graders in cluster 1 Buleleng district academic year 2013/2014, amounting to 205 students and the sample consisted of 48 ones, 27 students in fifth grade from Elementary School No. 5 Banyuning as the experimental group and 21 ones in fifth grade from Elementary school No. 4 Banyuning as the control group. Data collection in this study was conducted using a non-test (questionnaire). The questionnaire was used to collect data in students’ motivation. The data analysis method used here was descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis t-test. The result showed that average value of students who learned th subject by using the Problem Based Learning Model was higher than the average value of students who were given Conventional Learning Model ( = 124> 89,29). The result of t-test analysis was greater than that of t-table (tcount =21,04 >ttable = 2,07), this meant that there were significant differences in motivation between the motivation of students who learned by using the Problem Based Learning Model and motivation of students who were given Conventional Learning Model. Thus, the Problem Based Learning Model effect on students’ motivation in science subjects in the fifth grade 1st semester in cluster 1 in Buleleng district academic year 2013/2014.keyword : Problem Based Learning, motivation
PENGARUH MODELPEMBELAJARAN Childrend Learning In Science TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR DI GUGUS II KECAMATAN SERIRIT TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Putu Dian Anggriani; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran Childrend Learning In Science dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Sekolah Dasar di gugus II kecamatan Seririt. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian ”non-equivalent posttest only control group design”. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas IV di gugus II kecamatan Seririt yang terdiri dari 4 sekolah.Penelitian ditentukan dengan menggunakan random sampling dengan sampel penelitian 27 orang siswa kelas IV di Sd N 2 Sulanyah sebagai kelas eksperimen dan 22 orang siswa kelas IV di SD N 1 Sulanyah sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan dari metode tes. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian pada tes hasil belajar IPA siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Childrend Learning In Science sebesar 17,56. Sedangkan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional sebesar 13,68. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > t tabel, dengan nilai thitung sebesar 13,86 dan nilai ttabel sebesar 2,021. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Children Learning In Science dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Konvensional.Dengan demikian, model pembelajaran Children Learning In Science berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di gugus II Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model pembelajaran Childrend Learning In Science, hasil belajar. This study aims to determine the differences in learning outcomes between students who take science learning learning model childrend Learning in Science and students who take conventional learning models on Elementary School fourth grade students in group II Seririt districts . The study was a quasi-experimental study ( quasi experiment ) with the design of the study of "non - equivalent posttest only control group design" . The study population was all fourth grade students in group II Seririt districts consisting of 4 sekolah.Penelitian determined using random sampling with a sample of 27 fourth grade students in Sd N 2 Sulanyah as an experimental class and 22 fourth grade students in elementary N 1 Sulanyah as the control class . Collecting data in this study is obtained from the test method . The data obtained from the test method analyzed by descriptive and inferential statistical analysis(t-test) . The results of the research on student science achievement test showed that the average score of the ability of learning outcomes of students who take science learning using learning model childrend Learning In Science of 17.56 . While the average score of the learning outcomes of students who take science learning with conventional learning of 13.68 . Hypothesis testing using t-test showed t count > t table , with tcount ttable value of 13.86 and 2.021 . The results of these studies indicate that there are significant differences between students who take learning model Children Learning In Science and students who take lessons with learning models such Konvensional.Dengan , learning models Children Learning In Science affects the outcome of the fourth grade students learn science in the District II cluster Seririt school year 2013/2014 .keyword : learning models Childrend Learning In Science, the results of study
PENERAPAN PENDEKATAN RME (REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Nengah Obiarta; ., Drs. I Wayan Sudiana,S.Pd., M.Pd.; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk peningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV Sekolah Dasar No. 3 Kayupuih Melaka terhadap penerapan RME. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar No. 3 Kayuputih Melaka tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 30 orang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan dan tes. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendekatan RME dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Pada refleksi awal rata-rata skor hasil belajar matematika siswa yaitu 50 yang berada dalam kategori sangat rendah. Pada siklus I rata-rata skor hasil belajar matematika siswa menjadi 65 dan berada pada kategori sedang. Persentase peningkatan rata-rata skor hasil belajar matematika dari refleksi awal ke siklus I sebesar 15%. rata-rata skor hasil belajar matematika siswa pada siklus II adalah 81 dan berada pada kategori tinggi. Persentase peningkatan rata-rata skor dari siklus I ke siklus II sebesar 16%. Kata Kunci : RME, hasil belajar metematika siswa. This research aims to enhance students ' math learning outcomes grade IV elementary school No.3 Kayupuih Melaka against application of the RME. This research is research conducted in class actions in two cycles. Each cycle consists of the stages of the Planning Act, the