Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Envirous

PENGGUNAAN MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOASSESSMENT ANAK SUNGAI BRANTAS Pratiwi, Erina Citra; Mirwan, Mohammad
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.59

Abstract

Kali Mangetan Kanal adalah sungai sepanjang ±36,3 kilometer sering dijadikan sebagai tempat berakhirnya limbah sehingga terjadi penurunan kualitas pada airnya. Pada penelitian kali ini dilakukan pengujian di 4 titik stasiun pagi dan sore hari selama 4 minggu. Hasilnya, parameter suhu, pH, salinitas memenuhi baku mutu. Untuk parameter DO, COD belum memenuhi baku mutu. Untuk parameter kecerahan hanya pada minggu 1 dan 2 yang memenuhi baku mutu. Komposisi makrozoobentos pada minggu 1 sampai minggu 4 ditiap stasiun ditemukan 9 jenis yang termasuk kedalam 5 kelas yaitu Oligochaeta sebanyak 3 jenis, Diptera sebanyak 2 jenis, Gastropoda sebanyak 1 jenis, Celeoptera sebanyak 1 jenis, dan Hirudinea sebanyak 1 jenis. Kepadatan makrozoobentos menunjukkan hasil 15-1980 individu/m2 tiap stasiun selama penelitian. Untuk perhitungan IP dan BMWP-ASPT didapatkan Kali Mangetan tercemar berat sampai tercemar sangat berat dengan metode BMWP-ASPT dan didapatkan hasil tercemar ringan dengan metode Indeks Pencemaran (IP). Untuk perhitungan korelasi dilakukan dengan menggunakan sigmaplot. Didapatkan hasil korelasi antara Indeks Polusi dan BMWP-ASPT berkorelasi kuat antara variabel (X) dan (Y). Rekomendasi penelitian ini adalah pengambilan sampel sebaiknya dilakukan secara real time dan perlu dikembangkan lagi parameter lain yang harus diteliti yang dapat mempengaruhi biota di dalam perairan
PEMANFAATAN KARBON AKTIF DARI LIMBAH KULIT PISANG JENIS KEPOK (MUSA ACUMINATA L.) SEBAGAI ADSORBEN DALAM MEREDUKSI EMISI GAS BUANG PADA BENTOR Lestari, Rela Desi Puji; Mirwan, Mohammad
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.61

Abstract

Bentor merupakan gabungan dari becak dan motor, asap yang dikeluarkan bentor memiliki kandungan bahan pencemar udara yang tinggi. Salah satunya yaitu Karbon Monoksida (CO). Polutan CO merupakan senyawa berbahaya yang terkandung dalam asap knalpot. Polutan CO dapat diminimalisir dengan adsorpsi. Adsorpsi merupakan proses penyerapan suatu senyawa berbahaya. Penelitian ini memanfaatkan kulit pisang jenis kepok yang diolah menjadi karbon aktif yang akan digunakan sebagai adsorben untuk mengadsorpsi CO. Musa Acuminta Linn dikarbonisasi lalu diaktivasikan menggunakan larutan H2SO4. Penelitian ini memodifikasi knalpot bentor dengan tambahan adsorben dengan berat 50 gram dan dimasukkan dalam knalpot. Dari hasil penelitian karakteristik karbon aktif terhadap penyerap iodine sebesar 31% hal tersebut membuktikan bahwa karbon aktif dari limbah kulit pisang ini sudah memenuhi syarat karbon aktif sesuai dengan Standar Industri Indonesia No. 0258.88 dan hal ini berpengaruh pada penurunan konsentrasi CO yaitu mampu menurunkan kadar CO sebesar 2% pada kondisi iddle dalam waktu uji 15 menit.
PEMANFAATAN LIMBAH PADAT INDUSTRI PANGAN SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN TERNAK AYAM BROILER Arman, Rausan Fikri; Mirwan, Mohammad
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.65

Abstract

Umbi porang atau iles-iles memiliki nama latin Amorphophallus muelleri yang masuk kedalam famili Araceae. Sludge yang dihasilkan oleh produk samping yang dihasilkan dalam proses produksi akan sangat mempengaruhi lingkungan penerima, terutama limbah makanan dengan kandungan organik yang tinggi. Di peternakan unggas, 70% dari total biaya produksi digunakan untuk menyediakan pakan ternak. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sludge dari PT AMBICO sebagai bahan pakan ternak broiler. Metode yang dilakukan dalam penelitian adalah dengan fermentasi serta menambahkan bahan-bahan untuk meningkatkan mutu gizi pakan ternak. Analisis data menggunakan analisa proksimat, kalsium, dan phospor, lalu hasil analisis dibandingkan dengan SNI 8173.3-2015. Dimana rasio pencampuran yang paling optimum secara keseluruhan hasil pakan ini masih banyak yang belum memenuhi SNI sehingga belum dapat dikatakan layak sebagai pakan ternak ayam broiler yang baik. Akan tetapi untuk hasil uji variabel K4 masih memiliki 2 parameter yang memenuhi baku mutu SNI yaitu pada Kadar Air yang hasilnya 13,08% dan Kalsium yang hasilnya 0,96%
EFEKTIVITAS TANAMAN HYDRILLA VERTICILLATA, RUMPUT GAJAH, ECENG GONDOK DALAM PEMBUATAN BIOGAS DENGAN BAHAN DASAR KOTORAN SAPI Irianto, Nadia Agutina; Mirwan, Mohammad
Envirous Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i1.64

