Lappra, Karenina Gabriela
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Peran Kader Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Bagaiserwar Sarmi Timur: The Role of Malaria Cadres in the Work Area of Health Centers in Bagaiserwar East Sarmi Lappra, Karenina Gabriela; Untung Sudharmono
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 2: DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.791 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v11i2.2026

Abstract

Malaria adalah penyakit endemik yang sampai saat ini belum dapat diselesaikan. Kasus malaria banyak terjadi di provinsi Papua hal ini dikarenakan kondisi lingkungan fisik daerah Papua yang panas dan lembab. Pemerintah daerah mengupayakan pengendalian dan penanganan malaria melalui program pelatihan bagi kader malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peran kader malaria di wilayah kerja Puskesmas Bagaiserwar Sarmi Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif. Populasi dan sampel adalah kader malaria yang berjumlah 11 orang di area kerja Puskesmas Bagaiserwas. Hasil penelitian yang didapatkan adalah terdapat 11 orang kader yang rata-rata berpendidikan SMA dengan jenis kelamin perempua dan rentang usia 36- 45 tahun. Kasus malaria tahun 2019 sebanyak 582 orang dan tahun 2020 sebanyak 1054 orang. Penderita malaria didapati lebih banyak laki-laki dengan rentang usia 15-64 tahun. Diagnosa jenis malaria dilakukan dengan metode Rapid Diagnostic Test didapati jenis terbanyak pada tahun 2019 dan 2020 adalah P.Falciparum sebanyak 397 orang dan 546 orang. Peran pendistribusian obat dan pengawasan obat dilakukan selama 14 hari dengan obat Artimisin Combination Therapy dan primaquine, serta dilakukan pengendalian vector malaria. Tahun 2019 menunjukkan penurunan angka tetapi tahun 2020 terjadi kenaikan akibat dari pandemik Covid-19 sehingga peran kader tidak dilakukan dengan maksimal.
CORRELATION OF CHOLESTEROL LEVELS, BLOOD GLUCOSE, URIC ACID AND AGES Siagian, Ernawaty; Ramschie, Putri Agape; Lappra, Karenina Gabriela
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 2 (2025): Nursing Insights: Bridging Science and Care
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i2.1300

Abstract

Metabolic syndrome and cardiovascular disease are often associated with elevated serum lipid, glucose, and uric acid levels. When these conditions occur together, they significantly increase the risk of heart disease, stroke, and type 2 diabetes, especially in individuals in the productive age range. This study was conducted to evaluate the association between cholesterol, blood sugar levels, uric acid concentrations, and age variables. The methodology in this study was descriptive correlational using a purposive sampling technique. This study selected Wiyono Village and Taman Sari Village, Gedung Tataan District, Pesawaran Regency, Lampung, as the research area. A total of 110 adult residents were involved in this study. Univariate and bivariate analyses were performed. Data collection included blood sampling to obtain cholesterol, uric acid, and blood glucose levels. After the results were obtained, each respondent received counseling on a healthy lifestyle (NEWSTART) according to the results of each respondent's examination by health workers. Revealing a statistically significant (sig value 0.023 <0.05) between cholesterol and uric acid. A sig value of 0.019 < 0.05 indicates a significant correlation between cholesterol and blood sugar. A sig value of 0.015 < 0.05 indicates a significant correlation between age and uric acid. Lifestyle management is essential as a preventative measure for increased lipid, glucose, and hyperuricemia levels. Sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular sering dikaitkan dengan peningkatan kadar lipid, glukosa, dan asam urat serum. Bila kondisi ini terjadi bersamaan, secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2 terutama pada individu dalam rentang usia produktif. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi keterkaitan antara kolesterol, kadar gula darah, konsentrasi asam urat, serta variabel usia. Metodologi dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini memilih Desa Wiyono dan Desa Taman Sari, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai daerah penelitian. Sebanyak 110 penduduk dewasa terlibat dalam penelitian ini. Analisis univariat dan analisis bivariat dilakukan. Pengumpulan data meliputi pengambilan sampel darah untuk mendapatkan kadar kolesterol, asam urat, dan glukosa darah. Setelah hasilnya diperoleh, setiap responden menerima konseling tentang gaya hidup sehat (NEWSTART) sesuai dengan hasil pemeriksaan setiap responden oleh tenaga kesehatan. Mengungkapkan signifikan secara statistik (nilai sig 0,023 < 0,05) antara kolesterol dan asam urat. Nilai sig 0,019 < 0,05 antara kolesterol dan gula darah. Nilai sig 0,015 < 0,05 signifikan antara usia dan asam urat. Manajemen gaya hidup perlu diperhatikan sebagai langkah pencegahan peningkatan kadar lipid, glukosa dan hiperurisemia