Keterampilan merupakan keterampilan yang perlu dimiliki oleh siswa untuk dapat memahami materi IPA dengan baik. Hal ini, dikarenakan IPA tidak hanya perlu memahami teori saja, tetapi juga perlu pemahaman dengan fakta atau dunia nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pembelajaran bermakna di MINU Tropodo, untuk mengetahui strategi dan peran guru IPA Kelas V dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pembelajaran bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman yang terdiri dari 4 tahapan yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kemampuan berpikir kritis dan pembelajaran bermakna di MINU Tropodo menunjukkan bahwa para guru telah melatihkan 4 indikator keterampilan, yaitu observasi/pengamatan, berhipotesis, menggunakan alat dan bahan, dan mengkomunikasikan, strategi dan peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pembelajaran bermakna dilaksanakan sesuai dengan model, metode, dan media yang dipilih. Strategi yang digunakan adalah strategi inkuiri, dan model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran saintifik. pembelajaran bermakna merupakan salah satu komponen penting dalam deep learning, yaitu pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam serta kemampuan menghubungkan berbagai konsep secara kritis dan fleksibel.