Longsor dan banjir yang terjadi di Desa Sedayu merupakan bencana yang sering terjadi. Kedua bencana tersebut dipengaruhi kuat oleh air hujan. Daerah aliran dan distribusi air permukaan yang buruk mengakibatkan banjir pada lokasi tersebut yang menyebabkan sering terjadinya longsor pada lereng. Untuk menyatakan nilai kestabilan suatu lereng dikenal istilah yang disebut dengan nilai faktor keamanan, yang merupakan hasil perbandingan antara besarnya gaya penahan terhadap gaya penggerak longsoran. Analisis stabilitas lereng menentukan faktor keamanan dari bidang longsor. Nilai faktor keamanan untuk lereng tanah atau batuan yang aman berada pada FK 1,25 –1,5 menurut SNI 8460 tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan faktor keamanan lereng di sekitar area Gunung Sedayu dengan metode kesetimbangan batas 2dimensi. Metode kesetimbangan batas merupakan metode yang sangat populer dan seringdipakai dalam analisis kestabilan lereng untuk longsoran tipe gelinciran translasional dan rotasional. Kondisi kestabilan lereng dalam metode kesetimbangan batas dinyatakan dalam nilai faktor keamanan. Analisis stabilitas lereng umumnya dilakukan dengan menggunakanmetode kesetimbangan batas2 dimensikarena lebih sederhana. Dalam analisis kestabilan lereng 2D,longsor yang terjadi diasumsikan memiliki panjang yang tidak terbatas atau menerus. Metode ini menggunakan prinsip kesetimbangan gaya. Konsep metode ini yaitu menghitung rasio perbandingan antara gaya dorong (force equilibrium) dan gaya tahan (moment equilibrium)berdasarkan asumsi bidang longsoran yang potensial dan membagi lereng menjadi beberapa irisan (slices). Metode ini berguna untuk menghitung faktor keamanan pada lereng.Dari hasil analisis kestabilan lereng secara 2 dimensi yang berada dikawasan Pegunungan Sedayu diperolehnilai faktor keamanannya sebesar 0.91 dan dapat disimpulkanbahwalereng dianggap tidak stabil dimana nilai faktor keamanan FK < 1. Semakin kecil nilai faktor kemananan maka lereng dianggap mendapat gangguan atau tidak stabil. Kata kunci: Longsor, faktor keamanan, lereng, kesetimbangan batas 2D