Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Media Flip Chart dan Powerpoint Materi Dinamika Planet Bumi Sebagai Ruang Kehidupan Kelas X IPS 1 Dan X IPS 2 Ma Al-Asror Semarang Astutik, Sri Dewi; Sriyanto, Sriyanto
Edu Geography Vol 7 No 1 (2019): Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i1.30132

Abstract

Background of this research is the number of students who scored below KBM (72), that is 54% (15 of 28) students. The aim of this study are (1) to know the implementation of flip chart and powerpoint media (2) to find out the effectiveness of flip chart and powerpoint media which includes the achievement of completeness of student learning outcomes, student learning activities and student responses or positive responses. The population of this study was class X IPS 1 and X IPS 2. The sampling technique used was purposing sampling. The sample of this study is class X IPS 2 because in this class, many students had scores under KBM on the previous test. Data collection technique that used is documentation, observation, tests, and questionnaires. The data analysis technique that usedis descriptive percentage analysis and statistical analysis of the two-mean difference test (t-test). The results of the study show that the implementation of the teacher's ability to use flip chart and powerpoint media is in the good criteria. The assessment of the RPP of the both classes received 69 score or 81.18% and the implementation of learning in class X IPS 1 got 72 score or 80% meanwhile the class X IPS 2 got 73 score or 81.11%. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yang mendapat nilai di bawah KBM (72) yaitu 54% (15 dari 28) siswa. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui implementasi media flip chart dan powerpoint (2) mengetahui efektivitas media flip chart dan powerpoint yang meliputi ketercapaian ketuntasan hasil belajar siswa, aktivitas belajar siswa dan respon atau tanggapan positif siswa. Populasi penelitian ini kelas X IPS 1 dan X IPS 2. Teknik sampel yang digunakan purposing sampling. Sampel penelitian ini kelas X IPS 2 karena banyak siswa yang nilai ulangannya di bawah KBM. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, tes, dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis statistik uji perbedaan dua ratarata (uji t-test). Hasil penelitian implementasi kemampuan guru dalam menggunakan media flip chart dan powerpoint termasuk dalam kriteria “baik”. Penilaian RPP kedua kelas mendapat skor 69 atau 81,18% dan pelaksanaan pembelajaran kelas X IPS 1 mendapat skor 72 atau 80% sedangkan kelas X IPS 2 mendapat skor 73 atau 81,11%.
TINJAUAN NARATIF : PATOFISIOLOGI OTITIS MEDIA SEROSA TERKAIT PERAN DISFUNGSI TUBA EUSTACHIUS: NARRATIVE REVIEW : PATHOPHYSIOLOGY OF SEROUS OTITIS MEDIA RELATED TO THE ROLE OF EUSTACHIAN TUBE DYSFUNCTION Mahira, Rona Nasywa; Hernawan, Budi; Astutik, Sri Dewi; Winarno, Chelsa Destra Putri; Suharyono, Cinta Nurul Husna Putri; Zahra, Aura Lintang
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1014

Abstract

Otitis media serosa (OME) merupakan kondisi peradangan telinga tengah tanpa tanda infeksi akut yang ditandai dengan adanya efusi persisten. Disfungsi tuba Eustachius (TE) berperan penting dalam patogenesis OME karena mengganggu ventilasi dan drainase telinga tengah. Artikel ini bertujuan menjelaskan peran disfungsi TE dalam patofisiologi OME berdasarkan temuan ilmiah terbaru. Kajian dilakukan melalui penelusuran literatur di PubMed dan Google Scholar (2021–2025) menggunakan kata kunci “otitis media serosa” dan “disfungsi tuba Eustachius”. Delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Seluruh studi menunjukkan hubungan kuat antara disfungsi TE dan OME. Faktor obstruktif seperti hipertrofi adenoid, deviasi septum, dan massa sinonasal menurunkan ventilasi telinga tengah, sedangkan faktor non-obstruktif seperti refluks gastroesofageal dan infeksi SARS-CoV-2 memperburuk fungsi TE melalui mekanisme inflamasi. Intervensi medis dan bedah terbukti memperbaiki fungsi TE serta menurunkan efusi, meski beberapa kasus memerlukan pendekatan multimodal. Disfungsi TE merupakan faktor sentral dalam patogenesis OME melalui kombinasi mekanisme obstruktif dan inflamasi. Pemahaman mendalam tentang proses ini penting untuk menentukan terapi komprehensif dan mencegah kekambuhan.