Halusinasi adalah ketidakmampuan klien dalam mengidentifikasi dan menginterpretasikan stimulusyang ada sesuai yang diterima oleh panca indra yang ada. Keluarga merupakan unit paling dekatdengan penderita, dan merupakan “perawat utama†sekaligus menjadi pendukung bagi penderita.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap tingkatkesembuhan pasien halusinasi di Rehabilitasi Kejiwaan Dsn. Cihideung 2 Kec. Sukaratu yang ada diKota Tasikmalaya.Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Studi Korelasi dengan rancangan cross sectional.Teknik sampling non probality sampling jenis purposive sampling dengan sampel 40 orang. Datadiambil menggunakan Kuesioner dan observasi dan dianalisis dengan uji chi-square hipotesis alternatifditerima jika tingkat kemaknaan ≤ 0,05.Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa dari 24orang responden dengan dukungan keluarga baik, ada 21 orang yang dinyatakan sembuh dan 3 orangyang tidak sembuh. Sedangkan dari 16 orang dengan dukungan keluarga kurang, ada 5 orang yangdinyatakan sembuh dan 11 orang yang tidak sembuh. Secara keseluruhan lebih banyak responden yangsembuh dalam dukungan keluarga baik yaitu sebanyak 24 orang (52,5%) dan yang tidak sembuhsebanyak 3 orang (7,5%). Setelah dianalisis diperoleh hasil p=0,000 < α=0,05 Artinya hipotesisditerima. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga terhadapkesembuhan klien gangguan halusinasi.Dari hasil penelitian diharapkan para perawat dapat lebih meningkatkan dalam memberikan asuhankeperawatan pada klien halusinasi maupun gangguan jiwa lainnya dengan melibatkan keluarga dalamsetiap proses keperawatan pasien.