Syuhudi, Muhammad Irfan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan Relasi Antarumat Beragama Di Manado (Kasus Pendirian Rumah Ibadat Pasca PBM 2006) Syuhudi, Muhammad Irfan
PUSAKA Vol 5 No 1 (2017): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.854 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v5i1.168

Abstract

Relasi antarumat beragama di Kota Manado sejauh ini tergolong baik. Beberapa hasil penelitian telah membuktikan hal tersebut. Namun, sejak terbit dan kemudian pemerintah memberlakukan Peraturan Bersama Menteri (PBM) nomor 9 dan 8 tahun 2006 terkait pendirian rumah ibadat, relasi sosial di antara masing-masing pemeluk agama mulai terlihat kurang harmonis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menyajikan data-data secara deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan penelusuran internet. Hasil penelitian menunjukkan, kehadiran PBM nomor 9 dan 8 tahun 2006 secara tidak langsung mengubah relasi sosial antarumat beragama di Manado. Sebelum regulasi tersebut diberlakukan, penganut agama tidak kesulitan untuk membangun rumah ibadatnya di lokasi manapun. Bahkan, antara pemeluk agama satu dengan yang lain terlihat saling tolong menolong. Namun, sejak PBM nomor 2006 terbit, pemeluk agama mulai merasakan kesulitan mendirikan rumah ibadat, terutama dari kelompok agama minoritas.
Sanro vs Dukun “Abal-Abal” : Eksistensi Pengobatan Tradisional di Era Modern Syuhudi, Muhammad Irfan
PUSAKA Vol 10 No 2 (2022): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v10i2.850

Abstract

Kehadiran dukun palsu atau sering disebut juga dukun abal-abal di tengah masyarakat, ternyata tidak membawa stigma terhadap dukun asli atau sanro. Buktinya, masyarakat masih mempercayai sanro dapat mengobati sakit medis maupun nonmedis (supranatural). Artikel ini bertujuan ingin mendeskripsikan strategi sanro menghadapi keberadaan dukun abal-abal di masyarakat, serta bagaimana pasien membedakan antara sanro dengan dukun abal-abal. Menggunakan jenis penelitian kualitatif, pengumpulan data bersumber dari wawancara, pengamatan, dan studi pustaka. Sedangkan penentuan informan dilakukan dengan sengaja (purposive sampling), yaitu orang-orang yang memahami penelitian ini, yaitu sanro dan mereka yang pernah berobat ke sanro (pasien). Sementara analisis penelitian ini menggunakan analisis naratif. Penelitian ini menemukan, sebagai berikut: Pertama, sanro sebenarnya tidak merasa terganggu dengan kehadiran atau keberadaan dukun abal-abal di tengah-tengah mereka. Sanro bahkan merasa kasian dengan tindakan dukun abal-abal yang menipu orang sakit demi meraup keuntungan ekonomi. Dengan pengobatan bersumber dari ajaran Islam (doa-doa, ayat-ayat Al-Quran, mengaji, dan medium air putih), ini juga merupakan salah satu strategi sanro untuk mendapat kepercayaan masyarakat. Kedua, cara pasien membedakan antara sanro dengan dukun abal-abal, yaitu sanro bisa mengobati penyakit medis dan nonmedis, yang dibuktikan dengan kesembuhan pasien, serta sanro mengobati pasien tanpa bayaran sedangkan dukun abal-abal selalu mematok harga untuk setiap kali pengobatan. Pengobatan tradisional berkaitan dengan kepercayaan dan keyakinan pasien terhadap keahlian mengobati sanro.