bodi, Idham
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MASJID AGUNG NURUL YAQIN WAISAI KABUPATEN RAJA AMPAT bodi, Idham
PUSAKA Vol 1 No 1 (2013): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.09 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui: pengelolaan, fungsi, dan kondisi pisik dari masjid Agung Nurul Yaqin Waisai Kabupaten Raja Ampat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data-data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, studi dokumen, dan pustaka. Data yang terhimpun dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa: 1) Pengelolaan masjid Agung Waisai Kabupaten Raja Ampat masih menggunakan manajemen tradisional, 2) Fungsi masjid Agung Waisai masih sebatas ibadah ritual (lima waktu, shalat ‘idain), dakwah dan edukasi melalui khatib dan ceramah di hari-hari besar Islam), dan fungsi sosial (buka puasa bersama di bulan Ramadhan, pengelolaan zakat, pengumpulan/penyembelihan hewan qurban, dan 3) Kondisi fisik masjid Agung Waisai masih dalam tahap pembangunan.
The First Edition of Manuscript Syair Qasidah Burdah Bodi, Idham
PUSAKA Vol 3 No 1 (2015): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1592.413 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v3i1.135

Abstract

Qashidah Burdah is written by Sharafuddin Muhammad Abu Abdillah bin Zaid Al-Bushiri (610-694 H/1213-1294 M). This work is very popular in the literary treasures of Islam. It contained the poems of praise to the Prophet Muhammad, namelya moral, spiritual values, and fighting spirit. Al Bushiri Berber descent who was born in Dallas, is from Morocco and raised in Egypt. Since he was child, Al Bushiri had learned the science and Arabic literature. His surplus is to write poems that skill exceeds the poets of his time. Until now Burdahis still often read in the various regions in Indonesia, especially on the anniversary of the Prophet's Birthday. This work has also been translated into many languages.O​ne of them is Indonesian, and also several regional languages ​​in Indonesia.