Abstract

Biogas merupakan gas mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob. Senyawa tersebut didalam digester akan dikonversi menjadi senyawa metan yang dapat dibakar sebagai sumber energi. Bahan tersebut adalah kotoran sapi, tanaman hydrilla verticillata, tanaman eceng gondok, dan tanaman rumput gajah. Pada penelitian kali ini mencoba untuk memanfaatkan bahan-bahan kombinasi antara Kotoran sapi dengan variasi ketiga tanaman dengan perbandingan 2 : 1 dan kombinasi variasi tanaman dengan perbandingan 1 : 1. Untuk membandingkan 3 tanaman tersebut manakah yang optimal menghasilkan biogas. Parameter yang dianalisa terdiri dari kadar air, C/N rasio, suhu, tekanan, lama nyala api dan kadar gas metan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biogas terbaik diperoleh pada waktu fermentasi selama 30 hari pada variasi campuran bahan kotoran sapi dengan hydrilla verticillata pada perbandingan 2 : 1 dengan kadar air sebesar 41,3%, rasio C/N sebesar 21,5%, 50,4% kadar gas metan. Dan ditandai dengan kenaikan suhu mencapai 35oC juga dengan nyala api paling lama yaitu selama 72 detik dengan menggunakan kompor portable.
FITOREMEDIASI LIMBAH LAUNDRY MENGGUNAKAN TANAMAN MENSIANG (Actinoscirpus grossus) DAN LEMBANG (Thypa Angustifolia L.) Puspita, Indria Setya; Mirwan, Mohammad
Envirous Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i1.69

Abstract

Limbah laundry adalah salah satu jenis limbah yang pada umumnya dibuang secara langsung ke lingkungan (badan air) tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Limbah laundry memiliki kandungan pencemar diantaranya Surfaktan, Fosfat, BOD dan TSS. Fitoremediasi adalah metode yang digunakan dalam mengolah limbah laundry dan diujikan dalam penelitian ini. Tanaman yang digunakan dalam metode ini adalah Mensiang dan Lembang. Selain itu, penelitian ini menggunakan sistem batch dengan volume limbah 10 liter dan variasi kerapatan tanaman 3 dan 5 tanaman per reaktor. Waktu tinggal air limbah pada reaktor adalah 3, 6 dan 9 hari. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu persen penyisihan Surfaktan dan BOD sebesar 97,26% dan 84,94% pada reaktor Lembang. Persen penyisihan Fosfat dan TSS sebesar 98,38% dan 93,81% pada reaktor Mensiang. Waktu tinggal optimal adalah 9 hari.
PERENCANAAN JALUR PENGANGKUTAN SAMPAH KOTA BANGKALAN DENGAN MODEL DINAMIS Ghefurulloh, Abdul; Mirwan, Mohammad
Envirous Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i1.74

Abstract

Beberapa kota di Indonesia masih banyak mengalami permasalahan mengenai persampahan, khusunya Kota Bangkalan yang merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura. Dalam pengelolaan persampahannya, Kota Bangkalan memiliki 1 TPA dan 12 armada pengangkut sampah dengan timbulan sampah sebesar 270,58 m3/hari pada tahun 2019. Dinas terkait Kota Bangkalan berencana melakukan pembangunan TPA baru guna mengatasi permasalahan sampah yang terus meningkat tiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan rute pengangkutan sampah menuju TPA baru dan memproyeksi kebutuhan ritasi serta jumlah armada pengangkutan untuk 10 tahun mendatang menggunakan model dinamis dengan bantuan software stella. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2029 memiliki kebutuhan armada sebanyak 40 unit dan kebutuhan ritasi sebanyak 18 dengan total timbulan sampah sebesar 302,76 m3 perhari. Rute alternatif 2 mampu menghemat jarak tempuh 42,4 km/hari serta penghematan biaya sebesar Rp. 76.320,-/hari atau Rp. 2.289.600,-/bulan dan Rp. 27.475.200,-/tahun.
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS ‘‘ZERO WASTE’’ SKALA RUMAH TANGGA SECARA MANDIRI DI KOMPLEK DELTA 3 DILI TIMOR-LESTE H., Jose Indra R.R.R.; Mirwan, Mohammad
Envirous Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i1.94

