Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implikasi Gerakan Politik Islam dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia Era Presidensi Joko Widodo Iskandar Hamonangan; Ryan Muhammad Fahd
DEFENDONESIA Vol 4 No 2 (2020): April: Jurnal Defendonesia
Publisher : Lembaga Kajian Pertahanan Strategis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.075 KB) | DOI: 10.54755/defendonesia.v4i2.85

Abstract

Tulisan ini akan membahas pertanyaan "Apakah gerakan politik Islam berpengaruh dalam kebijakan luar negeri Indonesia?". Tulisan ini juga akan secara spesifik membahas dinamika politik domestik Indonesia pada tahun 2018. Perdebatan dalam hubungan antara agama dan negara telah terlihat jelas sejak proses pembentukan negara sebelum deklarasi kemerdekaan pada bulan Agustus 1945, di mana para pendiri Republik Indonesia terlibat dalam debat yang intens dalam merumuskan dasar negara. Untuk menjelaskan analisis dan menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini dibagi ke dalam tiga segmen, pertama, penjelasan konseptual, kedua pembahasan inti, dan ketiga kesimpulan dan refleksi. Kebijakan luar negeri merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga serta mencapai kepentingan negara, termasuk ketahanan negara tidak hanya di tingkat nasional, namun juga di level internasional. Berangkat dari gagasan tersebut, guna memahami penentuan kebijakan luar negeri Indonesia, hal tersebut tentu tidak dapat dilepaskan dari kondisi politik domestik yang terjadi di Indonesia, hal ini juga termasuk dalam kebijakan luar negeri mengenai sikap Indonesia terkait isu di Palestina. Kata Kunci: Analisis Kebijakan Luar Negeri, Indonesia, Kebijakan Luar Negeri, Islam
Cyber Diplomacy: Menuju Masyarakat Internasional yang Damai di Era Digital Iskandar Hamonangan; Zainab Assegaff
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.146 KB) | DOI: 10.24198/padjir.v1i4.26246

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk membahas mengenai diplomasi siber (cyber diplomacy) dan apa yang bisa dijanjikannya untuk menuju masyarakat internasional yang damai di era digital. Ruang siber telah memiliki tempat khusus dan menjadi topik yang sangat penting dalam hubungan internasional. Topik ini telah menjadi arus utama karena sebagian besar aktor-aktor global telah menuangkan kebijakan-kebijakan luar negerinya dan mengadopsi berbagai langkah untuk mengejar tujuan-tujuan stategisnya di dalam ruang siber. Hal ini dapat dilihat misalnya pada penggunaan media sosial oleh Kementerian Luar Negeri untuk mempromosikan negara, kebijakan, dan nilai-nilainya. Namun, kegiatan di ruang siber tidak selalu damai. Terdapat dua kelompok negara yang bersaing untuk tata kelola keamanan siber global dan adanya persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan China dalam memperebutkan keamanan siber. Konflik kepentingan antarnegara inilah yang membuat cyber diplomacy diperlukan untuk menengahinya dan mencegah perang siber yang terbuka. Cyber diplomacy adalah praktik internasional yang muncul atas upaya untuk membangun masyarakat siber internasional, dengan menjembatani antara kepentingan nasional negara dan dinamika masyarakat dunia. Oleh karena itu, tujuan dari cyber diplomacy adalah untuk memenuhi fungsi-fungsi tradisional diplomasi, seperti menjaga perdamaian serta membangun rasa saling percaya di antara para pemangku kepentingan, di ruang siber. Makalah ini menggunakan teori Diplomasi dari mazhab English School untuk menganalisis apa yang bisa dijanjikan cyber diplomacy bagi penggunaan ruang siber yang damai. Ada dua fungsi utama dari cyber diplomacy, yaitu sebagai alat komunikasi internasional untuk membangun norma siber bersama dan sebagai upaya untuk meminimalkan gesekan di ruang siber.