Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN UJI KOMPETENSI LSP-P1 DALAM MENINGKATKAN MUTU LULUSAN SISWA PADA SISWA SMK PERWIRA BANGSA DEPOK: PENERAPAN UJI KOMPETENSI LSP-P1 DALAM MENINGKATKAN MUTU LULUSAN SISWA PADA SISWA SMK PERWIRA BANGSA DEPOK fahriansyah, faisal
Perspektif Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v3i2.611

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah yang menghasilkan tamatan siap kerja. Dalam menyiapkan tamatannya, belum semua SMK melaksanakan uji kompetensi menggunakan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1, dimana standarisasi manajemen untuk asesmen dan peralatan yang harus memenuhi standar minimal persyaratan uji sertifkasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik, mekanisme sertifikasi kompetensi serta mendiskripsikan kelebihan dan kekurangan sertifikasi kompetensi pada Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1 di SMK Perwira Bangsa Kota Depok. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan desain penelitian etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Model yang digunakan analisis interaktif. Hasil penelitian ini adalah : 1) Karakteristik LSP P1 di sekolah ini yaitu menguji sertifikasi untuk siswanya sendiri dan siswa sekolah jejaring. Kurikulum yang digunakan sudah disinkronkan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Skema sertifikasi yang digunakan adalah skema sertifikasi klaster pengoperasian mesin bubut dasar dan skema sertifikasi klaster pengoperasian mesin frais dasar. Lisensi skema yang dimiliki selama tiga tahun. Periode 2020-2023 lembaga ini telah mensertifikasi 230 peserta, 62,5% kompeten dan 37,5 % belum kompeten. 2) Mekanisme sertifikasi kompetensi meliputi persiapan, pelaksanaan, penerbitan sertifikat serta pengawasan dan evaluasi uji sertifikasi sesuai pedoman BNSP. 3) Kelebihan yang dimiliki LSP P1 ini adalah menumbuhkan semangat siswa dalam menempuh pendidikan, menggunakan model pembelajaran Inquiri Learning dalam menyiapkan siswanya untuk uji sertifikasi, cukup memiliki asesor kompetensi, sedangkan kelemahannya adalah jumlah peralatan masih kurang, tenaga administrasi masih kurang dan belum melakukan surveilan pemegang sertifikat kompetensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan LSP P1 meliputi lisensi skema sertifikasi, sinkronisasi kurikulum, penyediaan sarana prasarana standar industri, pembiayaan, pemenuhan asesor kompetensi, penyelenggaraan uji sertifikasi sesuai pedoman, serta penerbitan dan pemeliharaan sertifikat kompetensi.
STRENGTHENING STUDENT COMPETENCE THROUGH IN DEEP LEARNING TOWARDS THE ACHIEVEMENT OF PANCAWALUYA BASED CHARACTER Fahriansyah, Faisal; Santyasa, I Wayan; Agustini, Ketut; Suartama, I Kadek; Walidain, Birrul
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 10 No. 2 (2026): Volume 10, Nomor 2, April 2026
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v10i2.53310

Abstract

The development of student competence and character has become a central concern in contemporary education, particularly in responding to global challenges that require higher-order thinking skills and strong moral foundations. This study aims to examine how the deep learning approach contributes to strengthening student competence toward the achievement of Pancawaluya-based character values. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method guided by PRISMA procedures. Relevant literature was collected from academic databases such as Google Scholar, DOAJ, and Scopus using keywords related to deep learning, student competence, character education, and Pancawaluya. After a rigorous screening and eligibility process, 20 articles published within the last ten years were selected and synthesized for analysis. The results indicate that the deep learning approach significantly enhances higher-order cognitive skills, metacognitive awareness, critical thinking, collaboration, and reflective abilities. Furthermore, when integrated with Pancawaluya values cageur, bageur, bener, pinter, and singer the deep learning approach facilitates holistic character formation through authentic, contextual, and participatory learning experiences. The discussion highlights that meaningful engagement, reflective activities, and project-based collaboration are effective mechanisms for internalizing local cultural values within academic processes.The novelty of this study lies in conceptualizing the integration of the deep learning approach with the local wisdom framework of Pancawaluya as a comprehensive model for competence and character development. The findings imply that educators and policymakers should systematically embed culturally grounded character values into deep learning design to promote sustainable, holistic, and culturally responsive education.