Sekolah Menengah Atas (SMA) mempunyai peluang yang cukup besar untuk ikut serta dalam membangun sektor pertanian dengan memanfaatkan tahap perkembangan remaja, mendidik siswa agar berminat menjadi wirausaha. Minat berwirausaha yang muncul diharapkan akan membentuk kecenderungan membuka usaha-usaha baru secara mandiri di masa mendatang. Tujuan dari program pengabdian ini adalah mampu mengolah kondisi lahan kosong di SMAN 9 Makassar menjadi lahan yang bermanfaat (pendidikan dan pelatihan) bagi guru maupun siswa melalui pembentukan kebun hortikultura. Selain itu, dengan adanya program ini, siswa memiliki semangat jiwa usaha tani sehingga melahirkan calon – calon pengusaha muda dibidang hortikultura untuk menunjang pertumbuhan ekonomi suatau negara, dan menambah pengetahuan siswa mengenai pertanian. SMAN 9 Makassar merupakan salah satu sekolah menengah atas yang ada di kota Makassar. Sebagian dari luas tanah di sekolah tersebut adalah lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal. SMAN 9 Makassar berlokasi di Jl. Karunrung Raya No. 37 Rappocini Kota Makassar Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini yaitu learning by doing pada siswa yang terlibat dengan tetap dalam pengawasan mahasiswa selaku pelaksana program. Hasil dari program ini adalah terbentuknya kebun hortikultura di SMAN 9 Makassar sebagai tempat belajar tentang budidaya tanaman hortikultura serta hasil panen yang diolah menjadi produk sederhana mampu melatih siswa yang terlibat untuk berwirausaha hasil pengolahan pertanian.Kata kunci : pertanian, remaja, sekolah, wirausaha, hortikultura