Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Penerimaan Diri Ibu Tiri yang Memiliki Anak Tunarungu (The Overview of Stepmother’s Self-Acceptance who has a Deaf Child) Debby Anggraini Daulay; rizky Chairiyah
Paedagogi: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (e-journal) Vol 7, No 1 (2015): JUNI 2015
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paedagogi.v7i13.2277

Abstract

ABSTRAK     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri ibu tiri yang memiliki anak tunarungu. Status ibu tiri yang memiliki penilaian negatif di masyarakat membuat ibu tiri membutuhkan adaptasi untuk menerima statusnya dan kondisi keluarganya termasuk kondisi anak tirinya yang tunarungu. Kekurangan bahasa dan lisan membuat anak tunarungu membutuhkan pelayanan khusus dari orang tua ataupun pengasuhnya. Berkaitan dengan kompleksitas mengenai status ibu tiri dan kondisi anak tunarungu tersebut, maka akan mempengaruhi proses penerimaan diri ibu tiri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penerimaan diri dari Jersild (1963) dimana penerimaan diri adalah derajat dimana individu memiliki kesadaran terhadap karakteristiknya,ia mampu dan bersedia untuk hidup dengan karakteristik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Melibatkan 2 orang partisipan dengan menggunakan teknik pengambilan partisipan berdasarkan theory-based operational construct sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan memiliki penerimaan diri yang baik terhadap statusnya sebagai ibu tiri. Partisipan 1 menerima dirinya sebagai ibu tiri yang memiliki anak tunarungu dan menjalani kesepuluh aspek penerimaaan diri dengan baik. Partisipan 1 juga sudah menerima dan menganggap anak tirinya yang tunarungu sebagai anaknya sendiri. Partisipan 2 telah memiliki penerimaan diri yang baik terhadap statusnya sebagai ibu tiri dan dapat menjalani kesembilan aspek penerimaan diri dengan baik dalam hidupnya. Aspek yang tidak terpenuhi pada partisipan 2 yaitu tidak memiliki penerimaan orang lain dengan baik. Namun, partisipan 2 belum bisa menerima dan menganggap anak tirinya yang tunarungu sebagai anaknya sendiri. Hal tersebut dikarenakan perilaku kasar anak tirinya dan penolakan dari ibu mertuanya terhadap dirinya. Pemikiran positif juga berpengaruh terhadap proses penerimaan diri partisipan 1 dan partisipan 2, sehingga kedua partisipan mampu menjalani proses penerimaan dirinya.   Kata Kunci : Ibu Tiri, Anak Tunarungu, Penerimaan Diri
Pengaruh Father Involvement Terhadap Subjective Well-Being Dimediasi oleh Resiliensi pada Remaja Batak Toba: Penelitian Margaretta Sihotang; Raras Sutatminingsih; Debby Anggraini Daulay
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4011

Abstract

Adolescents living in boarding schools face unique social dynamics, where intensive peer interactions may trigger social pressure and self-comparison. This study aims to examine the effect of peer pressure and social comparison on depressive tendencies among adolescents in Boarding School X. A quantitative approach with a cross-sectional design was used. The respondents were 165 students aged 13–18 years. Data collection instruments included adapted versions of the Peer Pressure Inventory (PPI), the Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM), and the Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that peer pressure and social comparison simultaneously had a significant effect on depression (F = 19.202, p < 0.001) with a 19.2% contribution. Partially, social comparison had a significant positive effect on depression (t = 4.645, p < 0.001), while peer pressure had a significant negative effect (t = –3.162, p = 0.002). These findings indicate that in the boarding school context, peer pressure serves as a protective factor, while social comparison increases the risk of depression.