Syarboini, Syarboini
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ibrah: Dibalik Kisah Perjalanan Zulkarnain dalam Alquran Syarboini, Syarboini
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 5 No 1 (2020): Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kisah Perjalanan Zulqarnain dalam al-Quran Surat al-Kahfi kajian tafsir al Azhar ayat 83-98, masalah yang dikaji dalam pembahasan ini adalah tentang ibrah/ nilai-nilai pendidikan Islam. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Kisah Zulqarnain dalam al-Quran surat al-Kahfi ayat 83-98 dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan dalam sejarah Zulqarnain. Metode penelitian yang digunakan kajian ini bersifat kajian perpustakaan dengan analisis deskriptif. Sumber data primer adalah al Quran, tafsir al-Azhar. Sumber data sekunder adalah buku-buku ensiklopedia Islam dan sumber bacaan lainnyayang berkenaan dengan judul kajian ini. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara menganalisis isi kandungan al-Quran. Berdasarkan masalah, tujuan dan metode di atas ibrah/ nilai pendidikan dalam kajian ini adalah sebagai berikut: Nilai pendidikan Kekuatan ayat 83-84, Nilai pendidikan Kepahlawanan ayat 85. Nilai pendidikan Kasih Sayang 86, Nilai pendidikan Keadilan 87, Nilai pendidikan Tawadhu`88, Nilai pendidikan Kebijaksanaan ayat 89. Nilai pendidikan Kekuatan Ukhuwah Insaniah ayat 90, Nilai pendidikan Mendidik 91-94, Nilai pendidikan sosial ayat 95, Nilai Kekuatan Ilmu Pengetahuan dan Kekuatan Fisik ayat 96-98.
Konsep Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam Syarboini, Syarboini
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 6 No 1 (2021): Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, maka kita harus memperhatikan mengenai beberapa komponen yang dapat mempengaruhi pembelajaran, Komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut:, Siswa dan Guru, Kurikulum, Sarana dan prasarana pendidikan, Pengelolaan sekolah, meliputi pengelolaan kelas, guru, siswa, sarana dan prasarana, peningkatan tata tertib dan kepemimpinan, Pengelolaan proses pembelajaran, meliputi penampilan guru, penguasaan materi, serta penggunaan strategi pembelajaran, Pengelolaan dana dan Evaluasi Guru merupakan salah satu komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan, karena itu kualitas seorang guru khususnya para guru pendidikan agama islam tersebut harus ditingkatkan. Sumber daya manusia Indonesia masih tergolong rendah, hal ini dikarenakan oleh pendidikan nasional yang kurang memenuhi standar.
Pola Asuh Orang Tua terhadap Pemahaman Taharah Anak Usia Sekolah Dasar Syarboini, Syarboini
Saree: Research in Gender Studies Vol. 2 No. 2 (2020): Saree : Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.33 KB) | DOI: 10.47766/saree.v2i2.536

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang Pola Asuh Orang tua terhadap pemahaman taharah anak Usia sekolah dasar. Asuhan orang merupakan hasil dari adanya proses pembelajaran. Hal tersebut menggambarkan bahwa kepedulian merupakan salah satu bagian dari hasil belajar sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar juga sama dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kepedulian. Thaharah atau bersuci menduduki masalah penting dalam syari`ah Islam. Boleh dikatakan bahwa tanpa adanya thaharah, ibadah kita kepada Allah Swt tidak akan diterima. Sebab beberapa ibadah utama mensyaratkan thaharah secara mutlak. Tanpa thaharah, ibadah tidak sah. Asuhan orang tua tentang pemahaman tata cara bersuci (thaharah) merupakankemampuan kedua orang tentang tata cara bersuci dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari tentang tata cara bersuci (thaharah). Hikmah dan manfaat thaharah sangatlah banyak, tidak hanya berhubungan dengan masalah ritual ibadah semata, tetapi mengandung banyak hikmah dan manfaat yang lebih mendalam dan luas. Hal-hal yang wajib disucikan yang pertama najis Kaidah umum yang berlaku dalam bersuci dari najis ialah menghilangkan najis sampai bersih, tanpa sisa, baik bentuk, rasa, warna maupun baunya.’Istinja’ adalah bersuci dengan air atau yang lainnya untuk membersihkan najis yang berupa kotoran yang ada atau menempel pada tempat keluarnya kotoran tersebut (qubul dan dubur) seperti berak dan kecing. Wudhu adalah membersihkan anggota tubuh tertentu (wajah, dua tangan, kepala dan kedua kaki) dengan menggunakan air, dengan tujuan untuk menghilangkan hadas kecil atau hal-hal yang dapat menghalangi seorang muslim melaksanakan ibadah salat atau ibadah lainnya. Mandi secara umum dapat berarti meratakan air ke seluruh anngota tubuh dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki. Tayammum menurut istilah (syariat) tayammum berarti beribadah kepada Allah Swt. yang secara sengaja menggunakan debu yang bersih dan suci untuk mengusap wajah dan tangan dibarengi niat menghilangkan hadas bagi orang yang tidak mendapati air atau tidak bisa menggunakannya.