Formasi Keruh yang terletak di bagian barat daya Cekungan Sumatera Tengah dan memiliki umur Eosen-Oligosen, tersingkap di sekitar Sungai Keruh, sekitar 10 km baratlaut Kampung Petai, bagian baratlaut Kabupaten Kuantan-Singingi, Provinsi Riau. Formasi Keruh ini sebagai batuan-pembawa batubara ekuivalen dengan Anggota Bawah Formasi Telisa. Lapisan batubara dalam formasi tersebut didominasi oleh litotipe bright, dan secara petrografis tersusun atas dominasi maseral vitrinit, diikuti oleh inertinit dan liptinit, serta bahan mineral yang terdiri atas dominasi mineral lempung dan pirit framboidal. Analisis lingkungan pengendapan batubara dilakukan melalui diagram perbandingan indeks gelifikasi (GI) dan indeks pengawetan jaringan (TPI) serta diagram perbandingan indeks muka air tanah (GWI) terhadap indeks vegetasi pembentuk batubara (VI). Hasil pengeplotan data analisis petrografi pada kedua diagram tersebut, batubara di daerah penelitian diduga terendapkan pada fasies telmatik-limnik, dengan lingkungan pengendapan berkisar dari marsh ke wet forest swamp, dan terbentuk dari dominasi tetumbuhan tingkat tinggi pada kondisi ekosistem hidrologi ombrotrofik-reotrofik.Kata kunci: maseral, telmatik-limnik, lingkungan pengendapan, ekosistem hidrologi