Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fungsi Sosial Lansia Di Wilayah UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri Tanoto, Wahyu; Wibowo, Dodik Arso
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v6i1.248

Abstract

Latar Belakang: Menua adalahkondisi fisiologis yang akan terjadi di seluruh kehidupan manusia. dimulai sejak permulaan kehidupan. Masa lansia dimaknai sebagai masa kemunduran, diantaranya penurunan fisik, psikis, dan sosial lansia. Perubahan sosial pada lansia meliputi penurunan aktivitas, peran dan partisipasi sosial. Tujuan penelitian Proses menua terjadi sepanjang hidup, tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana fungsi sosial lansia Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri. Metode: Desain penelitian menggunakan desain deskriptif. Populasi sebesar 46 responden menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan sejumlah 14 responden. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 26 Maret sampai 18 Juni 2023. Variabel penelitian adalah fungsi sosial lanjut usia. Alat ukur menggunakan kuesioner fungsi sosial melalui metode wawancara terstruktur. Analisa data dengan prosentase dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, dan di interprestasikan secara kuantitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden 11 responden (79%) mengalami fungsi sosial tinggi dan sebagian kecil responden 3 responden (21%) mengalami fungsi sosial sedang. Kesimpulan: Lansia dapat mengurangi dampak terjadinya penurunan fungsi sosial dengan cara melakukan kegiatan di rumah maupun di masyarakat seperti berkumpul bersama dengan keluarga dan dapat mengikuti kegiatan di masyarakat, misal pengajian, posyandu. 
Stress Level Of Pregnant Women During The Pandemic Covid-19 Wibowo, Dodik Arso; Muchsin, Enur Nurhayati
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v5i1.136

Abstract

PlagueCorona Virus Disease 2019 (Covid-19) makes everyone stressed and anxious because the transmission is very fast. Pregnant women during the Covid 19 pandemic do not rule out the possibility of experiencing stress due to the fear that something will happen to their pregnancy. Pregnancy with high stress levels can certainly have a negative impact on the mother and fetus. Stress is the body's non-specific response to every load demand and general reaction patterns and adaptations. Proper handling of pregnant women by the family can reduce the level of stress experienced by pregnant women. The purpose of this study was to determine the Stress Level of Pregnant Women During the Covid-19 Pandemic in Kalianyar Village, Ngronggot District, Nganjuk Regency. Descriptive research design, population and sample of 25 respondents with a sampling technique "total sampling”. The research was conducted on December 15-26 2020, the research variable Stress Levels for Pregnant Women during the Covid-19 Pandemic as a questionnaire research instrument, was analyzed by percentage and interpreted quantitatively. The research results obtained from 25 respondents, almost all respondents experienced moderate stress as many as 20 respondents (80%). A small portion of the respondents experienced severe stress as many as 5 respondents (20%). This is influenced by several factors, namely: age, education, occupation, history of pregnancy, gestational age, information about Covid-19, sources of information about Covid-19, and history of pregnancy examinations (ANC). It is hoped that pregnant women can control stress, get support from their families, always implement health protocols and think positively during pregnancy during the Covid-19 pandemic.
PERAN IBU DALAM MENCEGAH KARANG GIGI PADA ANAK PRASEKOLAH (USIA 3-6 TAHUN) DI TK PERTIWI 2 DUSUN TAMPANG DESA WILANGAN KECAMATAN WILANGAN KABUPATEN NGANJUK Wibowo, Dodik Arso; Widyasih Sunaringtyas
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3361

Abstract

Karang gigi merupakan lapisan keras berwarna kuning yang menempel pada gigi dan terasa kasar, yang dapat menyebabkan masalah pada gigi. Karang gigi muncul disebabkan karena kurangnya peran ibu dalam mendidik dan mengawasi anak untuk menggosok gigi dengan benar serta menyediakan alat untuk menggosok gigi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi dan  mengetahui Peran Ibu Dalam Mencegah Karang Gigi Pada Anak Prasekolah (Usia 3-6 Tahun) Di TK Pertiwi 2 Dusun Tampang Desa Wilangan yaitu pada tanggal 17 -19 Maret 2025, dengan jumlah responden sebanayak 37 orang. Hasil analiasa dengan menggunakan tehnik Persentase.Kegiatan hari pertama adalah mengidentifikasi kondisi kesehatan gigi pada siswa dengan cara memberikan kuesioner  pada ibunya dan didapatkan  hasil bahwa sebanyak 27  ibu masih belum memahami tentang cara perawatan gigi yang benar dan tepat, masih banyak ibu yang belum memngetahui kapan harus gosok gigi , cara gosok gigi yang benar dan tepat.Maka penting sekali memberikan edukasi pada ibu tentang perawatn gigi dan pencegahan tejadinya karang gigi melalui  pemberian edukasi dengan model demonstrasi pada ibu terhadap pencegahan Karang  gigi yang bisa menyebabkan karies gigi. Edukasi pada ibu sangat penting dalam membimbing, memberi pengertian, mengingatkan dan memberikan kesempatan kepada anak untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Dalam hal ini, ibu juga  sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan gigi anaknya untuk mencegah kerusakan gigi. Misalnya, kita mengatur kebiasaan menyikat gigi anak dan memastikan mereka diberikan makanan yang terbuat dari bahan alami buah dan sayur mengandung vitamin dan mineral yang melindungi gigi dari serangan bakteri jahat dimulut.  Diharapkan ibu paham cara mencegah karang gigi pada anak dengan cara mendidik dan mengawasi anak untuk menggosok gigi dengan benar serta menyediakan alat untuk menggosok gigi. Ibu yang perannya kurang hendaknya memperbanyak informasi tentang mencegah karang gigi melalui media elekronik, media cetak maupun dari tenaga kesehatan.