implementation of measures, observation and evaluation and reflection. The subject of this study are grade IV elementary school No. 3 Melaka Kayuputih academic year 2012/2013, amounting to 30 people. The research methods used in this study were collected with use and test. Data that has been collected then analyzed using a quantitative descriptive analysis method. The results showed that the approach can improve learning outcomes RME mathematics students. Initial reflections on the average score students ' math learning outcomes i.e. 50 who are in the categories is very low. On the I-cycle average score in mathematics learning result of students being 65 and is at a medium category. The percentage increase in the average score in mathematics learning outcomes of early reflections to the cycle I by 15%. the average score in mathematics learning result of students in cycle II is 81 and sits on a high category. The percentage increase in the average score from I to II cycle cycle by 16%. keyword : RME, mathematics for students learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG ., Ni Komang Dewi Darmadi Sarastini; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain berupa nonequivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng yang berjumlah 11 kelas. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data pemahaman konsep IPA siswa menggunakan tes uraian yang dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferansial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t, diperoleh nilai thitung sebesar 11,28 dan ttabel sebesar 2,000, pada taraf signifikansi 5% dan db=59. Hal ini berarti thitung lebih besar daripada ttabel. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SSCS berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V di SD gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model SSCS, Pemahaman Konsep IPA The purpose of this research was to know the difference of the concept undertanding in natural science between the group of student who was taught by using SSCS teaching model and the group of student who was taught by using the conventional teaching model in the fifth grade students of elementary school in cluster one of Buleleng district. This was a quasi experimental research with nonequivalent posttest only control group design. The population of this research was fifth grade of elementary school in cluster one of Buleleng district which consisted of 11 classes. The sample was choosen by the use of cluster random sampling technique. The data of concept undertanding in natural science were collected by using essay test which was analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics that was t-test. Based on the t-test calculation, the research result showed that tcount value was 11,28 and ttable was 2,000, on significance standard 5% and db=59. That meant that tcount is bigger than that of ttable. The result showed that there was difference of concept undertanding in natural science between group of students who were taught by using SSCS teaching model and group of students who were taught by using conventional teaching model. Thus, can concluded that SSCS teaching model influenced the concept undertanding in natural science of fifth grade students of elementary school in cluster one of Buleleng district, Buleleng regency in academic year 2013/2014.keyword : SSCS Model , the concept undertanding in natural science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE WEBBED TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DI KECAMATAN BULELENG ., Putu Eka Krisnayani; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran webbed dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Semester 2 di Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV sekolah dasar yang menerapkan kurikulum 2013 di Kecamatan Buleleng yang berjumlah 264 orang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV SD No. 4 Banyuasri yang berjumlah 33 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IV SD No. 4 Kaliuntu sebagai kelas kontrol yang berjumlah 36 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t, dengan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 33,39; (2) hasil belajar siswa kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata (M) 18,89; (3) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran webbed dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thit > ttab, thit = 10,069 dan ttab = 2,000). Dengan demikian, model pembelajaran webbed berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD semester 2 di Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : model pembelajaran webbed, hasil belajar This study aimed at describing the difference on learning outcome between the group of students who learned by the use of webbed instructional model with a group of students who learned by the use of conventional instructional model in fourth grade students of elementary school semester two in Buleleng sub district. This research was a quasi-experiment and used non-equivalent post test only control group design. The population in this study was all students in the fourth grade of elementary school who applied curriculum 2013 in Buleleng sub district, consisting of 264 people. The sample of this research was SD No. 4 Banyuasri which consisted of 33 people as an experimental class and SD No. 4 Kaliuntu as control classes totaling 36 people. Learning outcome data were collected using a multiple-choice test. The data were analyzed by using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics, namely t-test. The results of this study were as follows: (1) the learning outcome of experimental group is relatively high with mean (M) 33.39; (2) the learning outcome of control group is medium with mean (M) 18.89; (3) there are significant difference learning outcome between the group of students who learning by the use of webbed instructional model with a group of students who learning by the use of conventional instructional model (tvalue > ttable, tvalue = 10.069 and ttable = 2.000). Based on these result, it assumed that the group of student who learning by the use of webbed instructional model influences the learning outcome of fourth grade students who applied curriculum 2013 in Buleleng sub district.keyword : webbed instructional model, learning outcome