Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROFIL PELAYANAN HANDLING SITOTOKSIK UNTUK PASIEN KANKER DENGAN KEMOTERAPI INTRAVENA DI RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI Setiawan, Budi; Trisna, Mevy; Viviani, Santi
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v8i2.115

Abstract

Salah satu cara penanganan kanker yang dapat dilakukan adalah kemoterapi dengan menggunakan sitostatika. Untuk mencegah kemungkinan terjadinya paparan sitostatika perlu adanyarekonsitusi sitostatika yang aman ( Safe Handling Sitotoksik ) dengan teknik aseptis yang sesuai SOP. Tujuan penelitian guna mendapatkan gambaran proses Handling Sitotoksik yang aman secara aseptis yang sesuai dengan SOP, dengan sumber daya manusia (SDM ) / tenaga terlatih sebagai pelaksana pada unit kemoterapi RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi partisipatif. Sampel berupa tindakan pelaksanaan rekonsitusi sitostatika dan dengan menggunakan data pendukung berupa rekam medis pasien, regimen kemoterapi dengan jumlah sampel sebanyak 100 tindakan, Analisa data menggunakan frekuensi persentase. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut, sarana dan prasarana 90%, ketenagaan 75%, tahap administrasi 87,5%, tahap pelaksanaan rekonsitusi 100%, tahap distribusi 80% dengan penggunaan regimen terapi yang paling banyak yaitu terapi kombinasi sebanyak 83%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum pelayanan farmasi pada unit kemoterapi RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi sudah dilakukan sesuai dengan SOP akan tetapi perlu adanya penambahan jumlah petugas yang terlatih dalam pelaksanaan Handling Sitotoksik ini, guna lebih meningkatkan kwalitas dan efektifitas kerja serta mencegah kemungkinan terjadinya medical error terkait bertambahnya jumlah pemakaian obat sitostatika.
Pemanfaatan Daun Sidr (Ziziphus spina-christi L.) untuk Menstimulasi Pertumbuhan Rambut: Studi Eksperimental pada Tikus Putih Jantan Elfasyari, Trie Yuni; Herlina, Merlin; Trisna, Mevy
Herbal Medicine Journal Vol 8 No 2 (2025): Herbal Medicine Journal
Publisher : Program Studi S1 Farmasi, STIKES Senior, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58996/hmj.v8i2.177

Abstract

Sidr leaves (Ziziphus spina-christi L.) contain bioactive compounds such as flavonoids, saponins, tannins, phenolics, and alkaloids, that have the potential to stimaulate hair growth. However, scientific studies investigating the use of Sidr leaves as a hair growth-promoting agent remain limited. This study aims to scientifically evaluate the effectiveness of ethanol extract of sidr leaves (EEDS) on hair growth through an in vivo using male white rats (Rattus norvegicus). EEDS was applied topically in concentrations of 1%, 3%, and 5%. Hair length was measured using a caliper every 5 days for 15 days. The weight of the hair was measured on day 15 by shaving the hair of each group of rats. The results showed that EEDS at a 5% concentration effectively promoted hair growth in rats. However, there is no significant relationship between hair length and hair weight of the rats
Potensi Sinergis Emulgent Topikal Purifikasi Ekstrak Daun Sidr (Ziziphus spina-christi L.) dan Kemiri Bakar (Aleurites moluccanus L.) sebagai Terapi Alopecia Elfasyari, Trie Yuni; Trisna, Mevy; Zulfisa, Zulfisa; Agustiani, Sophia; Setia, Firda Tri
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.37120

Abstract

Alopecia merupakan gangguan pertumbuhan rambut yang berkaitan dengan stres oksidatif dan inflamasi kronis pada folikel rambut. Terapi konvensional seperti minoxidil dan finasterid memiliki keterbatasan efektivitas serta potensi efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas biologis dan mutu fisik emulgent topikal yang mengandung purifikasi ekstrak daun sidr (Ziziphus spina-christi L.) dan biji kemiri bakar (Aleurites moluccanus L.) sebagai kandidat fitoterapeutik penumbuh rambut. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode ultrasound-assisted extraction dan sokhletasi, dilanjutkan pemurnian berbasis air. Analisis HPLC menunjukkan kandungan utama berupa rutin (245 mg/L), quercetin (6,8 mg/L), dan asam galat (47 mg/L) pada ekstrak sidr, serta quercetin (27 mg/L) pada ekstrak kemiri bakar. Evaluasi fisik sediaan menunjukkan pH fisiologis (5,0–6,7), daya sebar optimal, viskositas stabil, serta stabilitas baik pada uji freeze–thaw. Uji in vivo selama 21 hari menunjukkan bahwa formula kombinasi secara signifikan meningkatkan pertumbuhan rambut dibandingkan basis dan minoxidil 2% (ANOVA, F = 9,28; p = 0,0003). Efek ini berkaitan dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi flavonoid yang mendukung perpanjangan fase anagen.
Pharmacy technician knowledge and behavior regarding high alert drugs Agusfina, Muhajri; Fika, Renatalia; Trisna, Mevy; Kurniaty, Desy; Zulfisa, Zulfisa
Science Midwifery Vol 13 No 6 (2026): February: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i6.2240

Abstract

High Alert is a drug that often causes serious errors (sentinel event). This drug is very high risk and can cause unwanted impacts (adverse outcomes), therefore it is necessary to supervise its use. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of pharmacy vocational staff about the management of high alert drugs at the Pharmacy Installation of X Hospital in Dumai City and to describe the relationship between knowledge and behavior of pharmacy vocational staff about the management of high alert drugs at the Pharmacy Installation of X Hospital in Dumai City. The research   was conducted using non-experimental observational methods with a cross-sectional analytic approach with questionnaire data design. The population in this study were all pharmacy vocational staff at the Pharmacy Installation of X Hospital in Dumai City, totaling 23 people. The sample used was using total sampling technique. The validity and reliability values obtained by researchers about knowledge and behavior statements are declared valid if the r count and the value of Person Croanch's Alpha obtained> 0.630. Based on the questionnaire, it is declared reliable because the value of Person Cronch's Alpha for knowledge is 0.702 and behavior is 0.891> 0.630.  Based on the results of the research conducted, it can be concluded that there is no relationship between the knowledge and behavior of pharmacy vocational staff in managing high alert drugs at X Hospital in Dumai City with a significance value> 0.005 p = value 1.028. This study shows that there is no relationship between knowledge and behavior.