Anemia pada remaja putri, terutama anemia defisiensi besi, merupakan masalah kesehatan yang signifikan dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Pola menstruasi yang tidak normal dan ketidakpatuhan konsumsi tablet tambah darah diduga berkontribusi terhadap kejadian anemia. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antar pola menstruasi dan kepatuhan konsumsi Teblet Tambah Darah dengan kejadian anemia. Desain penelitian dengan analitik pendekatan Crosssectional. Populasi Penelitian Seluruh remaja putri yang sudah mengalami mesntruasi di Desa Sri Mulya Kecamatan Sinar Peninjauan Sumatera Selatan sejumlah 312 orang, dengan teknik Simple Random Sampling dan dengan perhitungan sampel didapatkan 175 remaja putri. Variabel Independen Pola Menstruasi dan Kepatuhan Konsumsi TTD, Variabel dependen Kejadian Anemia,. Instrumen berupa Kuesioner dan Pemeriksaan Kadar Hb. Analisa data dengan Regresi Logistik Binner. Hasil menunjukkan kedua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kejadian anemia (p < 0,001). Pola menstruasi tidak normal berhubungan signifikan dengan peningkatan kejadian anemia (p = 0,001), dengan OR sebesar 3,21 (CI 95%: 2,05 – 5,01), yang berarti remaja putri dengan pola menstruasi tidak normal memiliki peluang 3,21 kali lebih besar mengalami anemia dibandingkan yang memiliki pola menstruasi normal. variabel kepatuhan konsumsi TTD juga menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan (p < 0,001) terhadap kejadian anemia. Responden yang tidak patuh mengonsumsi TTD memiliki peluang 7,35 kali lebih tinggi untuk mengalami anemia dibandingkan remaja yang patuh, dengan OR = 7,35 (CI 95%: 4,61 – 11,74). Pola menstruasi dan kepatuhan konsumsi TTD berhubungan signifikan dengan kejadian anemia. Sekolah dan puskesmas perlu meningkatkan edukasi dan pemantauan konsumsi TTD.