Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRAKTIK PINANGAN PEREMPUAN KEPADA LAKI-LAKI: ANALISIS IMPLIKASI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Hidayatulloh, Muhamad Syarif
al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH) Vol. 6 No. 2 (2024): al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijiis.vol.6.iss2.art8

Abstract

Adanya pemahaman yang membenarkan penerapan’urf meskipun kurang selaras dengan dilalatun-nash dari dalil al-muttafaq ‘alaih menjadi latar belakang penelitian ini, khususnya dalam praktik pinangan. Tujuan dari penelitian adalah membahas praktik pinangan dari perempuan kepada laki-laki, dengan fokus kajian pada aspek implikasinya dalam hukum Islam. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan normatif melalui studi literatur, wawancara, observasi, dan diskusi. Setelah dilakukan kajian komprehensif peneliti menemukan fakta bahwa praktik pinangan dari perempuan kepada laki-laki ternyata kurang sesuai dengan anjuran syariat Islam meskipun faktanya hal demikian pernah terjadi pada diri nabi Muhammad SAW., karena jika di tinjau dari segi hukum maka statusnya adalah mubah. Namun hal ini disertai catatan bahwa praktik tersebut harus tetap berada dalam batas-batas hukum syariat, di antaranya yaitu dilakukan oleh perempuan salihah dan mandiri kepada laki-laki saleh. Hasil utama penelitian ini adalah alternatif solusi agar jika perempuan hendak meminang, maka dapat di lakukan dengan cara mewakilkan kepada wali agar dapat melamarkan seorang laki-laki untuknya. Pendekatan dengan cara ini lebih sesuai dengan hukum Islam dan tidak menimbulkan implikasi negatif dalam penerapannya. Hal tersebut karena peneliti menemukan fakta lain bahwa pinangan dari pihak perempuan dapat mempengaruhi beberapa aspek hukum Islam  yang umum diterapkan sehingga dipandang perlu adanya fatwa kontemporer yang membahas tentang aturan pinangan yang sesuai dengan syariat Islam.
Prayer Practices of International Students at Islamic University of Indonesia: A Comparative Madhhab Study Hidayatulloh, Muhamad Syarif; Syah, Faisal Ahmad Ferdian; Soylu, Davud
Potret Pemikiran Vol 29, No 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v29i1.3764

Abstract

This study explores the diversity of salat (ritual prayer) practices among international students at the Islamic University of Indonesia (UII) who come from various Islamic legal madhahib (madhahib, madhahib of Islamic jurisprudence). These differing practices, particularly in salat al-farḍ (obligatory prayers), often raise questions among local students within a predominantly Syafi’i jurisprudential environment. The research aims to examine how international students perform salat and whether they adopt inclusive or exclusive attitudes in responding to local religious norms. Employing a qualitative approach grounded in Bhikhu Parekh’s theory of multiculturalism and comparative Islamic jurisprudence, this study draws on coordination with UII’s Office of International Affairs, closed and open interviews, observations, literature reviews, and Focus Group Discussions (FGDs). Data was analyzed through processes of reduction and interpretive analysis. The findings reveal significant variations in prayer practices, including the recitation of Surat al-Fatiḥah (the Opening Chapter of the Qur’an)—particularly the basmalah (the phrase “In the name of God, the Most Merciful, the Most Compassionate”)—hand positioning, the practice of qunut (a supplicatory prayer), and attitudes toward additional movements during prayer. Theoretically, this study extends comparative madhhab jurisprudence by situating lived ritual differences within a multiculturalism framework, thereby conceptualizing jurisprudential diversity not merely as a practical accommodation, but as a normative foundation for religious inclusivity in contemporary Muslim academic settings.