Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BERFIKIR MATEMATIS RIGOR LEVEL 1 SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI DALAM KOMPETENSI DASAR MENGIDENTIFIKASI SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR ., Istikhomah
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2013): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.496 KB)

Abstract

Berfikir matematis rigor level 1 (berfikir kualitatif) adalah suatu aktivitas berfikir matematis yang melibatkan penggunaan beberapa fungsi kognitif dimana dalam penggunaannya berfikir matematis kualitatif  mempunyai 6 fungsi kognitif yaitu pelabelan (labeling), visualisasi (visualizing), pembandingan (comparing), pencarian secara sistematis untuk mengumpulkan dan melengkapi informasi (searching systematically to gather clear and complete information), penggunaan lebih dari satu sumber informasi (using more than one source of information), penyandian (encoding), dan pemecahan kode (decoding). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemampuan berfikir matematis rigor level 1 siswa dalam kompetensi dasar mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar. Pengumpulan data menggunakan tes  wawancara dengan purposive sampling dan snowball sampling. Subjek penelitian 15 siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri di kecamatan Purworejo yang kemampuan matematikanya lebih dari atau sama dengan 85. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Analisis data dilakukan dengan: reduksi data, penyajian data dan pembahasan. Penelitian menunjukkan subjek  belum  menggunakan fungsi kognitif  3 yakni  pembandingan dan fungsi kognitif 6 yakni penyandian sehingga subjek belum mampu berfikir matematis rigor level 1.   Kata Kunci: Berfikir matematis rigor level 1 (berpikir kualitatif), fungsi kognitif, kemampuan matematika
EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) ., Istikhomah; ., Lisdiana
Life Science Vol 5 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefek hepatoprotektor ekstrak buah pedadaterhadap kerusakan sel hepar tikus putih setelah dipapar dengan CCl4. Desain yang digunakan yaitu Post Test Randomized Control .Tikus Wistar jantan sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu K (aquades dan pakan biasa), KP (CCl4 1,5 ml), P1 (dosis 28 mg/ BB, CCl4 1,5 ml), P2 (dosis 56 mg/ BB, CCl4 1,5 ml), P3 (dosis 112 mg/ BB, CCl4 1,5 ml) selama 7 hari. Tikus kemudian diambil darahnya untuk diuji kadar SGOT/SGPT dan dibedah diambil heparnya kemudian dibuat preparat histologi. Perubahan struktur mikroanatomi yang diamati berupa degenerasi parenkimatosa, degenerasi hidropik dan nekrosis. Data dianalisis menggunakan uji statistik One Way Anovadilanjutkan dengan analisis Post hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah pedada tidak berpengaruh terhadap kadar SGOT/SGPT pada serum darah tikus dan pada kerusakan hepar jenis degenerasi hidropik. Namun pada kerusakan degenerasi parenkimatos dan nekrosis terdapat perbedaaan yang bermakna antara kelompok. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak buah pedada tidak berpengaruh terhadap kadar SGOT dan SGPT pada serum darah tikus. Dan pemberian ekstrak buah pada struktur mikroanatomi hepar menunjukkan tidak ada perbedaan pada jenis kerusakan degenerasi hidropik namun menunjukkan perbedaan yang bermakna pada jenis kerusakan degenerasi parenkimatosa dan nekrosis. This study aims to determine the effect of the pedada fruit extract hepatoprotector against white rat liver cell damage after being exposed to CCl4. Designs were used that post randomied control design. The sample used 25 male wistar rats were devided into 5 groubs, K (normal control), KP (CCl4 1,5 ml), P1 (dose 28 mg/BB + CCl4 1,5 ml), P2 (dose 56 mg/BB + CCl4 1,5 ml), P3 (dose 112 mg/BB + CCl4 1,5 ml) for 7 days. Rat were then taken blood drawn for testing SGOT/SGPT and taken dissected liver histology then made preparations. Microanatomi structural changes observed in the form of parenkimatosa degeneration, hydropic degeneration, and necrosis. The result was analyzed by One Way Anovafollowed by analyzed Post hoc. The results showed that administration pedada fruit extract has no effect on levels of SGOT/SGPT in the blood serum of mice and the liver damage types hydropic degeneration. But the damage parenkimatos degeneration and necrosis are significant differences between the groubs. Based on this study it can be concluded that the administration pedada fruit extract has no effect on the levels of SGOT/SGPT in blood serum of mice. And the provision of fruit extracts on liver mikroanatomi structure showed no difference in the type of damage hydropic degeneration however showed significant differences in the type of damage parenkimatosa degeneration and necrosis.