Abstract

Sampah dapat didefinisikan sebagai buangan yang dihasilkan dari aktifitas manusia dan hewan yang berupa padat, yang dibuang karena sudah tidak berguna atau diperlukan lagi. Dili adalah sebuah ibukota di Timor Leste yang memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak yang mana menyebabkan sampah yang dihasilkan juga cukup banyak. Pengelolaan sampah skala rumah tangga dapat dilakukan dengan konsep zero waste. Prinsip nol sampah atau zero waste merupakan konsep pengelolaan sampah yang didasarkan pada kegiatan daur ulang (recycle). Penelitian dilakukan selama 14 hari di Komplek Delta 3 Dili. Pengelolaan ini dapat mengurangi penumpukan sampah sebesar 55,68% yang sebelum terpilah dari 365,1 kg menjadi 161,8 kg.
ANALISA TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP PEKERJA PADA PROSES PRODUKSI INDUSTRI SEMEN Andini, Riswanda Putri; Mirwan, Mohammad
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.31

Abstract

Industri semen dalam penelitian ini baru mendirikan pabrik ± 5 tahun. Adanya pendirian ini tentu memiliki dampak negatif, salah satunya dihasilkannya suara berintensitas tinggi/bising. Kebisingan pada industri semen berasal dari proses produksi semen dimana material bahan baku diolah menjadi produk jadi yaitu semen yang akan didistribusikan ke konsumen. Kebisingan tersebut tentu akan berdampak pada pekerja disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar intensitas kebisingan pada proses produksi industri semen dan mengetahui hubungan antara kebisingan yang terjadi terhadap komunikasi, psikologi, dan fisiologi pekerja. Kebisingan tertinggi yang terjadi pada area raw mill dengan jarak 5 meter dari alat dimana intensitasnya sebesar 93,23 dB. Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No 5 tahun 2018, hal tersebut melebihi nilai ambang batas yang diperbolehkan yaitu 85 dB dengan waktu pajanan 8 jam. Dan respon dari pekerja merasa terganggu dengan kebisingan yang terjadi.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK PASAR TRADISIONAL DENGAN PENAMBAHAN KOTORAN SAPI DAN KOTORAN AYAM SEBAGAI BAHAN ENERGI ALTERNATIF BIOGAS Praptiwi, Ratna Dwi; Mirwan, Mohammad
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.32

Abstract

Sampah organik merupakan sisa dari suatu bahan yang telah dibuang, tetapi masih dapat dimanfaatkan keberadaannya. Nutrisi yang terkandung pada sampah pasar tradisional dapat dipadukan dengan kotoran ternak yaitu kotoran sapi dan kotoran ayam sehingga dilakukan penelitian yang menghasilkan energi alternatif biogas agar dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penguraian bahan organik dilakukan dengan proses fermentasi oleh mikroorganisme pada bahan yang berlangsung secara anaerobik untuk menghasilkan gas metan. Adapun variasi rasio yang digunakan yakni pada campuran bahan sampah organik pasar tradisional dengan kotoran sapi (90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50) juga pada campuran bahan sampah organik pasar tradisional dengan kotoran ayam (90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50) masing-masing pada volume reaktor 6 liter dengan waktu proses fermentasi selama 7 dan 14 hari. Parameter yang dianalisa terdiri dari kadar air, suhu, pH, dan C/N rasio. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan biogas terbaik diperoleh pada waktu fermentasi selama 14 hari pada variasi campuran bahan sampah organik dengan kotoran sapi pada perbandingan 80:20 dengan kadar air sebesar 90,7%, rasio C/N sebesar 146,4%, ditandai dengan kenaikan suhu mencapai 320C juga dengan nyala api paling lama yaitu selama 2,10 menit dan indikator nyala api berwarna biru.
PERAN SERTA DAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DISTRIK (KECAMATAN) NABIRE Mardianthy, Febhy; Mirwan, Mohammad
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.42

Abstract

Sebagai pusat kota dan perekonomian pemandangan tumpukan sampah,sampah tercecer di pingir jalan,sampah terbuang di sungai-sungai,sampah yang merusak jalur hijau adalah merupakan hal yang sudah biasa. Kepedulian dan kesadaran masyarakat akan dampak buruk sampah untuk masa yang akan datang. Sampah rumah tangga distrik nabire merupakan permasalahan terbesar terhadap lingkungan hidup di distrik nabire. Tujuan penelitian adalah mengurangi jumlah timbulan sampah di distrik nabire dan mengetahui peras serta masyarakat terhadap timbulan sampah yang dihasilkan di distrik nabire. Metode yang di gunakan dalam penelitian analisa normalitas dan metode korelasi. Dari hasil yang di dapatkan distrik nabire menghasilkan sampah rata-rata sebanyak 45,625 kg/16hari dengan komposisi sampah organik sebanyak 94 kg/16hari, sampah anorganik sebanyak 202 kg/16hari. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat penuruan timbulan sampah dengan adanya peran serta masyarakat dari total sampah awalsebanyak 730 kg/hari menjadi 434 kg/hari.