Antibiotik sebagai senyawa terapi dapat digunakan dengan mencampur ke dalam pakan ternak unggas yang disebut sebagai pakan terapi (medicated feed). Tingginya tingkat resistensi akibat pemberian antibiotik yang tidak tepat menyebabkan sulitnya terapi penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti E. coli. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan bakterisidal antibiotik ialah dengan mengkombinasikan antibiotik yang tersedia di pasar seperti linkomisin dan spektinomisin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan terapi linkomisin-spektinomisin terhadap gambaran makroskopis dan mikroskopis hati broiler yang diinfeksi E. coli. Delapan puluh ekor day old chicken (DOC) strain Cobb dibagi kedalam 4 kelompok masing-masing 20 ekor perkelompok secara acak yaitu kontrol positif (KP), kontrol negatif (KN), kelompok perlakuan 1 (K1), kelompok perlakuan 2 (K2) dan dipelihara selama 35 hari. Kelompok KP, K1 dan K2 diinfeksi isolat E. coli melalui 3 rute yaitu intratrakeal sebanyak 0,2 ml, intraperitoneal 0,5 ml dan 0,3 ml oral (109) CFU pada hari ke 16. Kelompok K1 diberi pakan yang telah ditambahkan linkomisin-spektinomisin dengan dosis 5 g/kg selama 7 hari, sedangkan kelompok K2 diberikan selama 14 hari. Kelompok KN dan KP diberi pakan tanpa penambahan kombinasi antibiotik. Ayam yang diinfeksi diamati gejala klinis selama 1-2 hari, seperti bulu kusam dan kasar, ayam terlihat depresi, dan mengalami kelemahan. Semua kelompok perlakuan dinekropsi pada hari ke 35. Hasil skoring lesi hati dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis sedangkan hasil pengamatan mikroskopis dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menujukkan kelompok ayam yang diberikan pakan terapi linkomisin-spektinomisin dan diinfeksi E. coli dapat memberikan efek kesembuhan pada organ hati baik secara makroskopis dengan berkurangnya lesi dan secara histopatologi berkurangnya proses inflamasi.