Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Minat Belajar Bahasa Asing (Perancis Dan Jepang) melalui Metode Pembelajaran Aktif, Inovatif, dan Menyenangkan di Dayah Al-Muslimun Lhoksukon Zuhdi, Ikhwan; Widyaningtyas, Ika Hervina; Khairunnisa, Nurul Aghnia; Sari, Resa Permata
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v4i1.1911

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Dayah Al-Muslimun, Lhoksukon, pada tanggal 13 September 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar bahasa asing non-tradisional, yaitu Bahasa Perancis dan Bahasa Jepang, bagi 60 orang santri/santriwati. Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya minat akibat metode pengajaran yang pasif. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan Metode Pembelajaran Aktif, Inovatif, dan Menyenangkan (AIM) yang berfokus pada interaksi dan kreativitas. Metode PkM yang digunakan adalah pendekatan pre-experiment melalui desain One-Group Pretest-Posttest, dengan instrumen berupa angket minat belajar (skala Likert). Angket dibagikan sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) diberikan treatment pengajaran AIM selama satu hari penuh. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor minat belajar sebesar 28,15%, dari skor rata-rata awal 61,90 menjadi 79,30. Peningkatan ini membuktikan bahwa metode pembelajaran AIM efektif untuk menstimulasi motivasi intrinsik dan minat belajar bahasa asing pada santri.
A Contrastive Analysis of Beauty Adjectives in Japanese and Indonesian: Strategies for Developing Teaching Materials Based on Linguistic Intervention Widyaningtyas, Ika Hervina
Indonesian Journal of Education and Social Humanities Vol. 2 No. 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : MANDAILING GLOBAL EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62945/ijesh.v2i4.836

Abstract

This study aims to analyze the systemic differences between Japanese beauty adjectives (utsukushii, kirei, suteki) and Indonesian ones (indah, cantik, bagus) and to formulate strategies for developing teaching materials based on contrastive findings. The research employs a qualitative descriptive approach with syntactic and semantic contrastive analysis techniques. Data were drawn from Haruki Murakami's novel Noruwei no Mori and contemporary Indonesian novels. The results show three main findings: (1) there are significant differences in contextual meaning distribution, although syntactic functions are relatively similar; (2) kirei has semantic ambiguity (clean vs. beautiful) not found in cantik; (3) suteki is more subjective and evaluative compared to bagus. Based on these findings, this study proposes a contrastive-based framework for teaching material development focusing on addressing specific difficulties of Indonesian students. The pedagogical implications can serve as a reference for Japanese language teachers in developing more effective and contextual learning materials.
Pemberdayaan Minat Belajar Santri Dayah Al-Muslimun terhadap Program Pembelajaran Bahasa Asing di Era Globalisasi Tanjung, Aisyah Protonia; Widyaningtyas, Ika Hervina; Iqbal, Muhammad; Ikhsan, Maulana; Wardhiah, Wardhiah
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 2 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i2.25369

Abstract

Era globalisasi menuntut penguasaan bahasa asing sebagai kompetensi esensial, Era globalisasi menuntut penguasaan bahasa asing sebagai kompetensi penting, termasuk bagi santri di dayah. Namun, minat dan kepercayaan diri santri Dayah Terpadu Al-Muslimun masih rendah akibat metode pembelajaran yang konvensional dan kurangnya praktik komunikasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan minat belajar bahasa asing melalui pendekatan experiential learning dengan kombinasi ceramah interaktif dan praktik langsung berupa role-play, drill practice, simulasi percakapan, dan permainan bahasa. Sebanyak 48 santri mengikuti kegiatan dan diberikan pre-test serta post-test menggunakan kuesioner skala Likert 1–5. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan minat belajar sebesar 42,1%, dengan aspek ketertarikan tertinggi (44,6%). Perubahan kategori minat menunjukkan hilangnya kategori “sangat rendah” dan munculnya kategori “sangat tinggi.” Program ini terbukti efektif meningkatkan minat dan kepercayaan diri santri serta menghasilkan modul praktik komunikasi dan rekomendasi pembentukan Language Club sebagai tindak lanjut keberlanjutan program.