Fahrozi, Muhamad Nofri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REL KERETA DAN DINAMIKA TAMBANG TIMAH MASA LALU DI PULAU BANGKA: KAJIAN ARKEOLOGI INDUSTRI Fahrozi, Muhamad Nofri
Siddhayatra Vol 23, No 2 (2018): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v23i2.139

Abstract

Artifacts are the main study in archeological studies, from an artifact, archaeologists tryto uncover events that took place in the past. This article seeks to do this process by linkingit to other information that has been collected so that a description of past events can beobtained. By focusing on the findings of the Rail in Sungailiat, this article seeks to link pastevents, especially in the Dutch colonial era. From the results of the research, it is hopedthat it can be an inspiration for knowledge in the field of history and technology in the pastto be a consideration in making policy in the future.
Megalitik Dalam Konteks Kekinian; Legenda Dibalik Batu Larung (Kajian Etnografi Mengenai Hubungan Mitos dan Artefak Megalit) Fahrozi, Muhamad Nofri
Siddhayatra Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v20i2.86

Abstract

Batu larung merupakan satu dari tinggalan megalitik yang masih tersebar di wilayah merangin. Eksistensi batu larung saat ini memiliki makna tersendiri dalam struktur masyarakat merangin. Batu larung saat ini dimaknai sebagai simbol tertentu yang memiliki fungsi dalam masyarakat. Penelitian ini mengkaji fenomena batu larung di tengah masyarakat merangin. Dengan metode wawancara etnografi dan merefleksikan data arkeologi penelitian ini mendefinisikan masyarakat merangin modern dan mengkaitkannya dengan konsep Batu Larung tersebut. hasil penelitian menunjukan bahwa mitos tertentu yang menyebabkan eksistensi batu larung tetap terjaga