Zufialdi Zakaria, Irvan Sophian, Satrio Wibowo, M. Rinaldi, M. Ammar A,
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN KESTABILAN LERENG BATUAN MENGGUNAKAN KLASIFIKASI MASSA BATUAN, METODE ELEMEN HINGGA, DAN ANALISIS BATUAN JATUH Zufialdi Zakaria, Irvan Sophian, Satrio Wibowo, M. Rinaldi, M. Ammar A,
Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.508 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i5.19477

Abstract

Upaya pengembangan infrastruktur di sekitar lokasi tambang, seringkali melibatkan kegiatanpemotongan tubuh batuan yang dapat mengakibatkan kondisi massa batuan menjadi tidak stabil. Maka,diperlukan analisis kestabilan massa batuan pada lokasi yang mengalami pemotongan tubuh batuan.Penelitian ini dilakukan pada lereng hasil pemotongan batuan di area kuari andesit, PT. WidakaIndonesia, Kecamatan Jelekong, Jawa Barat. Pada kaki lereng direncanakan sebagai lokasi penempatanmesin crushing plant andesit yang telah ditambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikarakteristik massa batuan penyusun lereng, kondisi kestabilan lereng, serta potensi bahaya batuan jatuhpada muka lereng. Karakterisasi massa batuan menggunakan klasifikasi Rock Mass Rating dan SlopeMass Rating. Analisis kestabilan lereng menggunakan analisis kinematika dan metode elemen hingga.Hasil identifikasi massa batuan membagi lereng penelitian menjadi tiga lereng segmen, yaitu SC-1, SC-2, dan SC-3. Lereng segmen SC-1 memiliki kualitas massa batuan very good rock, lereng segmen SC-2fair rock, dan lereng segmen SC-3 good rock. Hasil analisis kinematika menunjukkan lereng segmenSC-1 dan SC-3 berpotensi longsoran membaji. Simulasi kestabilan lereng metode elemen hinggamenunjukkan seluruh lereng segmen berada pada kondisi stabil dengan displacement maksimumterbesar pada lereng segmen SC-2 sebesar 34 mm. Simulasi batuan jatuh menunjukkan jangkauanmaksimum batuan sebesar 3,1 m dari muka lereng, dengan tinggi maksimum 2,57 m dari permukaantanah. Rekomendasi perkuatan dilakukan dengan pembuatan ditch dan pembuatan pagar kawat ataudinding penahan sejauh 6,2 m dari muka lereng.Kata Kunci: Kestabilan Lereng Batuan, RMR, SMR, Metode Elemen Hingga, Bahaya Batuan Jatuh